Jalur Masuk Unej 2010

Jalur seleksi penerimaan untuk mahasiswa baru angkatan 2010 telah dibuka. Masih sama tahun sebelumnya, jalur seleksi yang ditawarkan antara lain PMDK (Penelusuran Minat Dan Bakat), UM gel.1, UM gel. 2, dan SNMPTN. Adapun untuk jalur masuk SNMPTN tahun ini sedikit berbeda dari segi pendaftaran karena dilakukan secara online. Dari tahun ke tahun jumlah calon mahasiswa pendaftar perguruan tinggi, termasuk Univ.Jember selalu mengalami kenaikan. Banyak hal yang perlu dipertanyakan terkait jalur-jalur masuk Univ.Jember 2010, diantaranya pendaftaran SNMPTN secara online, kuota, grade dan UM (Ujian Masuk).

Optimalisasi Pendaftaran Online SNMPTN

Pendaftaran SNMPTN secara online, merupakan solusi dalam hal mengatasi adanya pertambahan jumlah pendaftar. Pak Dadang, Kasubag Registrasi dan Statistika Unej saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut belum bisa mengiyakan. Beliau mengaku belum diberitahu mengenai hal tersebut. Dari pertemuan di Jogja, Ketua Penyelenggara SNMPTN 2010 menyampaikan bahwa pengalihan pendaftaran SNMPTN dari manual ke online dimaksudkan sebagai upaya dalam menghadapi tuntutan zaman di era globalisasi seperti sekarang ini.

Hal tersebut merupakan ketentuan dari pusat sebagai upaya memaksimalkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi saat ini. Adapun segala informasi mengenai pendaftaran SNMPTN dapat dilihat dan diperoleh dengan jelas di situs www snmptn.ac.id.

Situs tersebut tersedia berbagai informasi mengenai SNMPTN, termasuk diantaranya buku panduan peserta, buku panduan informasi, serta video tutorial pendaftaran SNMPTN 2010. Biaya pendaftaran SNMPTN sebesar 150 ribu untuk kelompok IPS dan IPA, serta 175 ribu untuk IPC (IPS dan IPA). Biaya tersebut masih sama seperti biaya pendaftaran di tahun sebelumnya. Pembayaran hanya dilakukan melalui Bank Mandiri lewat Loket, ATM, atau internet banking.

Pak Dadang menambahkan, bahwa tahun ini belum bisa diprediksi secara pasti apakah akan terjadi kenaikan ataupun penurunan jumlah peserta SNMPTN. Beliau berharap kalau tahun ini jumlah peserta akan naik. Jika ditinjau dari tahun sebelumnya, jumlah peserta SNMPTN terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Jumlah peserta SNMPTN di Unej tahun lalu saja hampir mendekati angka 7000 orang. Adapun saat ini baru ada sekitar 2800 orang pendaftar via SNMPTN.

Kuota dan Grade

SNMPTN Unej 2010 menduduki persentase terbesar yang dipilih sebagai penyumbang jumlah mahasiswa baru, yaitu sekitar 40%, untuk UM 35%, PMDK 25%, dan sisanya untuk mahasiswa alih program, misalnya dari program D1 atau D3 ke S1.
Adapun kuota mahasiswa baru untuk setiap program studi yang ditawarkan berbeda-beda, tergantung kebijakan dan keputusan dari tiap pimpinan fakultas masing-masing. Jika di tahun sebelumnya ada 8000 mahasiswa yang diterima di Unej, maka 3200 mahasiswa berasal dari hasil SNMPTN, 2800 dari UM, dan 2000 dari hasil seleksi PMDK.

Masalah grade atau nilai SNMPTN sendiri, sehubungan dengan peluang diterima atau tidaknya seorang calon mahasiswa sendiri belum bisa dikonfirmasikan. Pak Dadang mengatakan, “masalah scoring ditangani oleh tim pusat”. Dalam hal ini, tampaknya pihak universitas menyerahkan persoalan tersebut kepada tim penilai, yang sistem penilaiannya dirahasiakan. Pihak universitas hanya bertugas memfasilitasi dan menyediakan tempat dan sarana untuk SNMPTN. Dalam statistik, setiap pendaftar yang ujian SNMPTN-nya di Unej, datanya akan dientri oleh UPT TI untuk menentukan dimana lokasi ruang yang akan digunakan pendaftar tersebut sewaktu ujian.

Berbeda dengan UM, sistem penilaiannya ditangani oleh pihak universitas. Dalam UM, nilai atau grade kelulusan akan disesuaikan dengan jurusan ataupun program studi pilihan calon mahasiswa. “Jadi untuk grade sendiri, baik untuk UM maupun SMPTN memiliki formula tertentu dalam seleksi calon mahasiswa.” ujar Pak Dadang. Akan tetapi, dari penjelasan tersebut diketahui bahwa calon mahasiswa akan disaring berdasarkan urutan dari “scoring” yang tertinggi ke rendah.

