Langsung ke konten utama

Kacamata Aman Aksioma


 
Layaknya aksioma – aksioma sebelumnya, keamanan merupakan suatu hal yang paling krusial selama berlangsungnya acara. Seperti halnya tahun ini,  keamanan dikhususkan untuk mengawasi parkiran dan mengawal acara hingga selesai. Mengenai penjagaan sendiri, sebelumnya bagian keamanan sudah melakukan breafing dengan pihak panitia dan fakultas . Penjagaan dilakukan seperti biasa yaitu mengawasi kendaraan yang parkir di sekitar fakultas dan sekaligus mengawasi kegiatan aksioma tersebut.
Tim keamanan yang bertugas untuk saat ini ada 3 orang yaitu Mas Nizar, Bapak Taufik, dan Haris. “Mengenai beberapa peraturan yang ditetapkan oleh Fakultas dan DIKTI jadi Pengamanan khusus juga untuk mengawasi kegiatan peserta agar tidak melenceng dengan peraturan-peraturan yang sudah ada”, ujar Nizar salah satu satpam yang bertugas. Untuk tahun ini AKSIOMA memang terikat pada beberapa aturan baru dari DIKTI yakni perlu didampaingi oleh pihak dekanat dan juga dilarang adanya kekerasan selama acara berlangsung. Jadi, tugas keamanan bertambah untuk mengawasi kegiatan disamping tugas utamanya yaitu mengamankan kendaraan yang parkir. Untuk kendaraan bermotor, satpam bertugas menjaga keamanan kendaraan panitia dan karyawan fakultas. Untuk peserta sendiri tidak diperbolehkan membawa kendaraan sesuai dengan kebijakan panitia seperti halnya aksioma-aksioma sebelumnya .
“Pihak keamanan perlu menjaga keamanan hingga pukul 16.00 WIB dan ini sudah menjadi peraturan dari Fakultas jadi panitia harus mengusahakan acara selesai sesuai peraturan . Kalaupun belum selesai maka pihak keamanan akan bertindak lebih lanjut,” tambah Nizar di akhir wawancara.[]

Reported by : Retno dan Silvi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan Oleh: Nurul Mahmuda K egaduhan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F MIPA ) terkait pelantikan dekan baru periode 2016-2020 sudah tercium sejak akhir 2015. Isu mengenai Rektor Universitas Jember (UNEJ) yang tidak melantik dekan dengan perolehan suara tertinggi menjadi fakta yang harus diterima oleh warga FMIPA. Kamis (14/01) bertempat di Gedung Rektorat Universitas Jember, pelantikan Dekan baru FMIPA telah dilangsungkan. Berdasarkan hasil pemberian pertimbangan oleh senat fakultas yang berupa pemungutan suara menyebutkan bahwa perolehan suara tertinggi adalah Dr. Kahar Muzakhar, S.Si., namun dekan FMIPA yang dilantik yaitu Drs . Sujito , Ph.D . yang memiliki selisih tiga suara. Hal ini menuai protes dari beberapa lini di FMIPA. Beberapa Senat fakultas, dosen, mahasiswa maupun karyawan memprotes dan menyayangkan mengenai kejadian ini. Seperti halnya Itok Dwi, mahasiswa kimia 2012, menganggap bahwa pemu

BUTA AKSARA di JEMBER

Ada tiga hal yang selalu didegungkan pemerintah terkait pembangunan pendidikan di Indonesia, yakni wajib belajar pendidikan dasar, rehabilitasi sekolah dan pemberantasan buta aksara. Namun pada kenyataannya sampai saat ini Indonesia masih belum berhasil  mengatasinya ketiganya, termasuk salah satunya Buta Aksara. Penyadang buta aksara di Indonesia  masih tergolong besar. Kriteria penyandang buta aksara yaitu buta aksara dan angka, buta bahasa Indonesia, dan buta pengetahuan dasar. tingginya angka putus sekolah dasar, beratnya geografis Indonesia. Menurut pemerintah  kesuliatan terbesar dalam pemberantasan buta aksara adalah karena tingginya angka putus sekolah dasar, beratnya geografis Indonesia, munculnya buta aksara baru, dan kembalinya seseorang menjadi buta aksara. a.    Buta aksara di jember Jawa timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi selatan dan Nusa tenggara Barat yang mencapai adalah urutan peringkat dari provinsi yang memiliki penyadang buta akasara terbesar di Indone

LEMAHNYA PENDIDIKAN DI INDONESIA

Oleh : Jihan Febryan Damayanti Generasi muda merupakan harapan negara. Namun, di era globalisasi saat ini masyarakat telah menggunakan cara berfikir yang cenderung meninggalakan budaya ketimuran dan lebih mengacu dengan budadaya barat yang cenderung bebas. Pendidikan merupakan salah satu faktor penting kewibawaan sebuah negara. Dengan mutu pendidikan yang baik pastinya akan melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan kompeten di bidangnya. Dari pendidikan seseorang akan belajar menjadi pribadi yang berkarakter dan memiliki ilmu sosial yang tinggi.      Pendidikan di indonesia kembali menjadi sorotan dalam beberapa hari belakangan ini. Salah satu gagasan terbaru menteri pendidikan dan kebudayaan mengenai sistem pendidikan dan kebudayaan membuat mata masyarakat kembali meninjau mutu pendidikan di indonesia. Pada tahun 2014 posisi pendidikan di indonesia sangatlah buruk. The learning gurve pearson 2014, sebuah lembaga peningkatan pendidikan dunia memaparkan bahwa indonesia