Manajemen Redaksi


Salam Persma.....
Perlu diketahui bahwa....berjalannya suatu lembaga pers ternyata tak hanya mengacu pada proses redaksi, yang dimulai dari proses hunting sampai printing saja. Sebagai sebuah organisasi, lembaga pers juga memerlukan pengaturan manajemen secara umum. Manajemen redaksi pers mahasiswa sendiri adalah : keseluruhan dari proses pengaturan sumber daya dalam melakukan kinerja penerbitan (menyangkut  bidang tulis-menulis) ataupun pola pengaturan  dari kinerja redaksi  yang terdapat dalam lingkup aktivitas pers mahasiswa.
Lembaga pers biasanya di pimpin oleh pimpinan umum (General Manager). Dibawahnya terdapat pemimpin redaksi (manajer  redaksi) dan pemimpin usaha atau koordinator dana usaha (marketing manajer).  Kedua bidang ini, memiliki job descriptions yang berbeda dan terpisah. Tapi keduanya saling mempengaruhi  dan saling mengisi. Redaksi dapat dianggap sebagai ”jantung” dari lembaga pers manapun, sedangkan dana usaha atau marketing,  sebagai ”darahnya”. Keduanya sangat penting dan tidak bisa dipisahkan dalam manajemen global suatu lembaga pers. Redaksi memiliki tugas meliput, menyusun, menulis, atau menyajikan informasi berupa berita, opini, atau feature sampai akhirnya tercipta produk media. Orang-orangnya disebut wartawan alias kuli tinta.
Bagian Redaksi dikepalai oleh seorang Pemimpin Redaksi. Di bawah Pemred biasanya ada Wakil Pemred yang bertugas sebagai pelaksana tugas dan penanggungjawab sehari-hari di bagian redaksi. Pemred/Wapemred membawahkan seorang atau lebih Redaktur Pelaksana yang mengkoordinasi para Redaktur (Editor), Koordinator Reporter (jika diperlukan), para Reporter dan Fotografer, Koresponden, dan Kontributor. Termasuk Kontributor adalah para penulis lepas (artikel) dan kolomnis. Bagian lain yang terkait dengan bidang keredaksian adalah Pracetak yang membidangi tugas Desain Grafis (Setting, Lay Out, dan Artistik) serta Perpustakaan dan Dokumentasi. Dalam hal tertentu, bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang) dapat masuk ke bagian Redaksi.


