Langsung ke konten utama

MENELISIK CERMIN KUSAM

MENELISIK CERMIN KUSAM
Nur Fadila-ALPHA


Sudah banyak tahun yang kulewati
Banyak pula ambisi yang sudah kudaki
Tetapi tetap hatiku tak bisa menemukan ketenangan
Aku seperti hilang
Tenggelam dalam bayang kebingungan

Entah kenapa mulanya ini ada dalam hidupku
Jiwa terkoyak oleh angin desah dan gelisah
Aku pun seperti tumbang
Roboh di antara bangunan megah kemenangan

Kulihat diriku, sekarang....
Berjalan dengan angkuh sambil mengenakan jas kebanggaan,
Mengenakan penutup tubuh yang mencitrakan lambang kesucian,
Tapi....
Dimanakah diriku ini ??!
Aku seperti terlantar di jalan dengan tangan yang menengadah,
Meminta belas kasih orang

Tidak !!! bukan orang !
Aku mengemis pada Tuhan....
Aku mengemis belas kasihNya !
Tahun-tahunku, ambisi yang ku capai
Kemenanganku dan keangkuhanku
Semua tak berarti di trotoar jalanan hidupku
Dihadapan Tuhan !!!
Aku pun akhirnya sadar, bahwa duniaku tak memiliki harga
Aku telah melupakan Tuhanku !
Tuhan menciptakanku, mengasihiku, yang memberi semua keberhasilan duniaku !

Betapa berdosanya aku ???
Aku tak ubahnya seperti pendosa keji !
Melupakan, atau lebih tepatnya pura-pura lupa demi kesibukanku disini...!

Aku sadar , cermin hatiku kini begitu kusam
Banyak bintik kecil yang menggelapkannya
Membutakan mataku,
Membisukan lidahku,
Menulikan telingaku,
Merusak hidupku,
Menganiaya hidupku sendiri dengan mencambuknya bersama waktu !!

Aku sudah lama tercuci zaman,
Jiwaku sudah lama terkubur,
Hatiku sudah lama salah arah
Dan ragaku sudah lama bosan untuk memilih jalan cahaya !!

Adakah jalan untukku,
Sekarang, sedangkan dosaku sudah terlalu menggunung, Tuhan ???!
Tuhan....
Engkaulah yang Esa,
Engkaulah yang mengetahui, mengerti dan memahami hidupku kini...

Tuhan....
Kuakui, aku telah lupa kepadaMu, tak lagi menyembahmu,
Mengorbankan negeri abadiMu demi dunia semu ini....
Tuhan...
Adakah pintu maafmu masih tersisa untukku ?
Adakah belas kasihMu masih tersisa untuk penyesalanku ?
Sungguh, Tuhan.....
Sungguh aku merasa teraniaya
Bila bukan diriMu, dari siapa lagi aku akan mendapat ampunan dan belas kasih ??

Tuhan....
Maafkanlah salahku
Ampunilah dosaku
Terimalah taubatku dan kasihilah aku...
Kusujudkan tubuhku di hadapanMu
Aku bersimpuh, mengalirkan buih-buih permata dari merah mataku
Aku getarkan hatiku untuk memanggil-manggil namaMu

Ampunilah aku, Tuhan....


-------000-------

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan Oleh: Nurul Mahmuda K egaduhan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F MIPA ) terkait pelantikan dekan baru periode 2016-2020 sudah tercium sejak akhir 2015. Isu mengenai Rektor Universitas Jember (UNEJ) yang tidak melantik dekan dengan perolehan suara tertinggi menjadi fakta yang harus diterima oleh warga FMIPA. Kamis (14/01) bertempat di Gedung Rektorat Universitas Jember, pelantikan Dekan baru FMIPA telah dilangsungkan. Berdasarkan hasil pemberian pertimbangan oleh senat fakultas yang berupa pemungutan suara menyebutkan bahwa perolehan suara tertinggi adalah Dr. Kahar Muzakhar, S.Si., namun dekan FMIPA yang dilantik yaitu Drs . Sujito , Ph.D . yang memiliki selisih tiga suara. Hal ini menuai protes dari beberapa lini di FMIPA. Beberapa Senat fakultas, dosen, mahasiswa maupun karyawan memprotes dan menyayangkan mengenai kejadian ini. Seperti halnya Itok Dwi, mahasiswa kimia 2012, menganggap bahwa pemu

BUTA AKSARA di JEMBER

Ada tiga hal yang selalu didegungkan pemerintah terkait pembangunan pendidikan di Indonesia, yakni wajib belajar pendidikan dasar, rehabilitasi sekolah dan pemberantasan buta aksara. Namun pada kenyataannya sampai saat ini Indonesia masih belum berhasil  mengatasinya ketiganya, termasuk salah satunya Buta Aksara. Penyadang buta aksara di Indonesia  masih tergolong besar. Kriteria penyandang buta aksara yaitu buta aksara dan angka, buta bahasa Indonesia, dan buta pengetahuan dasar. tingginya angka putus sekolah dasar, beratnya geografis Indonesia. Menurut pemerintah  kesuliatan terbesar dalam pemberantasan buta aksara adalah karena tingginya angka putus sekolah dasar, beratnya geografis Indonesia, munculnya buta aksara baru, dan kembalinya seseorang menjadi buta aksara. a.    Buta aksara di jember Jawa timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi selatan dan Nusa tenggara Barat yang mencapai adalah urutan peringkat dari provinsi yang memiliki penyadang buta akasara terbesar di Indone

LEMAHNYA PENDIDIKAN DI INDONESIA

Oleh : Jihan Febryan Damayanti Generasi muda merupakan harapan negara. Namun, di era globalisasi saat ini masyarakat telah menggunakan cara berfikir yang cenderung meninggalakan budaya ketimuran dan lebih mengacu dengan budadaya barat yang cenderung bebas. Pendidikan merupakan salah satu faktor penting kewibawaan sebuah negara. Dengan mutu pendidikan yang baik pastinya akan melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan kompeten di bidangnya. Dari pendidikan seseorang akan belajar menjadi pribadi yang berkarakter dan memiliki ilmu sosial yang tinggi.      Pendidikan di indonesia kembali menjadi sorotan dalam beberapa hari belakangan ini. Salah satu gagasan terbaru menteri pendidikan dan kebudayaan mengenai sistem pendidikan dan kebudayaan membuat mata masyarakat kembali meninjau mutu pendidikan di indonesia. Pada tahun 2014 posisi pendidikan di indonesia sangatlah buruk. The learning gurve pearson 2014, sebuah lembaga peningkatan pendidikan dunia memaparkan bahwa indonesia