Langsung ke konten utama

Rintangan Berfikir secara Jernih (Idols of the Minds)

Setiap manusia pasti mengalami proses yang dinamakan berfikir, sebelum melakukan segala hal dan aktivitas, tentu melalui proses berfikir terlebih dahulu. Berfikir adalah saran, cara untuk menyelesaikan, mengatasi masalah, ilmiah, hal-hal besar maupun hal-hal kecil. Dalam proses berfikir seringkali kita dihadapakan pada suatu rintangan sehingga sasaran dan capaian yang mau dituju agak tersendat bahkan bisa sampai menyesatkan kita.

Sebagai contoh ketika orang kaya mau pergi ke toko naik sepeda ontel yang jelek, jaraknya apabila lurus dari rumahnya hanya sekitar 12 rumah, akan tetapi dia merasa jika dia melewati jalanan itu dia akan di cap macam-macam oleh tetangga sekitarnya, maka dia lebih memilih berputar dengan jarak yang lebih jauh dan jalanan yang sulit serta waktu yang dibutuhkan lebih lama.
Francis Bacon (1564-1626) memberi contoh klasik tentang kesalahan berfikir yang disebutnya Idos of the minds yaitu :
1. Idola Kesukuan (idols of the tribe)
Manusia dilahirkan di suatu golongan, ras, suku, dan lingkungan tertentu dan mereka merasa terikat disana. Manusia cenderung suka bekerjasama dengan orang-orang yang mempunyai selera dan cara pandang yang sama dengan dirinya. Hal ini membuat manusia cenderung suka dengan hal yang berbau dirinya sendiri. Misal ketika kita dilahirkan sebagai pendukung fanatik Persib Bandung, apabila kita berpindah golongan karena sesuatu hal menjadi pendukung Persija Jakarta maka kita akan di cap pengkhianat.

2. Idola Goa (idols of the cave)
Manusia ibarat sebuah gua (cave) yang memberikan identitas pada dirinya. Kita cenderung berfikir dan merefleksikannya pada diri kita sendiri, sehingga informasi yang paling benar adalah diri kita sendiri dan kita cenderung melebih-lebihkannya ketika kita membaca suatu buku atau suatu pengetahuan yang sama dengan kita.

3. Idola Pasar (idols of the market-place)
Bahasa dan pemakaian kata- kata yang sering kita gunakan sehari-hari kadang juga dapat menyesatkan kita. Dualisme arti dari kata atau pun bahasa yang sering kita tulis atau kita pakai sehari-hari kadang bisa jadi sebuah persepsi negative di fikiran orang lain. Misal kata-kata macam gerakan kiri, gerakan komunis, gerakan Islam, gerakan radikal dll mengundang banyak persepsi dan argument, kadang-kadang emosi juga ikut terpancing, dan hal ini yang membuat sesat proses berfikir kita.

4. Idola Teater (idols of the theater)
Pengaruh dan faktor keterikatan manusia pada partai, dogma, filsafat, agama, ideologi, isme-isme tertentu yang membuat kita menciptakan dunia kita sendiri. Sah saja ketika sistem yang kita terima begitu banyak dan banyak pula penganutnya ketika kita coba keluar dari sistem tersebut maka kita akan di cap sesat, padahal belum tentu juga kita sesat, bisa jadi ketika berada dalam sistem itu kita menjadi sesat.

Selain keempat hal diatas ada juga rintangan berfikir jelas macam prasangka, propaganda dan authority.
Prasangka yang selalu mengaburkan kita membuat kita tak dapat berfikir jernih, wajar saja kita sering sekali susah menerima pendapat orang lain. Prasangka ibarat sebuah perisai tak terlihat dalam tubuh kita, ketika bukti, data dan informasi yang disodorkan kita yang begitu akurat, sering kali kita masih menampikkannya. Prasangka salah satu rintangan yang paling dominan yang membuat kita susah berfikir jernih.

Ketika kita berfikir jelas dan informasi kita kuat dapat langsung diputarbalikkan menjadi sesat oleh propaganda macam tv, media massa, radio, sugesti-sugesti yang diberikan membuat kita mengikuti alur-alur itu dan terkesan kita sudah di set oleh propaganda itu. Jalur yang awalnya kita sudah tahu tiba-tiba berubah total akibat adanya jalur-jalur baru yang disugestikan lewat propaganda itu.

