Peran LBB dalam Menunjang Siswa Mengikuti SNMPTN

Dalam pembelajaran di sekolah, kita dihadapkan dengan sejumlah karakteristik siswa yang beraneka ragam. Ada siswa yang dapat menempuh kegiatan belajarnya secara lancar dan berhasil tanpa mengalami kesulitan, namun disisi lain tidak sedikit pula siswa yang justru dalam belajarnya mengalami berbagai kesulitan. Kesulitan belajar siswa ditunjukkan oleh adanya hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar, dan dapat bersifat psikologis, sosiologis, maupun fisiologis, sehingga pada akhirnya dapat menyebabkan prestasi belajar yang dicapainya berada di bawah semestinya.
Bimbingan Belajar (Bimbel) adalah pilihan alternatif dalam mengatasi masalah pembelajaran, yang dikarenakan kurangnya efektifitas sistem pembelajaran di sekolah-sekolah pada umumnya. Ketidak-efektifan sistem pembelajaran di sekolah ada banyak faktor, misalnya karena dikejar oleh waktu serta modul-modul yang telah disusun dan harus selesai pada waktu yang telah ditentukan. Serta ketidak-kondusifan suasana di dalam kelas karena kuotanya yang banyak, sehingga para guru tidak dapat mengontrol semua muridnya. Hal ini menyebabkan para pelajar tidak leluasa dan kurang puas dalam memahami mata pelajaran yang disampaikan.
Apa itu Lembaga Bimbingan Belajar (LBB)
Pada era sekarang ini kita telah terbantu dengan dikenalkannya dengan yang namanya bimbingan belajar atau biasa kita singkat dengan bimbel. Semakin tahun beraneka ragam bimbel semakin bermunculan bak jamur di musim hujan. Dari SSC (Sony Sugema College) ,GO (Ganesha Operation), Primagama, dll dengan berbagai macam metode pengajaran praktis yang ditawarkan. Pada dasarnya sistem pembelajaran lebih menitik-beratkan pada cara praktis dalam menyelesaikan soal-soal.
Lembaga Bimbingan Belajar atau yang lebih dikenal dengan LBB, merupakan salah satu tempat untuk mengasah kembali otak yang mungkin saja telah tumpul setelah lama menutup buku usai UNAS. Berbagai program ditawarkan untuk menunjang kelayakan seseorang agar diterima di perguruan tinggi ternama. LBB yang bisa di bidik sebagai primadona ada bermacam-macam. Dari sudut Mastrip saja telah terpampang nama “Galileo”. Searah dengan kampus Universitas Jember di jalan Kalimantan telah dijemput plang bertuliskan “SSC”,dan arah menuju stasiun bertengger pula “Primagama”.
Dengan biaya lima ratus ribu hingga satu juta atau bahkan lebih dari itu untuk tiap LBB, setiap orang tua harus siap-siap merogoh uang dari hasil tabungan untuk biaya pendidikan anak-anak mereka. Harga tersebut cukup mahal mengingat penyelenggaraan bimbingan yang hanya ditempuh dalam waktu satu hingga satu bulan setengah. Namun, bagi beberapa orang tua tentu tak berkeberatan karena kebanyakan dari mereka yakin bahwa putra-putri mereka akan mendapat sistem pengajaran yang bagus dan profesional sehingga dapat menembus ujian saringan masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia.
Sistim Pembelajaran di LBB
Berbagai program ditawarkan untuk menunjang kelayakan seseorang agar diterima di perguruan tinggi ternama. Sebut saja Test bakat dan Dermatogliphics Multiple intelligent (DMI), merupakan salah satu progam unggulan dari Primagama, LBB terkemuka di Indonesia yang telah mendapat penghargaan Super Brand. DMI ini merupakan sejenis tes sidik jari dimana dari tes ini seseorang dapat mengetahui tingkat kecerdasan dari masing-masing individu sehingga dapat diketahui dibidang mana orang tersebut dapat mengukir prestasi. “DMI ini diselenggarakan berdasarkan kerjasama langsung dari singapura dan satu-satunya yang ada di LBB Indonesia, keistimewaan dari tes sidik jari ini dapat dipakai meski sudah bekerja dan bahkan berlaku seumur hidup” Tutur Mbak Dewi yang menjabat selaku kepala LBB Primagama yang terletak di Jalan Pb. Sudirman No.26 Jember.
