Langsung ke konten utama

Mensejajari Zaman Dengan Teknologi Informasi

Sejarah Universitas Jember
UNEJ berasal dari universitas swasta bernama Universitas Tawang Alun yang berdiri sejak tanggal 4 November 1957. Pada mulanya Universitas Tawang Alun memiliki satu fakultas, yaitu Fakultas Hukum. Pada tahun 1960 didirikan Fakultas Administrasi Negara dan Perusahaan, yang setahun kemudian menjadi Fakultas Sosial dan Politik. Pada tahun yang sama atas permintaan masyarakat, Universitas Tawang Alun menambah fakultas-fakultas baru, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Ilmu Pendidikan, dan Fakultas Kedokteran. Kemudian pada tanggal 4 November 1964 Universitas ini berdiri sendiri dengan status negeri menjadi Universitas Negeri Djember, dengan singkatan UNED. Selanjutnya ditetapkan nama Universitas Jember ( UNEJ ) tanggal 7 September 1982.

UNEJ sendiri merupakan Universitas yang berada di Jember, sebuah kota yang berwahana tropis dibagian tenggara provinsi Jawa Timur. Kampus UNEJ berada di kawasan hijau yang ramah lingkungan sehingga memberikan ketenangan dalam melaksanakan kegiatan akademik. Universitas Jember sampai dengan 2008-2009 mempunyai13 fakultas. Yang terdiri dari 11 jurusan jenjang diploma, 39 jurusan jenjang S1, dan 6 jurusan jenjang S2. Masing-masing memiliki identitas berupa visi, misi, tujuan da kompetensi lulusan sesuai kebutuhan stakeholders.

Program Studi Baru di Universitas Jember
Pada tahun ini Universitas Jember menambah progam studi baru yaitu progaram studi Sistem Informasi. Bidang studi Sistem Informasi ini diresmikan pada tanggal 17 juni 2009, dengan ketua program studi yaitu Drs. Slamin. M.Comp.Sc.Phd. kemudian berturut-turut Drs. Antonius Cahyo Prihandoyo M.App.Sc sebagai sekertaris 1, Poegoeh Joediawan ST.MT.sebagai sekertaris 2, dan Anang Andrianto ST.MT yang menjabat sebagai sekertaris 3.

Menurut penuturan Drs. Slamin M.Comp.Sc.Phd pendirian program studi baru ini didasari oleh kebutuhan perkembangan Ilmu Pengetahuan di bidang Teknologi Informasi serta kebutuhan pasar terhadap lulusan yang mempunyai kompetensi terhadap Teknologi Informasi. Di era sekarang ini Sistem Informasi memiliki prospek yang sangat bagus, apalagi pasarannya tidak hanya pada satu bidang.

Tenaga Pengajarnya, Gedung serta Biayanya
Jalur yang digunakan untuk seleksi mahasiswa program studi Sistem Informsi ini adalah ujian lokal, dengan daya tampung 120 orang. Ada 7 dosen UNEJ yang mengajar di program studi tersebut, 4 diantaranya telah menyandang gelar S3, dan sisanya menyandang gelar S1. Cukup menakjubkan untuk suatu program studi yang baru didirikan.

Bidang studi Sistem Informasi ini menggunakan gedung bekas pascasarjana yang lokasinya menjadi satu dengan perpustakaan Universitas Jember. Sarana dan prasarana di sana juga sudah cukup memadai.
“Ada dua kelas yang kami siapkan untuk sekarang ini,” tambah pak Slamin dari belakang meja kerjanya sambil mengutak-atik laptopnya, ketika ditanya tentang tempat perkuliahan program studi ini.

Untuk biayanya memang lumayan mahal, yaitu 15 juta rupiah untuk SPI (Sumbangan Pengembangan Institusi ) dan 7 juta rupiah untuk SPA( Sumbangan Pengembangan Akademik ).
“Biayanya mungkin memang lumayan mahal, ini dikarenakan program studi ini baru di bangun,” tambahnya.

Promosi yang dilakukan juga lumayan meluas. Misalnya promosi lewat WEB, brosur serta radio.
“Kami juga menggunakan facebook, blog, dan WEB UNEJ sebagai media bantu promosi kami, ini untuk menambah efektifitas promosi kami” imbuh pak Slamin sambil membuka isi laptopnya dan memperlihatkan susunan surat keputusan pendirian program studi Sistem Informasi ini.