Hampir sama dengan propaganda, authority dapat berupa kebiasaan, tradisi, media massa, keluarga, agama. Misal ketika dalam prosesi makan bersama seluruh keluarga kita makan dengan menggunakan tangan kiri, langsung pada saat itu semua keluarga akan mencibir. Penerimaan yang tidak kritis terhadap authority akan berdampak pada usaha untuk menentukan mana yang benar dan yang salah dan sering kali kita tidak bebas untuk melakukan itu.

Jalan yang paling mudah untuk mendapatkan proses berfikir secara jernih adalah dengan dialog/diskusi. Proses dialektika sangat sekali diperlukan sehingga sasaran dan tujuan yang akan dicapai dapat terwujud. Jadi tanggalkan atribut pendukungmu, hilangkan benteng, perisai dalam tubuhmu, buka seluas-luasnya ruang fikiranmu, jauhkan prasangka, propaganda, hindari ejakulasi dini, hindari jawaban instan, selanjutnya buka keran-keran dialog sebanyak-banyaknya agar sasaran yang mau dituju dapat terwujud. Semoga.[Rizki A.S]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan Oleh: Nurul Mahmuda K egaduhan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F MIPA ) terkait pelantikan dekan baru periode 2016-2020 sudah tercium sejak akhir 2015. Isu mengenai Rektor Universitas Jember (UNEJ) yang tidak melantik dekan dengan perolehan suara tertinggi menjadi fakta yang harus diterima oleh warga FMIPA. Kamis (14/01) bertempat di Gedung Rektorat Universitas Jember, pelantikan Dekan baru FMIPA telah dilangsungkan. Berdasarkan hasil pemberian pertimbangan oleh senat fakultas yang berupa pemungutan suara menyebutkan bahwa perolehan suara tertinggi adalah Dr. Kahar Muzakhar, S.Si., namun dekan FMIPA yang dilantik yaitu Drs . Sujito , Ph.D . yang memiliki selisih tiga suara. Hal ini menuai protes dari beberapa lini di FMIPA. Beberapa Senat fakultas, dosen, mahasiswa maupun karyawan memprotes dan menyayangkan mengenai kejadian ini. Seperti halnya Itok Dwi, mahasiswa kimia 2012, menganggap bahwa pemu

BUTA AKSARA di JEMBER

Ada tiga hal yang selalu didegungkan pemerintah terkait pembangunan pendidikan di Indonesia, yakni wajib belajar pendidikan dasar, rehabilitasi sekolah dan pemberantasan buta aksara. Namun pada kenyataannya sampai saat ini Indonesia masih belum berhasil  mengatasinya ketiganya, termasuk salah satunya Buta Aksara. Penyadang buta aksara di Indonesia  masih tergolong besar. Kriteria penyandang buta aksara yaitu buta aksara dan angka, buta bahasa Indonesia, dan buta pengetahuan dasar. tingginya angka putus sekolah dasar, beratnya geografis Indonesia. Menurut pemerintah  kesuliatan terbesar dalam pemberantasan buta aksara adalah karena tingginya angka putus sekolah dasar, beratnya geografis Indonesia, munculnya buta aksara baru, dan kembalinya seseorang menjadi buta aksara. a.    Buta aksara di jember Jawa timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi selatan dan Nusa tenggara Barat yang mencapai adalah urutan peringkat dari provinsi yang memiliki penyadang buta akasara terbesar di Indone

ANDROMEDA XIX Berlangsung Meriah

ALPHA-Mahasiswa berjoget bersama.(Foto: Maknun Alpha) ANDROMEDA XIX Berlangsung Meriah        ALPHA  - ANDROMEDA XIX  atau  Diesnatalis Himpunan Mahasiswa Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (HIMAFI ) ke-19 berlangsung meriah pada Sabtu (21/05) kemarin. Acara yang mengusung tema APOLLO ( Annual Party With Traditional Style ) itu diadakan di lapangan Fakultas MIPA dari pagi sampai malam. Pagi harinya diadakan jalan santai ( colour run) yang diikuti oleh semua warga fisika baik dosen maupun mahasiswa. Sedangkan pada malamnya merupakan puncak perayaan acara tersebut . Pembukaan puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh dosen Jurusan Fisika, Artoto Arkundato. Dengan me nampilkan beberapa lagu beat dan mengundang DJ sebagai guest star , Andromeda berhasil memukau tamu undangan yang sedang menikmati malam minggunya. Tak hanya guest star , malam puncak tersebut juga melibatkan peran aktif mahasiswa dari angkatan 2012 hingga 2015. Mer