Koperasi ,Ujung Tombak Perekonomian Indonesia yang Sejahtera?

Oleh : Siti Muamanah


Perkembangan perekonomian Indonesia saat ini,sudah cukup baik dari penetapan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5.2 persen ,Indonesia mampu tumbuh sekitar 5.05 persen.Meskipun tidak sesuai target tapi Indonesia harus tetap optimis bahwa perekonomian kedepannya akan jauh lebih baik.Hal ini tentunya akan terwujud apabila ada hubungan integrasi yang baik antara pihak yang satu dengan pihak yang lain,seperti pemerintah dan masyarakat.
Dalam pengembangan perekonomian,pemerintah saat ini masih mengunggulkan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah ) sebagai pendorong perekonomian,karena UMKM dianggap sebagai salah satu badan usaha yang dapat tahan meskipun sedang terjadi krisis ekonomi secara global.Jika dilihat pada data,UMKM memang memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkonomian.UMKM menyumbang pertumbuhan sebesar 2,4 persen pada tahun 2015.Pada saat itu, 98.73 persen dari usaha yang ada merupakan usaha kecil menengah,yang besarnya kurang lebih sebesar 60.7 juta unit usaha berskala mikro.Keberhasilan UMKM juga ditandai dengan kemampuan penyerpaan tenaga kerja yang rata-rata tumbuh sebesar 5.9 persen pada tahun 2015. Jumlah tenaga kerja UMKM pada tahun 2015 sudah mencapai 132,3 juta orang.
Selain itu,UMKM dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) mampu menyumbang sebesar 57,6 persen dengan pertumbuhan rata-rata 6,7 persen pertahun pada tahun 2009-2013.Sektor UMKM yang menyumbang PDB yang paling besar adalah sektor pertanian,perdagangan,dan industry pengolahan.Disisi investasi,UMKM  juga mengamali peningkatan pada periode 2011-2015 yaitu sebesar 10,6 persen pertahun.Tidak menghernakan jika terjadi peningkatan investasi pada UMKM ,karena peningkatan unit UMKM juga meningkat.Namun,peningkatan terbesar disumbang oleh usaha menengah ,karena usaha kecil sudah berkembang menjadi usaha menengah.
Melihat angka-angka tersebut,tentu kita setuju bahwa UMKM akan mampu membawa perekonomian Indonesia menjadi lebih baik.Namun,jika kita melihat disisi lain dan bergeser pada system koprasi,mungkin bukan hanya pada besaran angka peningkatan perekonomian nasional tapi juga akan lebih meniju pada besaran nilai kesejahteraan yang dirasakan masyarakt dengan adanya UMKM yang berbasis koprasi itu tadi.
Koperasi merupakan salah satu system yang diadopsi oleh perekonomian Indonesia.System ini tidak berfokus pada alur kapitalis saaj ataupun pada alur sosialis saja ,system ini lebih cenderung mengadopsi alur dari keduannya.Hal ini terjadi karema,para ahli ekonom , menyadari bahwa tidak aka nada negar yang benar-benar mengadposi alur kapitalis saja ataupun alur sosialis saja,pasti negar-negara tersebut akan mengambil sedikit dari alur keduanya,yang membedakan hanya alur apa yang lebih dominan digunakan dalam Negara tersebut.Namun,disini,koperasi hadir dengan system yang berbeda.Mereka mecoba menunjukan bahwa perkonomian juga dapat berjalan secara efektif apabila masyarakat mengeolal subuah usaha dimana msayarakat juga berbelanja dalam usaha yang mereka jalankan sehingga laba potensial yang mereka dapat tidak akan keluar dari arena mereka melainkan akan mereka nikmati sendiri.
Saat ini ,koprasi yang ada di Indonesia mencapai 212.135  unit pada tahun 2016 dengan anggota aktif sebanyak 37.78 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan pertahun mencapai 1,2  persen.Koprasi aktif pada thaun 2016 sebesar 150.223 unit,atau sekitar 70,81 peresen dari jumalah koprasi secara keseluruhan .Kebanyak koprasi yang aktif berada pada Provinsi Sumatra dan jumlah unit koprasi terbanyak ada pada Provinsi jawa Timur yaitu sebesar 31.182 unit koprasi.Kebanyakan jenis koprasi yang ada merupakan koprasi konsumsi dan koprai simpan pinjam yang jumlahnya pada tahun 2105 mencapai 110.189 unit koprasi dengan anggota sebesar 20,4 juta orang.Permodalan koprasi saat ini sebesar 242juta dengan pertumbuhan sekitar 20,82 persen.Volume usaha yang telah dijalankan koprasi sebesar 266juta,tumbuh sebsar 40,18 persen disbanding dengan volume usaha pda tahun 2015 yang sebesar 189juta.Sisa Hasil Usaha (SHU) yang dibagian pada anggota sudah mencapai 17juta meningkat 16 persen dari tahun 2015.
