Langsung ke konten utama

Larangan Berjualan Tidak Dihiraukan oleh Pedagang di Universitas Jember



Larangan Berjualan Tidak Dihiraukan oleh Pedagang di Universitas Jember

Oleh: 
Shofitri Zuhannisa’ dan Zakiyah Rachmawati
(Staf magang LPM ALPHA 2015)

                Larangan untuk berjualan di sekitar wilayah Universitas Jember saat ini tidak direspon dengan baik oleh para pedagang.  Hal ini terbukti dengan masih adanya para pedagang  yang masih berjualan di sekitar area kampus. Petugas keamanan telah melakukan tindakan pengusiran berkali-kali tetapi para pedagang tetap saja berjualan di sekitar wilayah kampus. Terkadang para pedagang hanya berpindah tempat saja saat petugas keamanan mengusirnya, kemudian berjualan di area kampus lagi keesokan harinya. “Saya sering kucing-kucingan dengan para pedagang sampai capek sendiri” tutur M.Muchson, petugas keamanan Universitas Jember.
Pengusiran pedagang di area kampus dilakukan apabila ada komando dari komandan petugas keamanan yang mendapat perintah dari pihak rektorat. Para pedagang hanya akan berpindah apabila petugas keamanan tersebut mengusir (dengan jahat, red). tetapi ada juga petugas keamanan  yang memasyarakat dengan pedagang  yang hanya menegur dengan sabar.
                Alasan para pedagang  yang tetap berjualan di sekitar kampus relatif sama. Para pedangang  tersebut memilih berjualan di wilayah Universitas Jember karena ramai pembeli. Hanya ada dua tempat yang menurut mereka ramai, yaitu di Alun-Alun Jember dan di Universitas Jember. Di alun-alun juga terdapat larangan berjualan sehingga para pedagang tidak punya pilihan lain selain di Universitas Jember. ”Berjualan di wilayah kampus sini itu tidak ngoyo, Mbak,” ucap Ambari, 51 tahun, salah satu pedagang  yang masih berjualan di kampus Universitas Jember. “Orang-orang kecil yang sudah tua seperti kita ini mau cari pekerjaan yang  lain itu sulit, Mbak”, tutur Ambari melanjutkan. Menurut bapak yang telah berjualan cilok di area kampus sejak tahun 2001 itu, pendapatan dari penjualan cilok menurun 50 % setelah ada larangan berjualan di wilayah kampus Universitas Jember.[]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan Oleh: Nurul Mahmuda K egaduhan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F MIPA ) terkait pelantikan dekan baru periode 2016-2020 sudah tercium sejak akhir 2015. Isu mengenai Rektor Universitas Jember (UNEJ) yang tidak melantik dekan dengan perolehan suara tertinggi menjadi fakta yang harus diterima oleh warga FMIPA. Kamis (14/01) bertempat di Gedung Rektorat Universitas Jember, pelantikan Dekan baru FMIPA telah dilangsungkan. Berdasarkan hasil pemberian pertimbangan oleh senat fakultas yang berupa pemungutan suara menyebutkan bahwa perolehan suara tertinggi adalah Dr. Kahar Muzakhar, S.Si., namun dekan FMIPA yang dilantik yaitu Drs . Sujito , Ph.D . yang memiliki selisih tiga suara. Hal ini menuai protes dari beberapa lini di FMIPA. Beberapa Senat fakultas, dosen, mahasiswa maupun karyawan memprotes dan menyayangkan mengenai kejadian ini. Seperti halnya Itok Dwi, mahasiswa kimia 2012, menganggap bahwa pemu

Manajemen Redaksi

Salam Persma..... Perlu diketahui bahwa....berjalannya suatu lembaga pers ternyata tak hanya menga cu pada proses redaksi , yang dim ulai dari proses hunting sampai printing saja. Sebagai sebuah organisasi, lembaga pers juga mem erlukan pe n gaturan manajemen secara umum. Manajemen redaksi pers mahasiswa sendiri adalah : keseluruhan dari proses pengaturan sumber daya dalam melakukan kinerja penerbitan (menyangkut  bidang tulis-menulis) ataupun pola pengaturan  dari kinerja redaksi  yang terdapat dalam lingkup aktivitas pers mahasiswa. Lembaga pers biasanya di pimpin oleh pimpinan umum ( General Manager ). Dibawahnya terdapat pemimpin redaksi (manajer  redaksi ) dan pemimpin usaha atau koordinator dana usaha ( marketing manajer ).  Kedua bidang ini, memiliki job descriptions yang berbeda dan terpisah. Tapi keduanya saling mempengaruhi  dan saling mengisi. Redaksi dapat dianggap sebagai ”jantung” dari lembaga pers manapun, s edangkan dana usaha atau marketing ,   seba

Tipografi

Oleh: Nuril Rohmawati