Saat ini yang ditunggu adalah bagaimana animo masyarakat terhadap program studi baru ini. Karena animo masyarakat sangat penting untuk membuktikan, apakah bidang studi baru ini dikatakan berhasil atau tidak. Namun sayangnya untuk saat ini hal itu belum bisa di pastikan.
“ Kami belum bisa mendeteksi bagaimana animo mansyarakat, namun pastinya Sistem Informasi berada di urutan no 2 setelah Fakultas Kedokteran “ terang pak Slamin dengan bangganya.

Semoga saja dengan adanya program studi Sistem Informasi ini bisa lebih mengangkat citra kampus Universitas Jember. Serta dapat mencetak mahasiswa-mahasiswa unggulan yang dapat bersaing di era perkembangan TI. Sebagaimana yang diharapkan semua piahak di kampus kita Universitas Jember.Selamat dan Sukses atas Didirikannya Program Studi Sistem Informasi.[Fainani]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan Oleh: Nurul Mahmuda K egaduhan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F MIPA ) terkait pelantikan dekan baru periode 2016-2020 sudah tercium sejak akhir 2015. Isu mengenai Rektor Universitas Jember (UNEJ) yang tidak melantik dekan dengan perolehan suara tertinggi menjadi fakta yang harus diterima oleh warga FMIPA. Kamis (14/01) bertempat di Gedung Rektorat Universitas Jember, pelantikan Dekan baru FMIPA telah dilangsungkan. Berdasarkan hasil pemberian pertimbangan oleh senat fakultas yang berupa pemungutan suara menyebutkan bahwa perolehan suara tertinggi adalah Dr. Kahar Muzakhar, S.Si., namun dekan FMIPA yang dilantik yaitu Drs . Sujito , Ph.D . yang memiliki selisih tiga suara. Hal ini menuai protes dari beberapa lini di FMIPA. Beberapa Senat fakultas, dosen, mahasiswa maupun karyawan memprotes dan menyayangkan mengenai kejadian ini. Seperti halnya Itok Dwi, mahasiswa kimia 2012, menganggap bahwa pemu

BUTA AKSARA di JEMBER

Ada tiga hal yang selalu didegungkan pemerintah terkait pembangunan pendidikan di Indonesia, yakni wajib belajar pendidikan dasar, rehabilitasi sekolah dan pemberantasan buta aksara. Namun pada kenyataannya sampai saat ini Indonesia masih belum berhasil  mengatasinya ketiganya, termasuk salah satunya Buta Aksara. Penyadang buta aksara di Indonesia  masih tergolong besar. Kriteria penyandang buta aksara yaitu buta aksara dan angka, buta bahasa Indonesia, dan buta pengetahuan dasar. tingginya angka putus sekolah dasar, beratnya geografis Indonesia. Menurut pemerintah  kesuliatan terbesar dalam pemberantasan buta aksara adalah karena tingginya angka putus sekolah dasar, beratnya geografis Indonesia, munculnya buta aksara baru, dan kembalinya seseorang menjadi buta aksara. a.    Buta aksara di jember Jawa timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi selatan dan Nusa tenggara Barat yang mencapai adalah urutan peringkat dari provinsi yang memiliki penyadang buta akasara terbesar di Indone

ANDROMEDA XIX Berlangsung Meriah

ALPHA-Mahasiswa berjoget bersama.(Foto: Maknun Alpha) ANDROMEDA XIX Berlangsung Meriah        ALPHA  - ANDROMEDA XIX  atau  Diesnatalis Himpunan Mahasiswa Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (HIMAFI ) ke-19 berlangsung meriah pada Sabtu (21/05) kemarin. Acara yang mengusung tema APOLLO ( Annual Party With Traditional Style ) itu diadakan di lapangan Fakultas MIPA dari pagi sampai malam. Pagi harinya diadakan jalan santai ( colour run) yang diikuti oleh semua warga fisika baik dosen maupun mahasiswa. Sedangkan pada malamnya merupakan puncak perayaan acara tersebut . Pembukaan puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh dosen Jurusan Fisika, Artoto Arkundato. Dengan me nampilkan beberapa lagu beat dan mengundang DJ sebagai guest star , Andromeda berhasil memukau tamu undangan yang sedang menikmati malam minggunya. Tak hanya guest star , malam puncak tersebut juga melibatkan peran aktif mahasiswa dari angkatan 2012 hingga 2015. Mer