Triati Siswartini, admistrasi keuangan di SSC menyatakan bahwa program unggulan yang menjadi senjata pamungkas dan tentunya berbeda dengan LBB-LBB yang lainnya yaitu program P-Class dan Full Day Class. Dalam P-Class, jumlah tatap muka lebih banyak yaitu satu hari , 1 hingga 4 mata pelajaran dan maksimal siswa yang ada dibatasi hingga duapuluh orang saja. Sedangkan untuk Full Day Class tatap muka dimulai dari jam tujuh pagi hingga jam sembilan malam. Hari jumat, sabtu dan minggu khusus disediakan untuk try out dan keistimewaan hari minggu try out dilakukan di wilayah kampus UNEJ. Dalam hal ini, SSC telah menggaet berbagai fakultas antara lain Farmasi, Pertanian, Hukum dan lain-lain. Try Out kampus ini dimaksudkan untuk melatih mental dari para siswa yang notabene memiliki kecenderungan untuk down terlebih dahulu saat menghadapi ujian ditempat lain, apalagi di kampus, yang mungkin saja akan menjadi sasaran mereka untuk masuk kuliah.
Tak hanya itu, LBB Galileo yang berlokasi di Jalan Mastrip No. 6A juga memiliki jurus andalan dalam memikat para siswa yang ingin memilih tempat untuk merangsang kemampuan kognitif otak mereka. Sebut saja Pak A.A Ghani, Pak Edy Wihadjo, Bu Widji Utami, Bu Agusningrum dan Dr.Sudarti M.Kes, mereka merupakan para dosen Univ.Jember yang turut aktif membantu mengajar di LBB tersebut. Tentunya keberadaan LBB Galileo akan semakin diakui dengan kehadiran master-master dari kalangan kampus tersebut.
Fungsi LBB untuk menghadapi SNMPTN
Bulan Juni, bagi sebagian orang hanya merupakan bulan yang biasa saja. Namun, di bidang pendidikan bulan ini dapat diartikan sebagai momentum dari perjuangan hidup dan mati seseorang. Pasalnya, di bulan inilah diselenggarakannya SNMPTN, sebuah ujian masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia. Meski bukan jaminan pasti sukses kalo sudah menempuh pendidikan di bangku kuliah, bukan jaminan pula langsung dapat kerja tetapi sebagian banyak orang berpendapat bahwa dengan kuliah akan memperoleh pengakuan yang sesuai di masyarakat. Miris memang! Seakan-akan orang yang tidak berpendidikan bukan dianggap sebagai manusia, tapi inilah kenyataan yang telah tertancap dalam substansi-subtansti otak masyarakat saat ini.
LBB dapat dikatakan sebagai magnet yang dapat menarik perhatian masyarakat, terutama siswa yang baru dinyatakan lulus UAN. Angga misalnya, salah satu lulusan SMAN 1 Sangata Utara, Kalimantan Timur memilih Galileo sebagai alternatif menimba ilmu dengan argumen agar lebih mudah mengerjakan soal SNMPTN.
Berbeda dengan Angga, Laila condong ke Primagama karena menurutnya lebih berpengalaman dan meyakinkan. “Selain itu, belajarnya lebih enak karena punya trik-trik jitu untuk menyelesaikan soal atau yang lebih dikenal dengan “Smart Solution” dan suasananya tidak terlalu formal sehingga memudahkan untuk komunikasi dan konsultasi”, Tutur siswa lulusan SMA Nurul Jadid ini.
Bagi Dyah dan Selvi, SSC merupakan pilihan terbaik guna mempersiapkan ujian secara matang. “SSC bagus, buku panduannya berbobot, setiap hari dapat PR atau pekerjaan rumah sehingga mengharuskan kita untuk belajar” Kata Selvi dengan penuh keyakinan. “Tak hanya itu saja, SSC fasilitasnya sangat memadai, ruangan full AC, internet gratis dan bebas konsultasi kapan saja” Dyah ikut menambahi. Berbagai pendapat tersebut tentu semakin memperkuat kiprah dari LBB-LBB tersebut untuk berkompetisi secara baik demi membantu mencerdaskan kehidupan bangsa.