Dalam hal memenuhi kuota mahasiswa, ada isu bahwa sistem penyaringan yang berdasarkan urutan dari nilai yang tertinggi ke rendah dilakukan hanya untuk memenuhi kuota tersebut. Bahkan ada pula yang mengatakan bahwa ada diantara mahasiwa dengan nilai di bawah standar, namun tetap tersaring dengan sistem itu, Benarkah?

Menanggapi hal ini, Pak Dadang mengatakan bahwa selama ini, baik skor peserta UM maupun SMPTN yang tersaring selalu memenuhi skor standar yang ditentukan. Bahkan tahun lalu, banyak diantara calon mahasiswa yang memiliki skor baik tetapi masih ikut terpotong kesempatannya sebagai mahasiswa Unej, terkait kuota yang diberikan dari masing-masing jurusan ataupun program studi di Unej. Jadi tentu saja isu tersebut tidak sepenuhnya benar.

Aplikasi UM

Dalam banyak hal, pentingnya diberlakukan ujian masuk atau UM di Unej sendiri masih sangat perlu dipertanyakan, apalagi hingga dilaksanakan sebanyak dua gelombang. Padahal diberlakukannya SNMPTN sendiri sebagai salah satu jalur seleksi mahasiswa baru agaknya sudah cukup bisa dipilih sebagai jalur seleksi utama. Tentu saja hal tersebut diwujudkan dengan tidak menyertakan UM sebagai pilihan dalam menyeleksi calon mahasiswa. Jika diwujudkan hal tersebut tentu akan banyak menghemat biaya, tenaga, waktu, dan tempat.

Konfirmasi mengenai hal tersebut, Pak Dadang menyatakan bahwa pengadaan UM sendiri sebenarnya merupakan keputusan dari pimpinan. Dengan diadakannya UM, pihak universitas bermaksud memberi kesempatan khusus kepada putra-putri daerah agar bisa berkuliah di Unej. Jadi sebagai bentuk pengabdian pada daerah, maka diadakanlah UM. Dengan begitu, diharapkan dari calon mahasiswa yang diterima maka masih terdapat banyak mahasiswa yang berasal dari daerah lokal.

Dengan kata lain, UM dimaksudkan sebagai bentuk seleksi lokal. UM secara umum ditunjukkan khusus bagi calon mahasiswa dari Jember dan sekitarnya. Kita ketahui daerah yang cukup dekat menjangkau adalah daerah Sekaresidenan Besuki lainnya seperti Banyuwangi, Situbondo, dan Bondowoso. Berbeda dengan SNMPTN yang merupakan even nasional, sehingga setiap orang di seluruh Indonesia berkesempatan tersaring dalam SNMPTN. Hal itu tentu memperkecil kesempatan calon mahasiswa daerah untuk diterima bahkan di Perguruan Tinggi dari daerahnya sendiri.

UM gelombang pertama dimaksudkan untuk menyeleksi lebih awal, yaitu untuk menyeleksi mahasiswa yang ingin secepatnya terseleksi sebagai mahasiswa UNEJ. Biasanya agenda UM pertama dilaksanakan sebelum ujian SNMPTN. Pada tahun 2010 berbeda, karena jadwal ujian SNMPTN maju mendahului ujian UM. Tetapi hal ini diantisipasi oleh pihak universitas dengan mengumumkan hasil UM sebelum hasil ujian SNMPTN diumumkan.

Setelah ujian SNMPTN, barulah UM gelombang kedua dilaksanakan. Adapun UM kedua ini dimasukkan untuk memberi kesempatan kembali bagi calon mahasiswa lokal yang tidak merasa yakin akan kelolosannya dalam SNMPTN ataupun tidak terseleksi dalam UM pertama sebelumnya.

Adapun pada mahasiswa yang masuk melalui jalur seleksi UM, maka biaya studi yang dibebankan akan lebih besar. Hal ini dikarenakan pemerintah tidak memberikan subsidi kepada mahasiswa yang diterima melalui jalur seleksi UM sebab pengadaan UM merupakan inisiatif pihak universitas.

Pak Dadang juga menginformasikan bahwa mulai tahun ini biaya studi bagi mahasiswa baru termasuk SPP dan sebagainya mengalami kenaikan pada bidang studi eksak. Sedangkan untuk studi non-eksak belum mengalami kenaikan.

Faktor-faktor yang mengakibatkan kenaikan biaya studi bidang eksak saat ini belum bisa dikonfirmasi. Namun perlu ditekankan disini bahwa setiap kebijakan yang diambil oleh pihak universitas haruslah melalui pertimbangan yang matang serta dapat dipertanggungjawabkan, terkait UM, SNMPTN, dan PMDK. Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan apalagi pendidikan tinggi, maka jalur-jalur masuk Perguruan Tinggi bagi kalangan yang kurang apalagi tidak mampu berhak untuk diberikan lebih karena itu telah tercantum dalam Undang-Undang Dasar.[Jaka Hendari dan Ahmad Budi P]

About the author

Admin
Donec non enim in turpis pulvinar facilisis. Ut felis. Praesent dapibus, neque id cursus faucibus. Aenean fermentum, eget tincidunt.

0 komentar:

Copyright © 2013 LPMM ALPHA and Blogger Themes.