Langsung ke konten utama

OSN Pertamina 2014, Biologi FMIPA UNEJ membawa 2 Gelar Juara



            Wajahnya masih menunjukkan ekspresi bingung. Dengan senyum malu-malu dan seakan belum percaya, M. Rosyadi Adnan yang akrab dipanggil Rosadi atau Ocha, mahasiswa angkatan 2013 jurusan Biologi FMIPA UNEJ ini menceritakan ketidakpercayaannya pada hasil OSN Pertamina yang baru saja keluar. Setelah mengikuti seleksi tingkat Provinsi Olimpiade Biologi, Rosadi dinyatakan sebagai Juara I tingkat Region UB (Universitas Brawijaya). “ Tadi aku udah nge-cek kog mbak, tapi mau memastikan lagi”, ujarnya,  dalam perbincangan antar peserta OSN di Masjid Baitul Ilmi FMIPA. Pengumuman yang dijadwalkan akan dikeluarkan esok hari tanggal 9 Oktober 2014 ternyata maju satu hari lebih awal, yaitu hari ini (8/10/2014).
            Selain Rosadi, Kiky Mey Putranty, mahasiswa biologi angkatan 2012 juga memboyong juara II Region. Sama halnya dengan Rosadi, Kiky juga masih belum sepenuhnya percaya mengenai hasil seleksi yang telah dikeluarkan. Sebelumnya, Kiky juga pernah mendapatkan juara I OSN Pertamina tingkat region pada tahun 2013. Menurutnya, kemundurannya tahun ini bukanlah masalah, karena siapa pun yang menjadi juara yang terpenting adalah ikut mengharumkan nama Universitas Jember khususnya Jurusan Biologi FMIPA. Rencanaya, hari rabu esok mereka dijadwalkan akan mengikuti acara ceremonial dikampus UB. “ ini masih mau nyari bu Kajur (Kepala Jurusan) atau bu sekjur (Sekretaris Jurusan), mau tanya tentang izin berangkat, soalnya ndadak banget iki” jelas Kiky. Pada tahun ini, FMIPA Unej memang mengeluarkan lebih banyak delegasi daripada tahun 2013. Ada sekitar 100 mahasiswa yang mendaftar OSN Pertamina dari 4 jurusan yang ada. Antusiasme mahasiswa terhadap kegiatan seperti olimpiade seperti OSN Pertamina memang patut untuk diberi aspirasi dan dukungan penuh.
            OSN Pertamina merupakan ajang bergengsi yang menyediakan wadah untuk menampung kreatifitas dan kemampuan mahasiswa dalam bidang Sains-tek, seperti biologi, matematika, kimia dan fisika. Selain seleksi teori, juga terdapat seleksi Proyek sains. Di tahun 2014 ini merupakan OSN yang ketujuh. Dengan diselenggarakan OSN Pertamina tahun 2014, estafet program sobat bumi dalam mencetak generasi muda berprestasi yang nantinya dapat berkarya membangun negeri akan tetap berkelanjutan. []

Reporter : Ika Wahyuni

Komentar

  1. Selamat kepada Moch. Rosadi Adnan dan Kiky Mey Putranty, terus berkarya dan torehkan prestasi, SM

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan Oleh: Nurul Mahmuda K egaduhan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F MIPA ) terkait pelantikan dekan baru periode 2016-2020 sudah tercium sejak akhir 2015. Isu mengenai Rektor Universitas Jember (UNEJ) yang tidak melantik dekan dengan perolehan suara tertinggi menjadi fakta yang harus diterima oleh warga FMIPA. Kamis (14/01) bertempat di Gedung Rektorat Universitas Jember, pelantikan Dekan baru FMIPA telah dilangsungkan. Berdasarkan hasil pemberian pertimbangan oleh senat fakultas yang berupa pemungutan suara menyebutkan bahwa perolehan suara tertinggi adalah Dr. Kahar Muzakhar, S.Si., namun dekan FMIPA yang dilantik yaitu Drs . Sujito , Ph.D . yang memiliki selisih tiga suara. Hal ini menuai protes dari beberapa lini di FMIPA. Beberapa Senat fakultas, dosen, mahasiswa maupun karyawan memprotes dan menyayangkan mengenai kejadian ini. Seperti halnya Itok Dwi, mahasiswa kimia 2012, menganggap bahwa pemu

BUTA AKSARA di JEMBER

Ada tiga hal yang selalu didegungkan pemerintah terkait pembangunan pendidikan di Indonesia, yakni wajib belajar pendidikan dasar, rehabilitasi sekolah dan pemberantasan buta aksara. Namun pada kenyataannya sampai saat ini Indonesia masih belum berhasil  mengatasinya ketiganya, termasuk salah satunya Buta Aksara. Penyadang buta aksara di Indonesia  masih tergolong besar. Kriteria penyandang buta aksara yaitu buta aksara dan angka, buta bahasa Indonesia, dan buta pengetahuan dasar. tingginya angka putus sekolah dasar, beratnya geografis Indonesia. Menurut pemerintah  kesuliatan terbesar dalam pemberantasan buta aksara adalah karena tingginya angka putus sekolah dasar, beratnya geografis Indonesia, munculnya buta aksara baru, dan kembalinya seseorang menjadi buta aksara. a.    Buta aksara di jember Jawa timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi selatan dan Nusa tenggara Barat yang mencapai adalah urutan peringkat dari provinsi yang memiliki penyadang buta akasara terbesar di Indone

LEMAHNYA PENDIDIKAN DI INDONESIA

Oleh : Jihan Febryan Damayanti Generasi muda merupakan harapan negara. Namun, di era globalisasi saat ini masyarakat telah menggunakan cara berfikir yang cenderung meninggalakan budaya ketimuran dan lebih mengacu dengan budadaya barat yang cenderung bebas. Pendidikan merupakan salah satu faktor penting kewibawaan sebuah negara. Dengan mutu pendidikan yang baik pastinya akan melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan kompeten di bidangnya. Dari pendidikan seseorang akan belajar menjadi pribadi yang berkarakter dan memiliki ilmu sosial yang tinggi.      Pendidikan di indonesia kembali menjadi sorotan dalam beberapa hari belakangan ini. Salah satu gagasan terbaru menteri pendidikan dan kebudayaan mengenai sistem pendidikan dan kebudayaan membuat mata masyarakat kembali meninjau mutu pendidikan di indonesia. Pada tahun 2014 posisi pendidikan di indonesia sangatlah buruk. The learning gurve pearson 2014, sebuah lembaga peningkatan pendidikan dunia memaparkan bahwa indonesia