HIV dan AIDS, Akankah Berakhir?

HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan Virus penyebab AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Virus ini mengakibatkan sistem imun tubuh menjadi lemah sehingga rentan terhadap penyakit. Gejala penyakit ini sudah sejak lama ada yaitu sekitar juli 1971 yang hingga sekarang masih belum ada obatnya. Mereka sudah menyebar di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, sudah tersebar di seluruh nusantara dengan persentase tertinggi terdapat di Papua dan Jakarta.

Penyakit ini tidak mengenal akan batas usia. Siapapun bisa tertular HIV, mulai dari balita, remaja, dewasa, hingga kaum lansia. Namun, kebanyakan penderitnya merupakan kaum remaja. Mahasiswa seseorang yang dianggap sebagai tunas perubahan bangsa juga tidak luput dari masalah ini, terutama masalah freesex dan pemakaian narkoba (jarum suntik) yang semakin hari semakin mewabah laksana jamur di musim hujan.

HIV bisa menular dari individu satu ke individu lain melalui tiga cara. Pertama melalui ASI (Air Susu Ibu). Kedua melalui cairan sperma dan cairan vagina. Penularannya bisa terjadi ketika seseorang berhubungan seks dengan penderita HIV. Ketiga melalui cairan darah. Seseorang bisa tertular HIV melalui proses transfusi darah, menggores tubuh dengan alat yang terinfeksi HIV, seperti jarum suntik, pisau cukur, jarum tato atau alat tindik.

Namun, perlu diketahui penularan penyakit HIV tidak semudah menular terhadap individu lain. Bersalaman, berbagi makanan, berenang bersama, melalui perantara gigitan nyamuk atau serangga, terpapar batuk atau bersin, pelukan atau ciuman, penggunaan alat makan bersama dengan penderita HIV tidak akan menyebabkan penularan penyakit HIV. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi seseorang untuk melakukan pengucilan terhadap penderita HIV.

Penularan HIV terjadi melalui beberapa tahap. Tahap pertama yaitu masa antara masuknya HIV ke dalam tubuh hingga terbentuk antibodi terhadap HIV (HIV positif). Tahap ini sudah bisa menularkan HIV walau hasil tes masih negatif. Tahap kedua tanpa gejala, tampak sehat dan beraktifitas seperti biasa. Tahap ketiga yaitu timbulnya infeksi oportunistik (penyakit yang muncul akibat menurunnya sistem imun). Untuk mencegah penyebaran penyakit ini dianjurkan meminum obat ARV (Anti Retro Viral). Obat ini dapat menekan pertumbuhan HIV namun tidak dapat menghilangkan HIV dari dalam tubuh.
Penyakit ini tidak bisa diobati namun dapat dicegah. Cara pencegahan yang efisien untuk HIV adalah sebagai berikut:
a. Setia terhadap satu pasangan, no freesex.
b. Jauhi pemakaian narkoba, terutama narkoba suntik.
c. Pakailah benda tajam yang steril, bersih dan tidak bergantian.
d. Pakai kondom saat melakukan hubungan seks.
e. Tidak berhubungan seks diluar nikah.
f. Cari informasi yang benar tentang HIV-AIDS.
Kembali ke pertanyaan awal, akankah Virus ini bisa berakhir? Dengan pergaulan yang semakin “edan”, rasanya mustahil untuk diaplikasikan dalam dunia riil. Namun bukan tidak mungkin hal itu bisa terjadi, karena semua itu bergantung pada setiap individu manusia khususnya kawula muda sebagai “pemeran utama” kasus ini.[Eko, Anggota magang ALPHA 2009/2010]

About the author

Admin
Donec non enim in turpis pulvinar facilisis. Ut felis. Praesent dapibus, neque id cursus faucibus. Aenean fermentum, eget tincidunt.

0 komentar:

Copyright © 2013 LPMM ALPHA and Blogger Themes.