Langsung ke konten utama

Antusias Mahasiswa MIPA dalam pelatihan PKM



            ALPHA - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jember mengadakan pelatihan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) pada Sabtu, 8 April 2017. Pendaftaran pelatihan tersebut dilakukan secara online sebelum tanggal pelaksanaan. Antusias warga MIPA dalam mengikuti kegiatan pelatihan PKM sangat tinggi dilihat dari jumlah pendaftar pelatihan yang mencapai 202 peserta dari keseluruhan warga MIPA. Namun, hal itu tak sebanding dengan jumlah peserta yang hadir dalam pelatihan PKM pada Sabtu lalu. Pembukaan acara hanya dihadiri oleh tidak lebih dari dua puluh mahasiwa. Hal ini dikarenakan cuaca yang tidak mendukung, dimana hujan turun sebelum acara dimulai. Oleh karena itu, acara yang dijadwalkan mulai pukul 07.30 WIB menjadi molor hingga pukul 09.00 WIB. Selain itu, acara pelatihan PKM ini juga bebarengan dengan acara Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Biologi yaitu pemilihan Duta Lingkungan Hidup (DLH). Sehingga, mayoritas warga Jurusan Biologi yang telah mendaftar pelatihan PKM banyak yang tidak menghadiri acara pelatihan ini.
Acara pelatihan PKM dibuka oleh Dekan Fakultas MIPA Universitas Jember yaitu Drs. Sujito, Ph.D. Setelah pembukaan, Dekan yang biasa dipanggil Pak Jito tersebut melanjutkan dengan pemaparan materi mengenai PKM secara umum. Pak Jito berpesan kepada para peserta bahwa semua yang hadir dalam pelatihan harus membuat proposal PKM dan diajukan ke Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti). “Kalau ada permasalahan apapun mengenai pengajuan proposal, silahkan datang ke saya,” ungkap Pak Jito.Pemaparan mengenai PKM selanjutnya oleh Drs. Achmad Sjaifullah, M.Sc., Ph.D selaku Wakil Dekan I dan dilanjutkan oleh Kosala Dwidja Purnomo, S.Si., M.Si selaku Wakil Dekan II FMIPA Universitas Jember.
Menurut salah satu peserta yang hadir dalam pelatihan PKM, Rofiki Fahim, materi yang disampaikan oleh Wakil Dekan I yaitu bagaimana mencari ide dari sebuah masalah. “Selagi masih hidup di bumi, pasti ada masalah,” ungkap Rofiki dari kutipan yang disampaikan Wakil Dekan I. “Kalau Pak Kosala itu lebih pada perbedaan antara PKM, jangan sampai salah kamar, maksudnya PKM itu seharuanya kategori KC (Karsa Cipta, red) tapi didaftarkan di PKMT (PKM Teknologi, red)," lanjut Rofiki.
Pelatihan PKM ini diadakan oleh Fakultas MIPA setiap tahunnya. Menurut Ira Apsari (20), pelatihan PKM ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa, dimana kita sebagai mahasiswa diingatkan untuk berpikir kreatif dengan cara membuat PKM. “Tapi seharusnya langsung dibagi setiap PKM, terus langsung disuruh cari ide. Cek gak sia-sia (Biar tidak sia-sia, red),” Ungkap mahasiswa Jurusan Fisika tersebut.[]
Yossika-ALPHA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan Oleh: Nurul Mahmuda K egaduhan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F MIPA ) terkait pelantikan dekan baru periode 2016-2020 sudah tercium sejak akhir 2015. Isu mengenai Rektor Universitas Jember (UNEJ) yang tidak melantik dekan dengan perolehan suara tertinggi menjadi fakta yang harus diterima oleh warga FMIPA. Kamis (14/01) bertempat di Gedung Rektorat Universitas Jember, pelantikan Dekan baru FMIPA telah dilangsungkan. Berdasarkan hasil pemberian pertimbangan oleh senat fakultas yang berupa pemungutan suara menyebutkan bahwa perolehan suara tertinggi adalah Dr. Kahar Muzakhar, S.Si., namun dekan FMIPA yang dilantik yaitu Drs . Sujito , Ph.D . yang memiliki selisih tiga suara. Hal ini menuai protes dari beberapa lini di FMIPA. Beberapa Senat fakultas, dosen, mahasiswa maupun karyawan memprotes dan menyayangkan mengenai kejadian ini. Seperti halnya Itok Dwi, mahasiswa kimia 2012, menganggap bahwa pemu

BUTA AKSARA di JEMBER

Ada tiga hal yang selalu didegungkan pemerintah terkait pembangunan pendidikan di Indonesia, yakni wajib belajar pendidikan dasar, rehabilitasi sekolah dan pemberantasan buta aksara. Namun pada kenyataannya sampai saat ini Indonesia masih belum berhasil  mengatasinya ketiganya, termasuk salah satunya Buta Aksara. Penyadang buta aksara di Indonesia  masih tergolong besar. Kriteria penyandang buta aksara yaitu buta aksara dan angka, buta bahasa Indonesia, dan buta pengetahuan dasar. tingginya angka putus sekolah dasar, beratnya geografis Indonesia. Menurut pemerintah  kesuliatan terbesar dalam pemberantasan buta aksara adalah karena tingginya angka putus sekolah dasar, beratnya geografis Indonesia, munculnya buta aksara baru, dan kembalinya seseorang menjadi buta aksara. a.    Buta aksara di jember Jawa timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi selatan dan Nusa tenggara Barat yang mencapai adalah urutan peringkat dari provinsi yang memiliki penyadang buta akasara terbesar di Indone

LEMAHNYA PENDIDIKAN DI INDONESIA

Oleh : Jihan Febryan Damayanti Generasi muda merupakan harapan negara. Namun, di era globalisasi saat ini masyarakat telah menggunakan cara berfikir yang cenderung meninggalakan budaya ketimuran dan lebih mengacu dengan budadaya barat yang cenderung bebas. Pendidikan merupakan salah satu faktor penting kewibawaan sebuah negara. Dengan mutu pendidikan yang baik pastinya akan melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan kompeten di bidangnya. Dari pendidikan seseorang akan belajar menjadi pribadi yang berkarakter dan memiliki ilmu sosial yang tinggi.      Pendidikan di indonesia kembali menjadi sorotan dalam beberapa hari belakangan ini. Salah satu gagasan terbaru menteri pendidikan dan kebudayaan mengenai sistem pendidikan dan kebudayaan membuat mata masyarakat kembali meninjau mutu pendidikan di indonesia. Pada tahun 2014 posisi pendidikan di indonesia sangatlah buruk. The learning gurve pearson 2014, sebuah lembaga peningkatan pendidikan dunia memaparkan bahwa indonesia