Langsung ke konten utama

ANDROMEDA XIX Berlangsung Meriah

ALPHA-Mahasiswa berjoget bersama.(Foto: Maknun Alpha)

ANDROMEDA XIX Berlangsung Meriah


       ALPHA - ANDROMEDA XIX  atau  Diesnatalis Himpunan Mahasiswa Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (HIMAFI) ke-19 berlangsung meriah pada Sabtu (21/05) kemarin. Acara yang mengusung tema APOLLO (Annual Party With Traditional Style) itu diadakan di lapangan Fakultas MIPA dari pagi sampai malam. Pagi harinya diadakan jalan santai (colour run) yang diikuti oleh semua warga fisika baik dosen maupun mahasiswa. Sedangkan pada malamnya merupakan puncak perayaan acara tersebut. Pembukaan puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh dosen Jurusan Fisika, Artoto Arkundato.
Dengan menampilkan beberapa lagu beat dan mengundang DJ sebagai guest star, Andromeda berhasil memukau tamu undangan yang sedang menikmati malam minggunya. Tak hanya guest star, malam puncak tersebut juga melibatkan peran aktif mahasiswa dari angkatan 2012 hingga 2015. Mereka menampilkan kebolehannya dalam menari, musikalisasi puisi, stand up comedy, dan band. Sebelum acara berakhir, para tamu dan panitia ikut bernyanyi dan berjoged bersama. Acara seperti ini menjadi ajang mempererat hubungan antar mahasiswa. “Ajang seperti ini merupakan momen yang tepat untuk saling mengeratkan persaudaraan antar angkatan maupun dosen, kata Supriyadi, Pembina HIMAFI.
            Warna merah hitam menjadi pilihan panitia sebagai dress code pada malam puncak tersebut. Tak hanya dress code warna merah hitam juga dipilih untuk desain dan tata panggung maupun foto booth acara

Dalam momen perayaan ulang tahun Jurusan Fisika ini, Ketua Umum HIMAFI, Jamal Husen, 2013 menympaikan beberapa harapan saat diwawancarai oleh Tim ALPHA. Jamal menyampaikan  harapan terbesarnya adalah Himafi dapat menorehkan prestasi-prestasi yang lebih banyak lagi. Harapan itu ia sampaikan karena tahun sebelumnya, Himafi telah mendapatkan prestasi yang membanggakan, seperti Juara Ormawa Sehat tingkat Universitas jember dan Lolos Program Hibah Bina Desa (PHBD). []
Oleh: Yazella Feni

Komentar

  1. LPM ALPHA MIPA kerennn (y)

    BalasHapus
  2. sukses untuk ALPHA dan HIMAFI Universitas Jember

    BalasHapus
  3. kembangkan terus . . kalau bisa minta domain yang resmi atau pakai yang unej.ac.id

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan Oleh: Nurul Mahmuda K egaduhan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F MIPA ) terkait pelantikan dekan baru periode 2016-2020 sudah tercium sejak akhir 2015. Isu mengenai Rektor Universitas Jember (UNEJ) yang tidak melantik dekan dengan perolehan suara tertinggi menjadi fakta yang harus diterima oleh warga FMIPA. Kamis (14/01) bertempat di Gedung Rektorat Universitas Jember, pelantikan Dekan baru FMIPA telah dilangsungkan. Berdasarkan hasil pemberian pertimbangan oleh senat fakultas yang berupa pemungutan suara menyebutkan bahwa perolehan suara tertinggi adalah Dr. Kahar Muzakhar, S.Si., namun dekan FMIPA yang dilantik yaitu Drs . Sujito , Ph.D . yang memiliki selisih tiga suara. Hal ini menuai protes dari beberapa lini di FMIPA. Beberapa Senat fakultas, dosen, mahasiswa maupun karyawan memprotes dan menyayangkan mengenai kejadian ini. Seperti halnya Itok Dwi, mahasiswa kimia 2012, menganggap bahwa pemu

BUTA AKSARA di JEMBER

Ada tiga hal yang selalu didegungkan pemerintah terkait pembangunan pendidikan di Indonesia, yakni wajib belajar pendidikan dasar, rehabilitasi sekolah dan pemberantasan buta aksara. Namun pada kenyataannya sampai saat ini Indonesia masih belum berhasil  mengatasinya ketiganya, termasuk salah satunya Buta Aksara. Penyadang buta aksara di Indonesia  masih tergolong besar. Kriteria penyandang buta aksara yaitu buta aksara dan angka, buta bahasa Indonesia, dan buta pengetahuan dasar. tingginya angka putus sekolah dasar, beratnya geografis Indonesia. Menurut pemerintah  kesuliatan terbesar dalam pemberantasan buta aksara adalah karena tingginya angka putus sekolah dasar, beratnya geografis Indonesia, munculnya buta aksara baru, dan kembalinya seseorang menjadi buta aksara. a.    Buta aksara di jember Jawa timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi selatan dan Nusa tenggara Barat yang mencapai adalah urutan peringkat dari provinsi yang memiliki penyadang buta akasara terbesar di Indone