Berlatih Jujur dengan Kantin Kejujuran

Oleh : Moh Ihsan Fadli
          Maraknya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di Indonesia masih sering terdengar. Praktik tersebut tidak dapat dihentikan selama tata moral bangsa ini tidak diperbaiki, sebab KKN erat kaitannya dengan ketidakjujuran. Kejujuran muncul dari dalam hati seseorang tanpa paksaan. Kejujuran sangat bergantung pada kondisi sekilas dan peluang. Adanya peluang yang besar untuk berlaku tidak jujur, seperti kondisi tempat sepi, adanya barang ataupun uang, dan jabatan dapat memicu KKN.

        Berkaitan dengan hal tersebut ada suatu gagasan yang sudah banyak dikenal masyarakat untuk melatih berlaku jujur, yaitu dengan dibentuknya kantin kejujuran. Kantin kejujuran adalah kantin yang penjualnya tidak stand by di tempat. Pembeli dapat langsung mengambil barang yang dibeli, bebas memilih, dan bisa dilakukan kapan saja. Penjual menyediakan wadah khusus yang diberi lubang pada bagian atasnya biasanya berbentuk kubus atau tabung. Wadah ini digunakan sebagai tempat uang pembayaran sekaligus uang kembalian. Pembeli harus memasukkan sejumlah uang ke dalam tempat tersebut setelah mengambil barang dagangan di kantin kejujuran. Jika perlu uang kembalian, pembeli tinggal mengambil kembaliannya dari tempat itu juga.
            Jika dipandang dari segi agama, gagasan dibentuknya kantin kejujuran tampaknya masih belum bisa dikatakan sah. Praktik jual beli yang berlaku dalam kantin kejujuran belum memenuhi semua rukun jual beli. Rukun yang harus ada dalam jual beli adalah adanya penjual, pembeli, barang yang dijual, dan ijab qabul. Yang menjadi masalah disini adalah penjual kantin kejujuran tidak ada sehingga tidak terjadi ijab dan qabul. Ijab merupakan perkataan penjual bahwa ia menjual suatu barang dan qobul adalah perkataan pembeli. Ijab dan qobul ini harus ada pada setiap amalan dalam agama islam. Poros dari segala amalan muamalah adalah melakukan ijab dan qabul. Namun jika dipandang dari segi sosial dalam masyarakat kantin kejujuran sangat baik diterapkan untuk menumbuhkan perilaku jujur. Kantin kejujuran biasanya diterapkan di sekolah, kampus, kantor dan pondok pesantren. Kantin kejujuran diterapkan karena dianggap lebih praktis daripada harus menjaga setiap saat ditengah kesibukkan yang lain.
           Modus kantin kejujuran sudah diterapkan oleh sebagian mahasiswa di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jember. Kantin dibuka oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan FMIPA dibawah program kerja bidang dana dan usaha (Danus). Namun jurusan matematika masih belum membuka kantin di jurusannya. Pembukaan kantin jurusan ini untuk menambah income HMJ selama satu kepengurusan. Kantin jurusan yang sudah ada yaitu kefi (kedai fisika) milik HMJ fisika, keki (kedai kimia) milik HMJ kimia, dan kebi (kedai biologi) milik HMJ biologi. Ketiga kantin jurusan ini memiliki gaya berjualan yang berbeda-beda.
         Kantin jurusan fisika belum berani menerapkan model kantin kejujuran. Rosa mengatakan bahwa kantin kejujuran sulit diterapkan di lingkungan mahasiswa. Kantin jurusan fisika tetap memfungsikan penjaga. Barang yang dijual dikunci. Pembeli dapat meminta kunci kantin kepada pengurus jaga atau kepada penjaga perpustakaan jurusan fisika. Cara ini dilakukan untuk menghindari kehilangan atau bentuk ketidakjujuran yang lain. Meski demikian, kantin jurusan fisika masih sering kehilangan. “ Sistem kantin terkunci saja masih ada yang hilang, apalagi kalau diterapkan kantin kejujuran,” ujar pengurus himafi ini.
             Berbeda dengan kantin HMJ kimia, keki (kedai kimia). Keki sudah menerapkan model kantin kejujuran. Barang dagangan seperti nasi, gorengan dan jus buah disediakan di dalam kedai tanpa penjaga. Mahasiswa yang hendak membeli bebas mengambil dengan harga yang telah ditempel di meja kedai. Bidang danus Himaki mencoba menerapkan kantin kejujuran karena dianggap lebih efektif daripada harus menjalankan piket yang ruwet dengan jadwal kuliah setiap harinya. Selain membuka keki, bidang danus himaki juga ikut andil dalam acara car free day di hari minggu di alun-alun Jember dengan berjualan keliling oleh semua pengurus dan staff magang setiap satu bulan sekali. Keberadaan keki di jurusan kimia dinilai sangat melayani mahasiswa kimia pada umumnya karena harga jual barang relatif lebih murah daripada kantin fakultas. Nasi bungkus hanya dibandrol harga 3500 rupiah, gorengan 500 rupiah dan jus buah hanya 1000 rupiah. Hal ini sempat memicu konflik dengan para penjual kantin fakultas dengan alasan konsumen mereka menjadi menurun, padahal mereka harus membayar sewa kantin. Akibat memanasnya masalah tersebut, fakultas sempat membrendel kedai kimia untuk tidak berjualan. Keadaan ini berlarut hingga keki dibuka kembali dengan catatan tidak menjual nasi bungkus lagi setelah ditutup beberapa hari.