1)     Pemimpin Umum (General Manager)
Bertanggung jawab atas keseluruhan jalannya penerbitan pers, baik ke dalam maupun ke luar. Ia dapat melimpahkan pertanggungjawabannya terhadap hukum kepada Pemimpin Redaksi sepanjang menyangkut isi penerbitan (redaksional) dan kepada Pemimpin Usaha sepanjang menyangkut pengusahaan penerbitan.
2)     Pemimpin Redaksi (Editor in Chief)
Bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian sehari-hari. Ia harus mengawasi isi seluruh rubrik media massa yang dipimpinnya. Di suratkabar mana pun, Pemimpin Redaksi menetapkan kebijakan dan mengawasi seluruh kegiatan redaksional. Ia bertindak sebagai jenderal atau komandan yang perintah atau kebijakannya harus dipatuhi bawahannya. Kewenangan itu dimiliki katena ia harus bertanggung jawab jika pemberitaan medianya ”digugat” pihak lain.
Pemimpin Redaksi juga bertanggung jawab atas penulisan dan isi Tajukrencana (Editorial) yang merupakan opini redaksi (Desk opinion). Jika Pemred berhalangan menulisnya, lazim pula tajuk dibuat oleh Redaktur Pelaksana, salah seorang anggota Dewan Redaksi, salah seorang Redaktur, bahkan seorang Reporter atau siapa pun — dengan seizin dan sepengetahuan Pemimpin Redaksi— yang mampu menulisnya dengan menyuarakan pendapat korannya mengenai suatu masalah aktual.
3)     Dewan Redaksi
Biasanya beranggotakan Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi dan Wakilnya, Redaktur Pelaksana, dan orang-orang yang dipandang kompeten menjadi penasihat bagian redaksi. Dewan Redaksi bertugas memberi masukan kepada jajaran redaksi dalam melaksanakan pekerjaan redaksional. Dewan Redaksi pula yang mengatasi permasalahan penting redaksional, misalnya menyangkut berita yang sangat sensitif atau sesuai-tidaknya berita yang dibuat tersebut dengan visi dan misi penerbitan yang sudah disepakati.
4)     Redaktur Pelaksana, (Managing Editor)
Tanggung jawabnya hampir sama dengan Pemred, namun lebih bersifat teknis. Dialah yang memimpin atau terjun langsung dalam aktivitas peliputan dan pembuatan berita oleh para reporter dan editor.
5)     Editor
Bertugas melakukan editing atau penyuntingan, yakni aktivitas penyeleksian dan perbaikan naskah yang akan dimuat atau disiarkan. Di internal redaksi, mereka disebut Redaktur Desk (Desk Editor), Redaktur Bidang, Redaktur Media, atau Redaktur Halaman karena bertanggung jawab penuh atas isi rubrik tertentu dan editingnya. Seorang redaktur biasanya menangani satu rubrik, misalnya rubrik ekonomi, luar negeri, olahraga, dsb.
6)     Redaktur Pracetak
Setingkat dengan Redaktur/Editor adalah Redaktur Pracetak atau Redaktur Artistik. Ia bertanggung jawab menangani “Naskah Siap Cetak” (All In Hand/All Up) dari para redaktur, yaitu semua naskah berita yang sudah diturunkan ke percetakan dan sudah diset bersih, desain cover dan perwajahan (tata letak, lay out, artistik), dan hal-ihwal sebelum koran dicetak. Posisi ini biasanya dirangkap pemred.
Bagian lain di yang berada di bawah koordinasi Redaktur Pracetak adalah copy editor. Dia bertugas mengetik naskah yang akan dimuat membenarkan bahasa jurnalistiak sesuai degan karakter medianya. Termasuk tugas mengoreksi (membetulkan) kesalahan ketik pada naskah yang siap cetak.
1)     Reporter
Merupakan ”prajurit” di bagian redaksi. Mencari berita lalu membuat atau menyusunnya, merupakan tugas pokoknya.
2)     Fotografer (wartawan foto atau jurupotret)
Tugasnya mengambil gambar peristiwa atau objek tertentu yang bernilai berita atau untuk melengkapi tulisan berita yang dibuat wartawan tulis. Ia merupakan mitra kerja yang setaraf dengan wartawan tulisan (reporter).
Jika tugas wartawan tulis menghasilkan karya jurnalistik berupa tulisan berita, opini, atau feature, maka fotografer menghasilkan Foto Jurnalistik (Journalistic Photography, Photographic Communications). Fotografer menyampaikan informasi atau pesan melalui gambar yang ia potret. Fungsi foto jurnalistik antara lain menginformasikan (to inform), meyakinkan (to persuade), dan menghibur (to entertain).
3)     Koresponden (correspondent) atau wartawan daerah
Yaitu wartawan yang ditempatkan di negara lain atau di kota lain (daerah), di luar wilayah di mana media massanya berpusat.
4)     Kontributor atau penyumbang naskah/tulisan
Secara struktural tidak tercantum dalam struktur organisasi redaksi. Ia terlibat di bagian redaksi secara fungsional. Termasuk kontributor adalah para penulis artikel, kolomnis, dan karikaturis. Para sastrawan juga menjadi kontributor ketika mereka mengirimkan karya sastranya (puisi, cerpen, esei) ke sebuah media massa.
5)     Wartawan Lepas (Freelance Journalist)
Juga termasuk kontributor. Wartawan Lepas ini tidak terikat pada media massa tertentu, sehingga bebas mengirimkan berita untuk dimuat di media mana saja, dan menerima honorarium atas tulisannya yang dimuat.
6)     Penelitian dan Pengembangan (Litbang)
Litbang memantau perkembangan sebuah penerbitan, survei pembaca, dan memberikan masukan-masukan bagi pengembangan redaksional dan bagian lainnya, termasuk pembinaan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia.