            Melihat perkembangan koprasi yang cukup pesat ,mungkin kita akan beranggapan bahwa koprasi memang cocok dijadikan ujung tombang perekonomian Negara Indonesia.Dilihat dari perkembnagan jumlah koprasi saja,akan membawa kita pada perkembangan jumlah anggota koprsai ayng semakin meningkat setiap tahunnya,dan ini membawa pemikiran akhir kita pada “semkin banyaknya masyarakat yang sejahtera dengan koperasi”.
            Namun tanpa disadari ,meskipun perkembangan koprai di Indonesia meningkat tajam , tapi perkembangn kualitasnya tidak berbanding lurus dngan hal tersebut.Masih banyak koprasi yang pasif,yaitu sekitar 30 persen pada tahun 2016.Hal ini terjadi karena masih banyak oknum yang berkedok koperasi yang padahal tujuan utamanya hanya mengambil dana subsidi dari pemerintah.Selain itu,jumlah koprasi di Indonesia merupaka jumlah koprasi yang terbanyak di dunia,namun sumbangsihnya terhadap GDP masih tergolong kecil dibandingan dengan sumbangsih koprasi di Denmark yang mencapai 60 persen dari GDP Negara tersebut.
            Menurut saya,sebenarnya koperasi bisa menjadi ujung tombak perekonomian yang mensejahterakan masyarakat,jika diolah dengan baik dan ada integrasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat seprti yang telah disampiakan di awal.Prinsip-prinsip koprasi juga sangat penting dlam membangun koprasi yang lebih baik.Selain itu,perlu adanya pengembangan kualitas koprasi agar perkembangan nya dapat seimbang antara kuantitas dan kualitas.
            Jumlah koperasi yang semakin banyak ,membuat koprasi bukanlah sesuatu yang asing di masayrakat.Hanya saja,perlu adanya pemahaman yang mendalam mengenai koperasi,agara tidak ada diskiriminasi dalam koprasi karena prinsip koprasi salah satunya adalah terbuka dan sukarela.Pertama,misalnya dalam koprasi produksi harusnya tidak hanya memproduksi suatu produk yang hanya ditujukan pada satu gender saja atau suatu kelompok tertentu,tapi koprasi seharusnya juga memproduksi barang yang bisa dikonsumsi oleh seluruh anggota dan masyarakat.Hal ini dapat dilakukan koprasi Indonesia dengan pengembangan produk melalui  sumber daya manusia yang ada.
            Kedua,perlu ada pengembangan sumber daya manusia untuk produk yang berkualitas dan mampu bersaing di pasar nasionl maupun internsional.Di Indonesia ,anggota koprasi pasif  maupun katif yang kurang memiliki kemampuan dalam memproduksi barang yang leih berkualitas dapat menjadi focus utama pemerintah untuk melakukan pelatihan agar mereka bisa menghasilkan prosuk yang lebih menekankan pada branding,logo,cita rasa,standarisasi,sertifikasi mutu dan paten.
            Ketiga,adanya bisnis hulu dan hilir yang dijalankan koprasi,sehingga kemungkinan laba terbesar akan dapat diperoleh anggota karena mereka mengambil bahan baku untuk produski mereka pada pabrik atau perusahaan mereka sendiri.Jadi,keuntungan yang didapat tidak akan melebar ke perusahaan luar koprasi.
Optimisme pengambangan koprasi di Indonesia dalam menjadi pilar utama perekonomian masih terbuka lebar.Hnaya perlu sedikit pengembangan dan arahan yang baik dari pemerintah dan anggota masyarakat.Saya yakin,dengan hal tersebut koprasi akan benar-benar menjadi ujung tombak perkonomian yang dapat mensejahterakan masyarakatnya.Mengingat semakin banyaknya bisnis ritel yang mengadopsi system koprasi untuk menunjang pemasaran mereka,seperti memberi kartu anggota pada konsumen yang ketika mereka berbelanja di took tersebuta akan mendapat potongan apabila telah tercatat menjadi anggota.

About the author

Admin
Donec non enim in turpis pulvinar facilisis. Ut felis. Praesent dapibus, neque id cursus faucibus. Aenean fermentum, eget tincidunt.

0 komentar:

Copyright © 2013 LPMM ALPHA and Blogger Themes.