PAPUMA WAH…!!!

Yupz! Sobat-sobat tahu ama pantai papuma bukan? Jika belum, mari ikuti petualangan penaku yang tercoreh melalui pengalaman indah di pantai papuma. Bersiap-siap untuk berkata wah, papuma indah!!! Tapi ingat, jangan sampek mulut mangap dan mata terbelalak, nanti kemasukan serangga tau rasa loh. he... 3x

Papuma adalah kepanjangan dari pantai pasir putih malikan. Papuma memiliki dua pantai indah yang berbeda yaitu pantai pasir putih dan pantai batu malikan. Dua pantai ini saling berdampingan, kayak penganten baru aja! Eit, jangan ngeres dulu, ini pantai loh..!

Secara gitu loh...! Dinamakan pantai pasir putih pasti karena pasirnya putih tapi asal kamu tahu aja ya! Pasir putih di papuma berbeda dengan pasir putih laennya. Pasir putih disana seperti pecahan mutiara yang terhampar indah sepanjang pantai, pasirnya nyata, bukan rekayasa tak ada yang sanggup membuatnya, hanya yang maha kuasa yang boleh mengakuinya karena cuma Dia yang Maha Pencipta segalanya. Cia,,, puitis buanget. Hal yang sangat mengagumkan lagi, pasir putih disana dilarang diambil oleh pengunjung atau siapapun saja, kata pak Wafi ketua papuma “hal ini di lakukan agar anak cucu kita juga dapat menikmati keindahan pasir putih disini. jika dibiarkan saja pasti akan banyak pengunjung yang membawa pulang pasir putih di sini, yang pada akhirnya pasir putih di sini akan habis, itu yang sangat kami khawatirkan”.

Percayakan kalau pasir putih di papuma sangat indah, sampek-sampek pengunjung dilarang mengambilnya toh walaupun hanya satu kilogram. Oia,bagi yang diketahui nyolong pasir, akan di kenakan denda oleh pihak pengelola pantai papuma. Makanya jangan suka nyolong ya…!

Pantai batu malikan adalah pantai yang sepanjang tepi pantainya dipenuhi oleh batu-batu. Dinamakan batu malikan karena ketika ombak besar, batu-batu itu akan berbolak-balik dan saling berbenturan satu sama lain. Jika kamu belum penah melihat batu yang hampir-hampir mengapung, kamu bisa melihatnya di pantai batu malikan. Ini gak dimiliki oleh pantai-pantai lain dimanapun, cuma ada di papuma. PAPUMA, Wah kan?

Sama halnya dengan di pasir putih, batu-batu di pantai malikan tidak boleh dijambret, he…3x. Emang dompet di jambret..! Dulu pernah ada orang dari Malang-Jatim mengambil batu berbentuk unik. Batu itu dibawa ke rumahnya tanpa sepengetahuan penjaga papuma. Beberapa hari kemudian, batu itu dikembalikan lagi ke tempat semula. Kabarnya selama batu itu ada di rumahnya, dia selalu bermimpi didatangi seseorang yang selalu berpesan agar batu itu dikembalikan lagi ke pantai selatan (papuma). Uh, mistis banget! Makanya jangan macem-macem klo kesana. Kita hanya boleh menikmati keindahan alamnya, bukan mencuri sesuatu yang ada di sana. Untung yang datang masih biasa aja, klo pas kayak sunder bolong atau pocong? Uh, seram!!!

Beberapa gunung batu yang ada di papuma:
Gunung pagar. Dinamakan gunung pagar karena deretan gunung itu menyerupai pagar. Tapi sayang seribu sayang, andai gunung itu di cat pasti sama persis dengan pagar beneran, tapi siapa yang sanggup melakukannya juga? Siapa yang tahu!!!

Gunung batu lawang. Gunung batu lawang adalah gunung batu yang ada di tengah pantai. Kata pak Wafi “di gunung batu lawang terdapat lawang (pintu) di bagian perut gunung. Pintu itu seperti sengaja di buat oleh seseorang tapi tidak pernah diketahui siapa yang membuatnya. Pintu itu berukuran cukup besar sehinga menyerupai sebuah gapura kerajaan. Eh, mungkin saja itu adalah pintu gerbang kerajaan Nyi Roro Kidul!

Siti inggil. Siti artinya tanah, inggil artinya tinggi. Jadi, siti inggil adalah tanah yang ada di atas. Siti inggil sangat dekat dengan pantai batu malikan, bahkan sangat jelas bila dilihat dengan mata telanjang. Pada dinding-dinding siti inggil terlihal bekas-bekas goresan akibat erosi air. Artinya, mungkin pada zaman dahulu, permukaan air laut di papuma mencapai puncak siti inggil yang berketinggian ± 200-300 meter di atas permukaan air laut.

Di papuma juga ada yang namanya gunung kajang, gua lowo, gua jepang dan lain-lain. Oia, suasana di sana sangat romantis bagi kaum muda-mudi yang sedang memadu kasih bersama sang tambatan hati. Tapi ingat, di sana tidak boleh melakukan yang enggak-enggak, Ngerti kan???

Salah satu mitos di papuma yaitu tidak boleh menggunakan baju merah, itu kata orang Situbondo, Bondowoso dan sekitarnya. Tapi beda lagi kata orang Probolinggo ke barat, jika ke papuma jangan memakai baju biru karena jika memakai baju biru maka akan terseret ombak. Namun, Adanya mitos tersebut dibantah oleh petugas penjaga papuma. Bahkan untuk meyakinkan pengunjung, semua penjaga pantai menggunakan kolaborasi baju berwarna merah dan biru. Jadi buat kamu-kamu yang takut sama mitos tersebut, sekarang gak perlu takut lagi karena semua itu hanya halusinasi belaka dan tidak ada nilai kebenarannya. Yang penting kamu patuhi rambu-rambu yang ada di sana. Pasti aman, ok!!!

Oia, tanggal 10 januari di papuma diadakan adat-istiadat larung sesaji. Upacara ini adalah upacara penghanyutan sesaji ke laut lepas. Tujuannya adalah untuk menghindarkan malapetaka bagi pengunjung dan bagi rakyat sekitar juga. Biasanya saat acara tersebut berlangsung banyak pengunjung yang berniat menyaksikannya, bahkan kebanyakan dari mereka berasal dari luar kota. Jika masih penasaran dan pengen tahu secara langsung kecantikan pantai papuma, kamu bisa datang kesana.
[Abdul Nasir 2009.Anak magang ALPHA]

About the author

Admin
Donec non enim in turpis pulvinar facilisis. Ut felis. Praesent dapibus, neque id cursus faucibus. Aenean fermentum, eget tincidunt.

0 komentar:

Copyright © 2013 LPMM ALPHA and Blogger Themes.