Langsung ke konten utama

Himafi Buka Free Andromeda XVIII

Himafi Buka Free Andromeda XVIII


ALPHA : Persembahan band 2013 Himafi
Malam pesta ulang tahun Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) 2015, Andromeda XVIII digelar untuk umum. Acara tersebut diselenggarakan  di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Jember (08/05). Tidak hanya mahasiswa jurusan Fisika saja yang bisa masuk gedung PKM, tetapi mahasiswa jurusan lain, bahkan mahasiswa luar Universitas Jember pun boleh ikut memeriahkan acara. Hal ini sengaja dibuka oleh panitia untuk menambah kemeriahan pesta dan untuk memberitahu publik bahwa anak MIPA juga bisa membuat acara yang seru.
Pesta ulang tahun ini dimulai pada pukul 19.30 WIB dan berahir pada pukul 22.30 WIB. Setelah dibuka secara formal oleh Sekertaris Jurusan Fisika, Puguh Hiskiawan, S.Si., M.Si. dengan pemotongan tumpeng, tiap-tiap angkatan  menampilkan beberapa pertunjukan seni untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada Himafi. Ucapan selamat juga disampaikan oleh Himpunan Jurusan Matematika (HIMATIKA), Himpunan Jurusan Kimia (HIMAKI), Himpunan Jurusan Biologi (HIMABIO), dan semua UKM yang ada di fakultas MIPA melalui rangkuman video yang telah disiapkan oleh panitia. Kemeriahan acara semakin mengantusiaskan pengunjung dengan dimainkannya paduan musik tradisional dengan musik modern oleh grup band Arupadatu Unit Kegiatan Mahasiswa Kesenian (UKMK) Universitas Jember.
Selain itu, disela-sela pagelaran seni yang ditampilkan, pembawa acara mengumumkan pemenang lomba yang diselenggarakan pada Sabtu siang di lapangan basket Fakultas MIPA untuk mahasiswa jurusan Fisika. Perlombaan yang ditawarkan cukup unik. Semua cabang lomba merupakan permainan tradisional yang sudah mulai ditinggalkan oleh anak-anak zaman sekarang. Selain untuk mempertahankan eksistensi permainan tradisional, perlombaan ini bertujuan untuk lebih mengakrabkan dan menambah kesolidan keluarga fisika karena permainan tradisional selalu melibatkan banyak pemain. “ Ya intinya untuk mengakrabkan dan menambah kesolidan keluarga fisika”, kata ketua Himafi, Nur Ifvansyah. Perlombaan tersebut adalah lomba tarik tambang, balap bakiak, gobak sodor, sedot bola pingpong estafet, ular tangga, dan lomba grafik. Pemenang lomba tarik tambang adalah angkatan 2012 untuk kategori putra dan angkatan 2011 untuk kategori putri. Pemenang lomba balap bakiak adalah angkata 2014 untuk kategori putra dan angkatan 2012 untuk kategori putri. Lomba gobak sodor dimenagkan oleh angkatan 2011, lomba sedot bola pimpong dimenangkan oleh angkatan 2012, dan lomba ular tangga dimenagkan oleh angkatan 2013 (putra) dan angkatan 2012 (putri). Sementara untuk lomba grafik dimenangkan oleh angkatan 2011.

Daya tarik yang ditawarkan Himafi sehingga berani membuka free untuk umum adalah panitia menyajikan trek musik di-je di penghujung acara. Semua pengunjung bisa bebas bergemerlap sambil berjoget dibawah panggung. “ Kalau tahun lalu acara hanya dilakukan di lapangan, untuk tahun ini, kami mencoba buat di dalam gedung dan membuka geratis untuk siapa saja yang mau datang. Kami berani ini karena nanti bakal ada di-jenya “, terang Gatot, ketua Panitia Anromeda XVIII. Selain itu, pengunjung juga bisa sambil menikmati seduhan es susu kopi banjir yang disediakan oleh warung kopi Cak Wang cabang Gebang, sponsor utama acara ini.[fadli] 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan Oleh: Nurul Mahmuda K egaduhan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F MIPA ) terkait pelantikan dekan baru periode 2016-2020 sudah tercium sejak akhir 2015. Isu mengenai Rektor Universitas Jember (UNEJ) yang tidak melantik dekan dengan perolehan suara tertinggi menjadi fakta yang harus diterima oleh warga FMIPA. Kamis (14/01) bertempat di Gedung Rektorat Universitas Jember, pelantikan Dekan baru FMIPA telah dilangsungkan. Berdasarkan hasil pemberian pertimbangan oleh senat fakultas yang berupa pemungutan suara menyebutkan bahwa perolehan suara tertinggi adalah Dr. Kahar Muzakhar, S.Si., namun dekan FMIPA yang dilantik yaitu Drs . Sujito , Ph.D . yang memiliki selisih tiga suara. Hal ini menuai protes dari beberapa lini di FMIPA. Beberapa Senat fakultas, dosen, mahasiswa maupun karyawan memprotes dan menyayangkan mengenai kejadian ini. Seperti halnya Itok Dwi, mahasiswa kimia 2012, menganggap bahwa pemu

BUTA AKSARA di JEMBER

Ada tiga hal yang selalu didegungkan pemerintah terkait pembangunan pendidikan di Indonesia, yakni wajib belajar pendidikan dasar, rehabilitasi sekolah dan pemberantasan buta aksara. Namun pada kenyataannya sampai saat ini Indonesia masih belum berhasil  mengatasinya ketiganya, termasuk salah satunya Buta Aksara. Penyadang buta aksara di Indonesia  masih tergolong besar. Kriteria penyandang buta aksara yaitu buta aksara dan angka, buta bahasa Indonesia, dan buta pengetahuan dasar. tingginya angka putus sekolah dasar, beratnya geografis Indonesia. Menurut pemerintah  kesuliatan terbesar dalam pemberantasan buta aksara adalah karena tingginya angka putus sekolah dasar, beratnya geografis Indonesia, munculnya buta aksara baru, dan kembalinya seseorang menjadi buta aksara. a.    Buta aksara di jember Jawa timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi selatan dan Nusa tenggara Barat yang mencapai adalah urutan peringkat dari provinsi yang memiliki penyadang buta akasara terbesar di Indone

LEMAHNYA PENDIDIKAN DI INDONESIA

Oleh : Jihan Febryan Damayanti Generasi muda merupakan harapan negara. Namun, di era globalisasi saat ini masyarakat telah menggunakan cara berfikir yang cenderung meninggalakan budaya ketimuran dan lebih mengacu dengan budadaya barat yang cenderung bebas. Pendidikan merupakan salah satu faktor penting kewibawaan sebuah negara. Dengan mutu pendidikan yang baik pastinya akan melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan kompeten di bidangnya. Dari pendidikan seseorang akan belajar menjadi pribadi yang berkarakter dan memiliki ilmu sosial yang tinggi.      Pendidikan di indonesia kembali menjadi sorotan dalam beberapa hari belakangan ini. Salah satu gagasan terbaru menteri pendidikan dan kebudayaan mengenai sistem pendidikan dan kebudayaan membuat mata masyarakat kembali meninjau mutu pendidikan di indonesia. Pada tahun 2014 posisi pendidikan di indonesia sangatlah buruk. The learning gurve pearson 2014, sebuah lembaga peningkatan pendidikan dunia memaparkan bahwa indonesia