Langsung ke konten utama

Praktikum Kembali Bertumpu pada Mahasiswa

Praktikum adalah sebuah subsistem dari perkuliahan yang merupakan kegiatan terstruktur dan terjadwal. Disini mahasiswa diberi kesempatan untuk mengimplementasikan teori yang didapatnya di bangku kuliah, penerapan yang nyata ini begitu diharapkan agar segala sesuatu yang didapat di bangku perkuliahan tak hanya berlalu begitu saja. Selain itu, mahasiswa juga dapat menguasai keterampilan tertentu yang berkaitan dengan sebuah pengetahuan atau suatu mata kuliah.

Tentunya, dalam suatu praktikum dibutuhkan begitu banyak bahan dan alat yang digunakan, hal ini berbanding lurus dengan biaya yang dibutuhkan untuk tiap percobaan. Pada semester kali ini, praktikum dikenakan biaya pada mahasiswa angkatan 2009, pembayaran biaya ini dilakukan bersaman dengan pembayaran SPP. Tidak seperti 3 tahun sebelumnya, dimana para mahasiswa yang menempuh praktikum tidak dikenakan biaya.

Seluruh biaya tersebut kemudian akan langsung masuk ke rekening rektorat, bukan langsung pada fakultas ataupun jurusan yang bersangkutan. Namun pengolahan biaya praktikum ini berbeda dengan SPP, bila SPP digunakan untuk keperluan Universitas, uang praktikum disalurkan kembali ke masing-masing fakultas. Atas kesepakatan senat, uang praktikum kembali sebesar 70% saja, 30% masuk rekening universitas.

Pada semester depan dan untuk selanjutnya biaya praktikum akan dikenakan bagi semua mahasiswa. Hal ini berkenaan dengan berakhirnya dana dari PN UPF (operasional peralatan fungsional) yaitu dana dari pusat (pemerintahan) pada tahun 2008 kemarin. Berdasarkan pertimbangan tersebut, kemudian universitas mengenakan biaya untuk kegiatan praktikum. Bila dihitung-hitung secara rinci, sebenarnya uang yang dibayarkan tidak cukup untuk mengcover semua biaya praktikum. Dapat kita lihat dengan minimnya biaya yang dibebankan, ditambah lagi potongan 30% untuk kepentingan universitas, tentu saja merupakan jumlah yang tak dapat dibilang besar untuk menunjang segala kegiatan praktikum di MIPA.

Peraturan-peraturan baru juga telah diberlakukan untuk masalah biaya praktikum fakultas lain di MIPA. Pada tahun ini pihak fakultas tidak dapat menarik biaya langsung dari mahasiswanya, begitu juga mahasiswa dari fakultas lain yang menumpang di laboratorium MIPA.

Sebagaimana informasi yang kami dapatkan dari Drh.Wuryanti Handayani.Msi selaku Pembantu Dekan II, “dulu kalo anak-anak dari fakultas lain numpang praktikum itu bayar, sekarang tidak boleh menarik biaya langsung dari mahasiwanya,jadi tidak ada biaya tambahan ” .

Dikarenakan begitu banyaknya biaya praktikum yang dibutuhkan, oleh sebab itu praktikum harus benar-benar menunjang. Sehingga biaya yang dikeluarkan tidak sia-sia.“ Dana itu biasa kita sebut sebagai dana resorsering, yaitu dana bagian yang didapat dari fakultas yang numpang” , tambah Bu Wury.

Bu Wury juga mengatakan bahwa untuk tambahan biaya kita tidak dapat menaikkan biaya SPP. Padahal ini untuk peningkatan kualitas pendidikan. “Sebenarnya biaya ini telah menjadi tanggung jawab dari pihak pemerintah, masyarakat serta orang tua” jelasnya.

Untuk kelengkapan biaya proses pembelajaran, di ambil beberapa persen dari SPA juga SPP serta dari PHK. Namun ini semua belum bisa mengcover semua biayanya. Oleh karena itu MIPA belum ada tambahan fisik, dalam artian tidak dapat membangun tambahan fasilitas. “Resikonya MIPA ya seperti ini” papar Ibu Wury sembari mengakhiri wawancara kami.

