Langsung ke konten utama

Finalis Naskah Puisi 1

Lakon si Kuasa
(Imroatus)
Nafas hanya memburu puja
Mengusir sang hitam
Menanam sang putih
Menyalakan kamera dunia
Merekam memorabilita lingkaran nafas
Siapa peduli ?
Ini kameraku
Namun.....
Tiba-tiba sang kamera menjelma menjadi telaga
Euforia lenyap ditelan sang hitam
Nafas berbaur dengan nafas lain
Nafas sang pendamai menjadi cerita
Nafas kini menjadi serangga
Menggerogoti alat pendamai
Akibat sang nafas ditelan sang hitam
Kursi kepalan semakin hitam
Langit mulai gelap
Hujan turun sebagai rintihan pada tanah
Tahah tak bisa pasrah tanpa alat pendamai
Jangan salahkan sang puja
Sang puja meletakkan tugas pada nafas
Kedua telaga kamera mulai tumpah
Hanya mengalir tanpa lakon
Itulah khalifah penuh hitam
Sehitam langit yang membengkak
Sang angin pun ikut andil dalam urusan ini
Dan lihatlah
Lingkaran kehidupan merintih terkoyak
Nafas tercabik dengan lakonnya sendiri
Inilah hitam menguasai nafas diatas putih
Sumber: Google.com
            Para khalifah tak peduli
            Mereka dalam kursi perebutan
            Nafas terkoyak
Mereka berlomba
Nafas menangis
Mereka mengumbar kemerdekaan tanpa bukti
Merka foya diatas kursi
Kursi yang hitam
Kursi buta akan kesengsaraan
Kursi  tuli akan tangisan
Kursi dipenuhi tawa puas
Kursi sang serangga
Mengerogoti nasib nafas lemah
 Saatnya  nafas jadi penentu

Jangan lupa pollingnya diisi juga yah..:)
Salam Persma!!!!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan Oleh: Nurul Mahmuda K egaduhan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F MIPA ) terkait pelantikan dekan baru periode 2016-2020 sudah tercium sejak akhir 2015. Isu mengenai Rektor Universitas Jember (UNEJ) yang tidak melantik dekan dengan perolehan suara tertinggi menjadi fakta yang harus diterima oleh warga FMIPA. Kamis (14/01) bertempat di Gedung Rektorat Universitas Jember, pelantikan Dekan baru FMIPA telah dilangsungkan. Berdasarkan hasil pemberian pertimbangan oleh senat fakultas yang berupa pemungutan suara menyebutkan bahwa perolehan suara tertinggi adalah Dr. Kahar Muzakhar, S.Si., namun dekan FMIPA yang dilantik yaitu Drs . Sujito , Ph.D . yang memiliki selisih tiga suara. Hal ini menuai protes dari beberapa lini di FMIPA. Beberapa Senat fakultas, dosen, mahasiswa maupun karyawan memprotes dan menyayangkan mengenai kejadian ini. Seperti halnya Itok Dwi, mahasiswa kimia 2012, menganggap bahwa pemu

Salah Satu Ikon Jember, Tari Petik Kopi

Oleh : Tri Widagdo Tari petik kopi, tentu nama tari ini sudah tidak asing lagi bagi telinga kita. Tari yang satu ini berasal dari kota yang terkenal akan karnaval fashionnya. Ya, kota Jember, kota yang baru - baru ini juga dinobatkan sebagai kota karnaval oleh Menteri pariwisata. Dari namanya sendiri tari ini sudah menunuju k kan suatu identitas tersendiri,   yaitu tarian ini berusaha menggambarkan kondisi masyarakat Jember yang mayoritas komoditasnya pertanian dan perkebunan kopi.   Gerakan-gerakan yang ada dalam tarian ini menggambarkan suka cita masyarakat saat musim panen tiba dan selama proses memanen kopi. T arian yang tergolong masih muda umurnya ini, yaitu diciptakan pada tahun 2013 , digagas oleh U niversitas J ember (UNEJ) yang kala itu mengamati kehidupan masyarakat Jember dimana sebagian besar komoditasnya adalah perkebunan kopi. UNEJ saat itu ingin memunculkan suatu kesenian yang   mencerm

LEMAHNYA PENDIDIKAN DI INDONESIA

Oleh : Jihan Febryan Damayanti Generasi muda merupakan harapan negara. Namun, di era globalisasi saat ini masyarakat telah menggunakan cara berfikir yang cenderung meninggalakan budaya ketimuran dan lebih mengacu dengan budadaya barat yang cenderung bebas. Pendidikan merupakan salah satu faktor penting kewibawaan sebuah negara. Dengan mutu pendidikan yang baik pastinya akan melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan kompeten di bidangnya. Dari pendidikan seseorang akan belajar menjadi pribadi yang berkarakter dan memiliki ilmu sosial yang tinggi.      Pendidikan di indonesia kembali menjadi sorotan dalam beberapa hari belakangan ini. Salah satu gagasan terbaru menteri pendidikan dan kebudayaan mengenai sistem pendidikan dan kebudayaan membuat mata masyarakat kembali meninjau mutu pendidikan di indonesia. Pada tahun 2014 posisi pendidikan di indonesia sangatlah buruk. The learning gurve pearson 2014, sebuah lembaga peningkatan pendidikan dunia memaparkan bahwa indonesia