Langsung ke konten utama

Secercah Atmosfer PAPUMA

Kebisingan kendaraaan bermotor, kesemrawutan lalu lintas di tengah kota Jember sangatlah menyita kenyamanan hati. Kegiatan sehari-hari yang selalu memeras keringat dan kerja otak tersebut sejenak kita lepaskan dengan memalingkan pandangan kita ke sebelah selatan kawasan Jember, tidak lain adalah tempat wisata Watu Ulo dan Pantai Pasir Putih. Kedua kawasan wisata ini jaraknya sekitar 30 km bila ditempuh dari pusat kota Jember. Kita dapat berkunjung kesana kapan saja kita mau tanpa merogoh kocek terlalu dalam, tiket masuknya pun tidak terlalu mahal yakni Rp 7.500,00.

Pantai yang berada di sebelah selatan kabupaten jember ini lebih dikenal dengan sebutan PAPUMA (Pasir Putih dan Malikan). Tempat ini merupakan daerah wisata terkenal di Jember. Secara geografisnya PAPUMA terletak di perbatasan pulau jawa dengan samudra hindia sehingga pantai pasir putih ini mempunyai ombak yang lumayan tinggi. Hal ini menambah daya tarik dari pantai Pasir Putih ini sendiri. Tempat wisata ini tidak hanya diminati oleh turis domestik saja tapi turis asing pun kadang kala juga ikut meramaikan tempat ini.

Selain keindahan pantai, PAPUMA juga dapat memanjakan pandangan setiap pengunjung atau wisatawan yang datang karena di dalamnya terdapat juga pemandangan alam yang sangat indah dan alami yaitu daerah pegunungan yang tanamannya tumbuh secara alami tanpa ada campur tangan manusia. Hal ini menunjukan bahwa PAPUMA masih mempunyai udara yang bersih dan fresh. Tempat wisata yang mempunyai luas kurang lebih 18 hektar ini juga berfungsi sebagai hutan lindung. Di dalamnya terdapat beberapa binatang diantaranya biawak, budeng, ular, harimau dan kijang. Selain itu, pepohonan yang tumbuh secara alami di sini adalah serut, kepuh, akasia, trembesi, gebang, kesambi, bindung dan waru.

Tempat ini dapat dikatakan relatif aman dari bencana alam dan kecelakaan karena daerahnya yang mudah dijangkau oleh masyarakat sekitar dan mempunyai petugas keamanan sendiri. “Mengenai bencana tsunami yang terjadi di PAPUMA sampai saat ini terjadi sekali sekitar tahun 2005 tapi tidak terlalu besar hanya sampai ke mulut pantai saja,” ujar Tukimin 50 tahun (Polisi hutan). Pantai pasir putih ini keadaanya masih seperti dahulu, belum ada perubahan yang berarti akibat walu ada abrasi air laut. Keindahan pantai ini didukung oleh keindahan batu karang yang menjulang tinggi di tengah laut.

PAPUMA mempunyai petugas khusus untuk mengawasi keadaan hutan dan pantainya, untuk hutan sendiri diawasi oleh Polhut sedangkan pantainya diawasi oleh korlap pantai. Oleh karena itu, bagi para pengunjung atau wisatawan yang berniat berlibur ke PAPUMA tidak perlu khawatir, karena pantai ini termasuk tempat wisata yang aman selama mengikuti peraturan dan selalu berkoordinasi dengan petugas keamanan setempat.

Hutan dan pantai pasir putih ini masih di bawah pengawasan pemerintah daerah jember dan dilindungi oleh UU No 41 Th 1999. Undang-undang tersebut memberikan keterangan bahwa setiap orang yang mengambil kekayaan alam PAPUMA tanpa ada surat izin maka akan dikenai sanksi.[Nur Faizin dan Nisa 2009,Anak magang ALPHA]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan Oleh: Nurul Mahmuda K egaduhan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F MIPA ) terkait pelantikan dekan baru periode 2016-2020 sudah tercium sejak akhir 2015. Isu mengenai Rektor Universitas Jember (UNEJ) yang tidak melantik dekan dengan perolehan suara tertinggi menjadi fakta yang harus diterima oleh warga FMIPA. Kamis (14/01) bertempat di Gedung Rektorat Universitas Jember, pelantikan Dekan baru FMIPA telah dilangsungkan. Berdasarkan hasil pemberian pertimbangan oleh senat fakultas yang berupa pemungutan suara menyebutkan bahwa perolehan suara tertinggi adalah Dr. Kahar Muzakhar, S.Si., namun dekan FMIPA yang dilantik yaitu Drs . Sujito , Ph.D . yang memiliki selisih tiga suara. Hal ini menuai protes dari beberapa lini di FMIPA. Beberapa Senat fakultas, dosen, mahasiswa maupun karyawan memprotes dan menyayangkan mengenai kejadian ini. Seperti halnya Itok Dwi, mahasiswa kimia 2012, menganggap bahwa pemu

BUTA AKSARA di JEMBER

Ada tiga hal yang selalu didegungkan pemerintah terkait pembangunan pendidikan di Indonesia, yakni wajib belajar pendidikan dasar, rehabilitasi sekolah dan pemberantasan buta aksara. Namun pada kenyataannya sampai saat ini Indonesia masih belum berhasil  mengatasinya ketiganya, termasuk salah satunya Buta Aksara. Penyadang buta aksara di Indonesia  masih tergolong besar. Kriteria penyandang buta aksara yaitu buta aksara dan angka, buta bahasa Indonesia, dan buta pengetahuan dasar. tingginya angka putus sekolah dasar, beratnya geografis Indonesia. Menurut pemerintah  kesuliatan terbesar dalam pemberantasan buta aksara adalah karena tingginya angka putus sekolah dasar, beratnya geografis Indonesia, munculnya buta aksara baru, dan kembalinya seseorang menjadi buta aksara. a.    Buta aksara di jember Jawa timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi selatan dan Nusa tenggara Barat yang mencapai adalah urutan peringkat dari provinsi yang memiliki penyadang buta akasara terbesar di Indone

ANDROMEDA XIX Berlangsung Meriah

ALPHA-Mahasiswa berjoget bersama.(Foto: Maknun Alpha) ANDROMEDA XIX Berlangsung Meriah        ALPHA  - ANDROMEDA XIX  atau  Diesnatalis Himpunan Mahasiswa Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (HIMAFI ) ke-19 berlangsung meriah pada Sabtu (21/05) kemarin. Acara yang mengusung tema APOLLO ( Annual Party With Traditional Style ) itu diadakan di lapangan Fakultas MIPA dari pagi sampai malam. Pagi harinya diadakan jalan santai ( colour run) yang diikuti oleh semua warga fisika baik dosen maupun mahasiswa. Sedangkan pada malamnya merupakan puncak perayaan acara tersebut . Pembukaan puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh dosen Jurusan Fisika, Artoto Arkundato. Dengan me nampilkan beberapa lagu beat dan mengundang DJ sebagai guest star , Andromeda berhasil memukau tamu undangan yang sedang menikmati malam minggunya. Tak hanya guest star , malam puncak tersebut juga melibatkan peran aktif mahasiswa dari angkatan 2012 hingga 2015. Mer