Praktikum sangat penting bagi kita untuk peningkatan pemahaman teori. Oleh sebab itu diharapkan dengan adanya kegiatan ini mahasiswa akan lebih menguasai materi yang telah diberikan. Jika kita meninjau lagi dari besarnya biaya yang diperlukan untuk kelancaran berjalannya kegiatan ini, diharapkan kita bisa benar-benar serius dalam pelaksanannya. Agar waktu serta biaya yang telah dikeluarkan tidak sia-sia.[Fainani]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan Oleh: Nurul Mahmuda K egaduhan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F MIPA ) terkait pelantikan dekan baru periode 2016-2020 sudah tercium sejak akhir 2015. Isu mengenai Rektor Universitas Jember (UNEJ) yang tidak melantik dekan dengan perolehan suara tertinggi menjadi fakta yang harus diterima oleh warga FMIPA. Kamis (14/01) bertempat di Gedung Rektorat Universitas Jember, pelantikan Dekan baru FMIPA telah dilangsungkan. Berdasarkan hasil pemberian pertimbangan oleh senat fakultas yang berupa pemungutan suara menyebutkan bahwa perolehan suara tertinggi adalah Dr. Kahar Muzakhar, S.Si., namun dekan FMIPA yang dilantik yaitu Drs . Sujito , Ph.D . yang memiliki selisih tiga suara. Hal ini menuai protes dari beberapa lini di FMIPA. Beberapa Senat fakultas, dosen, mahasiswa maupun karyawan memprotes dan menyayangkan mengenai kejadian ini. Seperti halnya Itok Dwi, mahasiswa kimia 2012, menganggap bahwa pemu

BUTA AKSARA di JEMBER

Ada tiga hal yang selalu didegungkan pemerintah terkait pembangunan pendidikan di Indonesia, yakni wajib belajar pendidikan dasar, rehabilitasi sekolah dan pemberantasan buta aksara. Namun pada kenyataannya sampai saat ini Indonesia masih belum berhasil  mengatasinya ketiganya, termasuk salah satunya Buta Aksara. Penyadang buta aksara di Indonesia  masih tergolong besar. Kriteria penyandang buta aksara yaitu buta aksara dan angka, buta bahasa Indonesia, dan buta pengetahuan dasar. tingginya angka putus sekolah dasar, beratnya geografis Indonesia. Menurut pemerintah  kesuliatan terbesar dalam pemberantasan buta aksara adalah karena tingginya angka putus sekolah dasar, beratnya geografis Indonesia, munculnya buta aksara baru, dan kembalinya seseorang menjadi buta aksara. a.    Buta aksara di jember Jawa timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi selatan dan Nusa tenggara Barat yang mencapai adalah urutan peringkat dari provinsi yang memiliki penyadang buta akasara terbesar di Indone

ANDROMEDA XIX Berlangsung Meriah

ALPHA-Mahasiswa berjoget bersama.(Foto: Maknun Alpha) ANDROMEDA XIX Berlangsung Meriah        ALPHA  - ANDROMEDA XIX  atau  Diesnatalis Himpunan Mahasiswa Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (HIMAFI ) ke-19 berlangsung meriah pada Sabtu (21/05) kemarin. Acara yang mengusung tema APOLLO ( Annual Party With Traditional Style ) itu diadakan di lapangan Fakultas MIPA dari pagi sampai malam. Pagi harinya diadakan jalan santai ( colour run) yang diikuti oleh semua warga fisika baik dosen maupun mahasiswa. Sedangkan pada malamnya merupakan puncak perayaan acara tersebut . Pembukaan puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh dosen Jurusan Fisika, Artoto Arkundato. Dengan me nampilkan beberapa lagu beat dan mengundang DJ sebagai guest star , Andromeda berhasil memukau tamu undangan yang sedang menikmati malam minggunya. Tak hanya guest star , malam puncak tersebut juga melibatkan peran aktif mahasiswa dari angkatan 2012 hingga 2015. Mer