Langsung ke konten utama

Berlatar Halaman Kampus, MIPA Gelar Perpisahan Alumni

Berlatar Halaman Kampus, MIPA Gelar Perpisahan Alumni


ALPHA – Senin (18/4/2016), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jember menggelar acara perpisahan alumni Pasca Sarjana (S2) dan Sarjana (S1) FMIPA untuk kali pertama di luar ruangan. Gelaran acara bersama wali mahasiswa ini didesain di luar ruangan untuk memperakrab hubungan alumni, wali mahasiswa, dan civitas akademika FMIPA dengan latar halaman kampus.
Acara yang dijadwalkan pukul 13.00 WIB tersebut baru dibuka oleh Pembantu Dekan (PD) I, Achmad Sjaifullah pukul 13.58 WIB. Sebanyak 31 wisudawan dan walinya bersama dengan para pembantu dekan, kepala jurusan, sekertaris jurusan, kepala laboratorium, dan akademisi FMIPA hadir dalam acara tersebut.  Konsep acara sengaja dibuat santai agar kedekatan dengan wali mahasiswa lebih terasa. Latar belakang air mancur di halaman kampus FMIPA membuat kesan sendu yang natural. “Jadi gini, sebelumnya itu di dalam ruangan. Nah, kalau di dalam gedung itu kesannya terlalu formal sehingga acara ini diadakan di luar karena sifatnya santai saja,“ kata Rusli Hidayat, PD III FMIPA.
Wali mahasiswa yang hadir dapat sharing- sharing bagaimana perkuliahan anaknya selama di Universitas Jember ini hingga akhirnya bisa diwisuda pada hari itu. Dengan bertepatan hari aktif perkuliahan, orang tua dapat melihat seperti apa kehiduan kampus Fakultas MIPA dan masing-masing jurusan anaknya. Selain itu orang tua juga dapat berfoto-foto dengan dosen maupun akademika FMIPA.
Bentuk kegiatan ini sengaja dipilih karena undangan orang tua atau wali mahasiswa saat rapat senat tertutup (yudisium) yang diadakan oleh senat fakultas nyaris tidak dihadiri. Dengan membuat acara seusai wisuda universitas, diharapkan kehadiran wali mampu mempererat tali persaudaraan dengan wali mahasiswa. “Yudisium fakultas sebenarnya sudah mengundang orang tua untuk hadir, tetapi selama ini tidak pernah ada yang hadir untuk yudisium. Alasannya mungkin karena mereka (wali mahasiswa, red) harus menginap lebih dulu sebelum anaknya diwisuda. Jika keduanya hadir, akan sulit bagi mahasiswa tersebut untuk mencarikan penginapan bagi orang tua karena sistem tempat tinggal di daerah kampus dibedakan atas jenis kelamin, jadi sulit untuk mencari tempat penginapan kecuali dengan jalan satu satunya adalah di hotel,” terang Rusli.[]

Nurul Hidayati
(Staff Magang 2016)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan Oleh: Nurul Mahmuda K egaduhan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F MIPA ) terkait pelantikan dekan baru periode 2016-2020 sudah tercium sejak akhir 2015. Isu mengenai Rektor Universitas Jember (UNEJ) yang tidak melantik dekan dengan perolehan suara tertinggi menjadi fakta yang harus diterima oleh warga FMIPA. Kamis (14/01) bertempat di Gedung Rektorat Universitas Jember, pelantikan Dekan baru FMIPA telah dilangsungkan. Berdasarkan hasil pemberian pertimbangan oleh senat fakultas yang berupa pemungutan suara menyebutkan bahwa perolehan suara tertinggi adalah Dr. Kahar Muzakhar, S.Si., namun dekan FMIPA yang dilantik yaitu Drs . Sujito , Ph.D . yang memiliki selisih tiga suara. Hal ini menuai protes dari beberapa lini di FMIPA. Beberapa Senat fakultas, dosen, mahasiswa maupun karyawan memprotes dan menyayangkan mengenai kejadian ini. Seperti halnya Itok Dwi, mahasiswa kimia 2012, menganggap bahwa pemu

BUTA AKSARA di JEMBER

Ada tiga hal yang selalu didegungkan pemerintah terkait pembangunan pendidikan di Indonesia, yakni wajib belajar pendidikan dasar, rehabilitasi sekolah dan pemberantasan buta aksara. Namun pada kenyataannya sampai saat ini Indonesia masih belum berhasil  mengatasinya ketiganya, termasuk salah satunya Buta Aksara. Penyadang buta aksara di Indonesia  masih tergolong besar. Kriteria penyandang buta aksara yaitu buta aksara dan angka, buta bahasa Indonesia, dan buta pengetahuan dasar. tingginya angka putus sekolah dasar, beratnya geografis Indonesia. Menurut pemerintah  kesuliatan terbesar dalam pemberantasan buta aksara adalah karena tingginya angka putus sekolah dasar, beratnya geografis Indonesia, munculnya buta aksara baru, dan kembalinya seseorang menjadi buta aksara. a.    Buta aksara di jember Jawa timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi selatan dan Nusa tenggara Barat yang mencapai adalah urutan peringkat dari provinsi yang memiliki penyadang buta akasara terbesar di Indone

LEMAHNYA PENDIDIKAN DI INDONESIA

Oleh : Jihan Febryan Damayanti Generasi muda merupakan harapan negara. Namun, di era globalisasi saat ini masyarakat telah menggunakan cara berfikir yang cenderung meninggalakan budaya ketimuran dan lebih mengacu dengan budadaya barat yang cenderung bebas. Pendidikan merupakan salah satu faktor penting kewibawaan sebuah negara. Dengan mutu pendidikan yang baik pastinya akan melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan kompeten di bidangnya. Dari pendidikan seseorang akan belajar menjadi pribadi yang berkarakter dan memiliki ilmu sosial yang tinggi.      Pendidikan di indonesia kembali menjadi sorotan dalam beberapa hari belakangan ini. Salah satu gagasan terbaru menteri pendidikan dan kebudayaan mengenai sistem pendidikan dan kebudayaan membuat mata masyarakat kembali meninjau mutu pendidikan di indonesia. Pada tahun 2014 posisi pendidikan di indonesia sangatlah buruk. The learning gurve pearson 2014, sebuah lembaga peningkatan pendidikan dunia memaparkan bahwa indonesia