Tak Terbendungnya Pembangunan Mini Market (Mini Market Dimana-mana, Kios Kemana....)

          Sejak tahun 2010 sampai sekarang, semakin banyak toko swalayan atau yang biasa kita kenal dengan dengan mini market (pasar modern) yang dibangun tanpa terkendali. Banyak mini market yang dibangun tanpa memperhitungkan sebab akibat dari pembangunannya nati. Akibat yang timbul dari membeludaknya pembangunan mini market (pasar modern) yaitu terancamnya eksistensi dan keberadaan dari pasar tradisional atau kios (pedagang kaki lima). Mini market atau toko swalayan mini tentu jadi pilihan utama, karena suasana yang lebih dingin, lebih bersih, dan lebih nyaman ketimbang warung biasa atau kios di pasar tradisional. Soal harga, selisihnya juga tak lagi terlalu besar apalagi belakangan ini mini market banyak menggelar aksi diskon besar-besaran atau promo yang tidak lain untuk menggiring konsumen supaya berbelanja di mini market. Secara tidak langsung pasar modern (mini market) telah menyedot pembeli yang selama ini terbiasa belanja dipasar-pasar tradisional, warung biasa dan kios di pasar tradisional. Diperkirakan, setiap berdiri satu minimarket, maka paling tidak ada 15 pedagang di pasar tradisional yang kehilangan pembelinya.
        Melihat percepatan pertumbuhan mini market atau toko swalayan perlu kiranya pemerintah turun tangan untuk mengerem pertumbuhan mini market tersebut dalam mengatur dan sekaligus memberikan pengertian kepada para pengusaha-pengusaha yang mempunyai modal besar dan akses tak terbatas agar lebih bertoleransi dalam berusaha. Karena ini juga menyangkut hajat hidup orang banyak. seperti perbandingan yang disebutkan diatas bahwa perbadingannya ialah 1 banding 15, maka 1 mini market dibangun akan mengancam 15 toko tradisional dalam berusaha. Walaupun toko modern juga menciptakan lapangan kerja baru, namun lapangan kerja itu membuat mati lapangan kerja yang lain.
          Banyaknya minimarket yang berdiri menimbulkan kecurigaan adanya oknum pejabat Pemerintah yang terlibat di dalamnya. Ada kurang lebih tiga puluh kasus yang melibatkan persaingan tidak sehat antara pasar tradisional (kios) dengan minimarket. Sayangnya pemerintah acuh tak acuh atas permasalahan tersebut. Salah satu aturan yang sering dilanggar yaitu tentang zonasi (minimarket harus berada minimal 0,5 km dari pasar tradisional) sebagaimana yang terancam dalam Pasal 10 Perda Perpasaran. Hal ini tentu saja mengancam hak hidup pedagang tradisional karena harus bersaing dengan pemodal besar.
          Alasan pemerintah memberi izin pendirian kepada pasar modern atau minimarket dengan harapan bisa bersinergis dengan pengembangan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Pasar modern juga harus berkontribusi aktif dalam pengembangan pelaku usaha kecil mikro di daerah ini. Namun, dalam kenyataannya, minimarket berebut lahan dengan pengusaha kecil. Seharusnya pasar modern mempunyai kewajiban melindungi pasar-pasar yang ada di sekitarnya dan harus membuat pasar menjadi kondusif, pernyataan ini disebutkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Perlindungan Pasar Tradisional [Susilo].

About the author

Admin
Donec non enim in turpis pulvinar facilisis. Ut felis. Praesent dapibus, neque id cursus faucibus. Aenean fermentum, eget tincidunt.

0 komentar:

Copyright © 2013 LPMM ALPHA and Blogger Themes.