Finalis Puisi 2

Tanyakan Pada Riuh Air
Kiky S.P

Kekosongan datang dalam hitungan jam.
Hanya riuh air terdengar,
di tengah-tengah bangunan yang menjelma hampa.
Siang tadi, nuansa tak begitu datarnya.
Ada tawa disudut sana.
Ada diam disudut lainnya.
Beberapa sibuk dengan gadget dan sesekali tertawa bersama.
Beberapa lainnya tenang membolak-balikkan catatan kecil.
Tembok dan tanaman sengaja membisu.
Menyaksikan keramahtamahan yang mereka buat.
Angin hanya mampir beberapa waktu.
Mendinginkan kepala yang disesaki peristiwa.
Sendu, entah apa yang menjadi talu.
Pagi tadi,
Beberapa raga memakai jas putih.
Lalu membolak-balikkan secarik kertas.
Berjalan kesana-kemari,
raut itu tegang menanti.
Yang lain cukup berjalan kecil, duduk-duduk dan menyimak tugas.
Beberapa lainnya menikmati paparan dosen dalam presentasi.
Tertidur, bermain gadget, menulis, diam, bingung,
adalah bagian dalam ruangan itu.
Ruang lain di sudut tampak ramai,
penuh gaduh dan obrolan disetiap bilik-bilik kecil.
Tak terbentur oleh waktu, begitu ruang itu bicara.
Dimensi masih bersama mereka,
jiwa-jiwa yang mencari arah.
Akan tetapi perjalanan tak sama diantaranya.
Hitam, putih atau abu-abu.
Bagaimana bisa atmosfer ini berkata.
Tanyakan pada riuh air di tengah sana.

Tentang mereka yang hanya bisa meredam asa dalam jiwa.
Tentang mereka yang membual mimpi dan fantasi.
Tentang mereka yang ingin bersama membangun diri.
Tentang mereka yang ingin ego menjadi diri.
Hanya riuh air yang kembali terdengar.



About the author

Admin
Donec non enim in turpis pulvinar facilisis. Ut felis. Praesent dapibus, neque id cursus faucibus. Aenean fermentum, eget tincidunt.

0 komentar:

Copyright © 2013 LPMM ALPHA and Blogger Themes.