Pindah Kelas untuk Pembelajaran yang Kondusif

Serasa ada nuansa baru menyambut awal perkuliahan mahasiswa disemester ini. Mahasiswa yang dahulu hanya kuliah dan berkutat di dalam jurusan atau fakultasnya sendiri, kini dimungkinkan untuk memiliki akses yang lebih luas. Pasalnya, sejak awal semester genap tahun ajaran ini pihak universitas telah menetapkan sebuah kebijakan baru, yaitu sharing universitas. Mungkin hal ini masih terasa cukup asing di telinga mahasiswa, sebab sejak dulu yang sering diberlakukan adalah sharing fakultas. Berbeda halnya dengan baru-baru ini, ketika pihak universitas memberlakukan kebijakan ini, maka para mahasiswa secara otomatis dimungkinkan untuk dapat melakukan perkuliahan dengan mahasiswa dari berbagai fakultas lain. Namun, tentunya hal ini tak berlaku untuk semua mata kuliah yang ditawarkan dalam jurusan terkait. Beberapa mata kuliah yang ditawarkan dalam program ini hanyalah mata kuliah umum, semisal pendidikan agama dan Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD).

Program ini mulai digulirkan melihat kenyataan keterbatasan ruang kuliah berbagai fakultas di Universitas Jember. Mengingat beberapa ruang kuliah di beberapa fakultas sudah dirasa sangat “menyesakkan”, maka pihak universitas mencoba mengatasinya dengan program sharing universitas. Bagi kita yang berada di Fakultas MIPA mungkin sesaknya ruang kuliah adalah sebuah fenomena yang tak pernah terjadi. Namun hal ini berkebalikan dengan beberapa fakultas yang memiliki mahasiswa dalam jumlah yang cukup besar dengan ruang kelas yang sangat terbatas, sebut saja Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan beberapa fakultas berpenduduk padat lainnya. Kenyataan inilah yang memaksa pihak universitas untuk turun tangan. Dengan diberlakukannya program ini diharapkan kegiatan perkuliahan tak lagi terkendala oleh minimnya ruang kelas. Selain itu, tentunya pihak universitas tak perlu lagi membangun berbagai gedung untuk mengatasi masalah krusial ini, cukup dengan sharing universitas maka mahasiswa akan mendapatkan kondisi belajar yang kondusif.

Senada dengan yang diungkapkan oleh Pembantu Dekan II Fakultas MIPA, drh.Wuryanti Handayani. Msi. Beliau menerangkan bahwa sharing universitas ini sesuai dengan yang telah ditetapkan, dimana akan dilaksanan suatu sistem terpadu yang efisien. Hal ini tentu saja dapat dilakukan mengingat bahwa gedung yang dimiliki oleh suatu fakultas bukanlah milik fakultas itu sendiri, melainkan tetap milik universitas sehingga nantinya tidak akan ada batasan antar fakultas yang satu dengan fakultas yang lain di universitas ini.

Kegiatan perkuliahan yang selama ini dilakukan di gedung Mas Soerachman dan R. Th. Soengedi merupakan bentuk persiapan Unej mengenai pemberlakuan BHP yang rencananya akan dilaksanakan sekitar tahun 2012-2016. BHP dititik beratkan pada masalah perubahan mekanisme dalam mengelola universitas itu sendiri. Oleh karena itu, sejak saat ini berbagai mekanisme mulai dibenahi, pemberlakuan sistem belajar mengajar yang lebih baik dan pengelolaan berbagai biaya praktikum adalah suatu langkah yang harus ditempuh.

Dengan penerapan sistem sharing universitas, maka diharapkan mahasiswa akan mengalami kondisi belajar yang memungkinkan, sehingga akan didapat hasil yang optimal. Kelas-kelas baru dalam sistem sharing universitas menawarkan sebuah terobosan baru untuk meningkatkan kinerja mahasiswa tanpa terbelit permasalahan ruang kelas. Peningkatan mutu yang nyata dari universitas diharapkan dapat menjadi sumber keberhasilan bagi mahasiswanya. Tentunya peningkatan potensi dan daya saing mahasiswa ini nantinya juga diharapkan dapat berpulang kembali bagi universitas. Kerjasama yang apik dibutuhkan di sini.[Mazia Ulfa]

About the author

Admin
Donec non enim in turpis pulvinar facilisis. Ut felis. Praesent dapibus, neque id cursus faucibus. Aenean fermentum, eget tincidunt.

0 komentar:

Copyright © 2013 LPMM ALPHA and Blogger Themes.