Penerbitan Media Pers dan Keredaksionalan

Untuk menerbitkan suatu media, misalnya buletin atau majalah. Tentukan lembaga penerbit beserta jajaran redaksinya. Untuk media online, paling tidak disertai dengan identitas penulis ataupun lembaganya. Jangan membuat “media gelap” yang tidak jelas asalnya. Tahapan sederhana dalam penerbitan media antara lain:
1.) Menyusun Visi dan Misi. Biasanya, secara redaksional dituangkan dalam moto. Secara ringkas, visi menjawab pertanyaan mengapa media itu harus diterbitkan, untuk alasan apa, dan idealisme apa yang melatarbelakanginya. Sedangkan misi merupakan target, sasaran, atau tugas yang diemban oleh media tersebut.
2.) Menentukan nama media (nameplate), sesuai dengan visi dan misi.
3.) Menentukan rubrikasi dan kriteria berita/tulisan yang akan dimuat atau kebijakan redaksi (editorial policy).
4.) Menyusun organisasi redaksi dan pemasaran/distribusi. SDM yang dilibatkan/direkrut mestilah mereka yang mengerti jurnalistik dan bisnis media massa. Untuk buletin, minimal ada pemimpin redaksi dan redaktur, serta bagian usaha (distribusi dan iklan/marketing) .
5.) Buat jadwal kerja, mulai dari rapat redaksi hingga cetak. Ikuti alur kerja berikut: News Planning (rapat redaksi, membahas rencana isi buletin, misalnya tiap tanggal 1 sekaligus evaluasi edisi sebelumnya); News Hunting (pengumpulan data atau bahan-bahan tulisan, bisa melalui wawancara atau studi literatur), News Writing (pengolahan bahan tulisan menjadi tulisan alias menulis naskah), News Editing (penyuntingan naskah, koreksi, dan penyesuaian naskah dengan space/kolom yang tersedia), lalu masuk ke Graphic Design (layout, artistik, ilustrasi), dan masuk ke percetakan (Printing).  Lalu bagian distribusi , diadakan evaluasi produk, sirkulasi/penyebaran media, dan evaluasi feedback dari pembaca . Simpelnya:
Rapat redaksi/planning – hunting – reporting – writing – editing ­–  lay out – finishing dan cetak
6.) Dengan alur kerja itu, sekolah atau kuliah tidak akan terganggu. Tentukan saja jadwalnya, misalnya rapat redaksi tiap tgl 1, deadline tgl 20, edit tgl 21-22, layout tgl 22-24, masuk percetakan tanggal 25-26, beres. Hal penting yang perlu menjadi perhatian utama adalah kepatuhan masing-masing individu terhadap deadline yang telah diberikan. Disisi lain hal yang menjadi faktor pendukung adalah motivasi diri, integritas dan kemauan belajar dari diri sendiri. Karena setiap pembagian tugas mencerminkan amanah dan kepercayaan yang telah diberikan pada kita. Maka lakukan semaksimal mungkin, deadline merupakan sebuah representasi toleransi kita atas kemalasan diri. Maka, lakukan yang terbaik, bangkit, dan mulailah kerja jurnalis kita.
Jika pemahaman manajemen di atas dapat diterapkan, optimisme untuk menjadikan suatu lembaga pers tetap bertahan serta mampu mewujudkan visi misinya dapat tercapai.


Terimakasih...SELAMAT BERPROSES.... 4U, 4us, 4all, 4Ever............
*disampaikan pada PJTD VI LPMM ALPHA 18-19 Februari 2012

About the author

Admin
Donec non enim in turpis pulvinar facilisis. Ut felis. Praesent dapibus, neque id cursus faucibus. Aenean fermentum, eget tincidunt.

0 komentar:

Copyright © 2013 LPMM ALPHA and Blogger Themes.