Sumber : www.google.com
         Konflik seperti itu baru terjadi di kepengurusan 2013/2014. Menurut M.Zainul mahasiswa angkatan 2011 yang juga pengurus himaki, keberadaan keki dari tahun ke tahun tidak ada masalah, hanya pada kepengurusan saat ini sering terjadi kekurangan uang dan beberapa masalah. Hal ini bisa karena kurangnya kesadaran mahasiswa untuk berlaku jujur atau akibat diperbolehkannya hutang kepada keki yang tidak ditulis sehingga lupa tidak terbayarkan.
           Kantin jurusan biologi juga telah bermodel kantin kejujuran. Namun sama halnya dengan kantin kimia, kantin biologi juga mengalami kekurangan uang. Setiap kali penghitungan laba, jumlah barang yang keluar tidak senilai dengan uang yang masuk. Total kerugian mencapai setengah dari modal. Kerugian banyak terjadi pada penjualan snack dan minuman botol, padahal diawal berlakunya kantin kejujuran keuntungan bisa mencapai 80rb rupiah per minggu. Hal ini diduga karena mahasiswa mengambil barang tanpa membayar, karena posisi freezer yang tersembunyi. Selain itu uang yang tak layak pakai pun masih ada yang menggunakannya untuk membayar. HMJ Biologi menerapkan model kantin kejujuran beralasan bahwa sebagian besar pengurus HMJ adalah angkatan 2012. Jadwal kuliah banyak yang bersamaan sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan penjagaan kantin. Menyikapi hal tersebut Rendy seorang dosen biologi yang juga pembina himabio menyarankan untuk meningkatkan kesadaran berlaku jujur melalui ceramah di masjid FMIPA tentang kejujuran atau setidaknya meramaikan lingkungan sekitar kantin agar pelaku enggan berlaku tidak jujur.
           Menumbuhkan sikap jujur pada diri manusia memang tidaklah mudah. Kejujuran merupakan sifat yang tidak dapat diketahui tanpa perilaku langsung seseorang dalam bermasyarakat. Masalah ketidakseimbangan antara uang yang masuk dengan barang yang keluar di kantin HMJ perlu diperhatikan. Penerapan sistem kantin kejujuran sebenarnya tidaklah salah. Adanya kantin kejujuran semacam itu, dapat melatih individu dari elemen manapun untuk berlaku jujur, kebutuhan dapat tercukupi dengan mudah dan terjangkau. Selain itu, juga untuk melatih mahasiswa mengembangkan softskillnya di bidang kewirausahaan sehingga tumbuh rasa tanggung jawab terhadap sesuatu. Kelemahan kantin kejujuran hanyalah rawan pencurian. Peluang untuk menyikat habis barang atau uang sangatlah besar.
         Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan memperbaiki tata moral individu dalam menjalankan agama, karena setiap agaman tidak pernah menyeru pemeluknya untuk berlaku tidak baik. Hal itu seperti yang diungkapkan M. Zainul. “ Saya yakin bahwa semua mahasiswa di MIPA ini punya agama, kalau ingin tahu bagaimana cara hidup yang benar, ikuti aturan agama itu,” ungkapnya.
            Selain perbaikan moral individu, koordinasi danus dan sie yang lain dalam kepengurusan HMJ juga perlu dilakukan, misalnya dengan diadakannya piket untuk menjaga kantin setiap harinya. Hal tersebut guna mengurangi kehilangan yang terjadi sebelumnya. Namun tak lagi dikatakan kantin kejujuran dikarenakan ada yang menjaganya. Kantin kejujuran dapat diterapkan kembali atau tidak, tergantung kesepakatan HMJ masing-masing jurusan. Perlu adanya pertimbangan lebih lanjut tentang tujuan utama dari kantin kejujuran. Jika ingin menerapkan pembelajaran mengenai kejujuran hal tersebut bisa dilanjutkan. Namun apabila HMJ ingin memperoleh laba, perlu penjagaan barang dagangan seperti yang diterapkan pada jurusan Fisika.[]

About the author

Admin
Donec non enim in turpis pulvinar facilisis. Ut felis. Praesent dapibus, neque id cursus faucibus. Aenean fermentum, eget tincidunt.

0 komentar:

Copyright © 2013 LPMM ALPHA and Blogger Themes.