Adakah jaminan dari pihak LBB jika gagal mengikuti SNMPTN? Sebagian besar narasumber LBB-LBB menyatakan bahwa tidak ada jaminan.
“Layanan diberikan terbaik, setiap saat di motivasi dan diberikan waktu tambahan untuk konsultasi bertanya apabila mengalami kesulitan dalam belajar atau memahami soal. Jadi, bila siswa yang mengikuti bimbingan gagal masuk SNMPTN itu dikarenakan tingkat kemampuan siswa yang berbeda-beda. Selain itu, biasanya anak tersebut kurang aktif bertanya pada pembimbing atau lebih berkesan vakum” Ujar Mbak Triati yang juga merangkap sebagai tentor (panggilan tenaga pengajar di LBB SSC).
Pihak Galileo sendiri yang diwakili oleh Mbak Sofi juga menegaskan bahwa kegagalan siswa yang ikut SNMPTN disebabkan kurang aktif dan seriusnya anak dalam mengikuti bimbingan, pelajaran yang diterima di LBB belum diajarkan di sekolah akibatnya siswa menjadi malas mengikuti kegiatan belajar mengajar. Hal ini biasanya terjadi pada anak yang memiliki background keluaran dari SMK/SMEA dan STM.
Penjelasan Mbak Dewi yang bernaung di Primagama menuturkan bahwa sebenarnya telah ada program jaminan bagi anak yang ingin sukses masuk SNMPTN sesuai dengan pilihan jurusan dan PTN yang digandrunginya. Hanya saja, pola bimbingan seperti ini masih berkutat di sekitar kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Jogyakarta. Dengan tuntutan bahwa anak yang diajar harus dapat meraih posisi final dalam SNMPTN, maka bila LBB tersebut lalai dalam memenuhi tugasnya uang bimbingan akan dikembalikan. Keistimewaan seperti ini tentu menyertakan berbagai persyaratan diantaranya, biaya yang dikeluarkan meningkat sepuluh kali lipat atau bahkan lebih dari itu hingga mencapai jutaan rupiah. Tapi biaya yang dihabiskan sebanding dengan sarana dan penunjang yang disediakan karena intensitas pertemuan akan jauh lebih tinggi. Kalau dalam LBB standart, waktu pertemuan dalam sehari hanya empat jam, dalam sistem ini bisa berlipat ganda menjadi delapan jam. Selain itu, pemantauan belajar anak lebih diintensifkan karena setiap saat anak selalu didampingi dan di motivasi. Tak hanya itu, anak yang dibimbing, tidak perlu susah-susah mendatangi tempat bimbingan, tenaga tentorlah yang diwajibkan untuk berkunjung pada siswa yang di akan belajar. Untuk Primagama yang berdomisili di Jember sebenarnya telah menyediakan fasilitas tersebut. Sayangnya belum ada peminatnya.
Keberadaan LBB hanya membantu pola belajar siswa, sedangkan penentunya adalah siswa itu sendiri. Karena tingkat keberhasilan pada akhirnya berada di mereka sendiri. Bukti dari sekian banyak LBB yang ada di Indonesia, yang lolos masuk perguruan tinggi negeri belum lah signifikan. Banyak juga yang memutuskan untuk kuliah di PTS dan selebihnya memilih menunggu tahun berikutnya untuk mengulang ujian. “Jer Basuki Mawa Beo” kalau ingin pintar dalam menuntut ilmu maka tak ada yang gratis semua harus membayar. Slogan yang masih dipakai oleh seluruh Lembaga Pendidikan saat ini. [Kiki Puji Setianingrum dan Fainani]

About the author

Admin
Donec non enim in turpis pulvinar facilisis. Ut felis. Praesent dapibus, neque id cursus faucibus. Aenean fermentum, eget tincidunt.

0 komentar:

Copyright © 2013 LPMM ALPHA and Blogger Themes.