Langsung ke konten utama

Semangat Persma! Semangat Jurnalistik!

Salam Pers Mahasiswa!
      Lembaga Pers Mahasiswa Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (LPMM) ALPHA Universitas Jember (Unej) kembali menggelar kegiatan tahunan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar X (PJTD) Ruang yang bertempat di Lingkungan Fakultas MIPA. Agenda yang mengusung tema "Keep Spirit and Show Up Your Journalism Soul" ini berlangsung pada tanggal 28 dan 29 November 2015 dengan peserta berjumlah lima belas mahasiswa dari empat jurusan dari fakultas MIPA.
Pembukaan PJTD ALPHA kesepuluh
       Panitia yang diketuai oleh Mahasiswa Fisika 2013, Retno Aprilina ini telah menghadirkan berbagai pemateri jurnalis mulai dari Pers Perhimpunan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Kota Jember sampai  jurnalis profesional  yang memiliki banyak pengalaman tulis-menulis di Media Indonesia (MI).  drh. Wuryanti M.Si selaku pembina ALPHA memberikan sambutan sekaligus membuka acara PJTD Ruang ALPHA X.
      Tak hanya itu, pemateri yang memberikan materi kejurnalistikan meliputi manajemen redaksi, foto jurnalistik, teknik kepenulisan dan prinsip teknik reportase melengkapi acara yang dipimpin oleh Nurul Mahmudah (Pemimpin Umum ALPHA)
Terlebih lagi para undangan dari berbagai LPM Se-Jember memeriahkan acara tersebut. Mereka juga membantu panitia dalam mengontrol dan membimbing para peserta. 
Serangkaian materi dalam ruangan merupakan awal para peserta untuk terjun ke lapang mencari berita. Memburu berita di sekitar Kampus Unej menjadi penutup dua acara ini. Daerah Kampus Unej Jalan Karimata dan Sumatra menjadi pilihan daerah liputan berita. Para peserta yang terbagi menjadi empat kelompok mencari berita yang layak untuk diangkat. Pemilihan tema yang menurut mereka menarik menjadi pertimbangan dalam pembuatan tulisan. 
Pelatihan Jurnalistik Dasar tentang Teknik Reportase
             Setelah menunggu satu setengah jam akhirnya evaluasi pun menjadi penentu hasil dua hari itu. Tim Redaksi mengevaluasi tulisan-tulisan para peserta satu per satu. Beberapa tulisan akan menjadi evaluasi bersama yang dilakukan oleh para peserta dan semua panitia. Semua belajar, semua berproses. Acara yang ditutup sore hari itu menyisakan kesan tersendiri bagi adik-adik peserta," Rasanya mengikuti PJTD X itu, seruuuuu, dengan pengalaman pemateri yang banyak dan banyak camilannya," tukas Putri, salah satu peserta PJTD dari jurusan Biologi 2015. 


Peserta PJTD ALPHA kesepuluh

Pelatihan Fotografi Oleh Bapak Heru


Penyerahan Fandel kepada Pemateri

Praktek Reportase di sekitar kampus UNEJ


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan Oleh: Nurul Mahmuda K egaduhan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F MIPA ) terkait pelantikan dekan baru periode 2016-2020 sudah tercium sejak akhir 2015. Isu mengenai Rektor Universitas Jember (UNEJ) yang tidak melantik dekan dengan perolehan suara tertinggi menjadi fakta yang harus diterima oleh warga FMIPA. Kamis (14/01) bertempat di Gedung Rektorat Universitas Jember, pelantikan Dekan baru FMIPA telah dilangsungkan. Berdasarkan hasil pemberian pertimbangan oleh senat fakultas yang berupa pemungutan suara menyebutkan bahwa perolehan suara tertinggi adalah Dr. Kahar Muzakhar, S.Si., namun dekan FMIPA yang dilantik yaitu Drs . Sujito , Ph.D . yang memiliki selisih tiga suara. Hal ini menuai protes dari beberapa lini di FMIPA. Beberapa Senat fakultas, dosen, mahasiswa maupun karyawan memprotes dan menyayangkan mengenai kejadian ini. Seperti halnya Itok Dwi, mahasiswa kimia 2012, menganggap bahwa pemu

BUTA AKSARA di JEMBER

Ada tiga hal yang selalu didegungkan pemerintah terkait pembangunan pendidikan di Indonesia, yakni wajib belajar pendidikan dasar, rehabilitasi sekolah dan pemberantasan buta aksara. Namun pada kenyataannya sampai saat ini Indonesia masih belum berhasil  mengatasinya ketiganya, termasuk salah satunya Buta Aksara. Penyadang buta aksara di Indonesia  masih tergolong besar. Kriteria penyandang buta aksara yaitu buta aksara dan angka, buta bahasa Indonesia, dan buta pengetahuan dasar. tingginya angka putus sekolah dasar, beratnya geografis Indonesia. Menurut pemerintah  kesuliatan terbesar dalam pemberantasan buta aksara adalah karena tingginya angka putus sekolah dasar, beratnya geografis Indonesia, munculnya buta aksara baru, dan kembalinya seseorang menjadi buta aksara. a.    Buta aksara di jember Jawa timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi selatan dan Nusa tenggara Barat yang mencapai adalah urutan peringkat dari provinsi yang memiliki penyadang buta akasara terbesar di Indone

LEMAHNYA PENDIDIKAN DI INDONESIA

Oleh : Jihan Febryan Damayanti Generasi muda merupakan harapan negara. Namun, di era globalisasi saat ini masyarakat telah menggunakan cara berfikir yang cenderung meninggalakan budaya ketimuran dan lebih mengacu dengan budadaya barat yang cenderung bebas. Pendidikan merupakan salah satu faktor penting kewibawaan sebuah negara. Dengan mutu pendidikan yang baik pastinya akan melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan kompeten di bidangnya. Dari pendidikan seseorang akan belajar menjadi pribadi yang berkarakter dan memiliki ilmu sosial yang tinggi.      Pendidikan di indonesia kembali menjadi sorotan dalam beberapa hari belakangan ini. Salah satu gagasan terbaru menteri pendidikan dan kebudayaan mengenai sistem pendidikan dan kebudayaan membuat mata masyarakat kembali meninjau mutu pendidikan di indonesia. Pada tahun 2014 posisi pendidikan di indonesia sangatlah buruk. The learning gurve pearson 2014, sebuah lembaga peningkatan pendidikan dunia memaparkan bahwa indonesia