Langsung ke konten utama

Aliansi BEM Seluruh Indonesia Laporkan Menristekdikti pada Bawaslu


Oleh : Vina Soraya

Jumat, (29/03/2019) Aliansi BEM Seluruh Indonesia melaporkan Mohamad Nasir selaku Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) atas dugaan pelanggaran pemilu saat kuliah tamu di Universitas Brawijaya. Kuliah tamu di Universitas Brawijaya ini dilakukan pada Rabu, (27/03/2019) mengangkat tema “Kebijakan kementerian menghadapi era revolusi Industri 4.0” dengan Mohamad Nasir sebagai narasumber atau pemateri. Kuliah tamu ini bertempat di gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya dengan dihadiri oleh seluruh mahasiswa Bidikmisi Universitas Brawijaya tahun angkatan 2016-2018 yang berjumlah kurang lebih 4000 mahasiswa.
            Muhammad Nurdiyansyah selaku coordinator pusat BEM Seluruh Indpnesia menjelaskan dalam kuliah tamu tersebut mulanya Nasir menjelaskan tentang pentingnya berwirausaha dan bagaimana menjadi mahasiswa yang tidak hanya sekedar menjadi pekerja namun juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Selain materi tersebut Nasir juga menceritakan mengenai kisah Gojek untuk memotivasi peserta kuliah tamu tersebut. Kuliah tamu berjalan lancar namun, kejanggalan terjadi saat diakhir sesi kuliah tamu Nasir menampilkan QR code dan meminta seluruh peserta kuliah tamu untuk memindai QR code tersebut. QR code yang telah dipindai ternyata menampilkan situs yang berisi kinerja Jokowi dalam satu periodenya. Situs ini menampilkan pula capaian – capaian Jokowi dalam pelunasan hutang, pembangunan insfrastruktur, serta harga BBM.
“Yang menjadi perhatian para mahasiswa adalah adanya kalimat – kalimat yang menggiring opini dan tagar untuk memilih salah satu calon presiden.” Jelas Nurdiansyah melalui keterangan tertulis di akun resmi BEM Seluruh Indonesia. Tindakan Nasir  ini dirasa termasuk dalam unsur kampanye yang menyebabkan banyak pertanyaan mengenai sesosok Nasir.
Setelah kejadian tersebut Aliansi BEM Seluruh Indonesia melakukan pemeriksaan terhadap profil Nasir. Hasil pemeriksaan tersebut didapatkan fakta ternyata Nasir bukan anggota partai politik, Tim Kampanye, ataupun Pelaksana kampanye yang didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Aliansi BEM Seluruh Indonesia kemudian menganggap bahwa Nasir telah melakukan pelanggaran berdasarkan Pasal 299 ayat 3 UU. No 7 tahun 2007 yang berbunyi sebagai berikut :
Pejabat negara lainnya yang bukan berstatus sebagai anggota Partai Politik dapat melaksanakan Kampanye apabila yang bersangkutan sebagai : 
a. Calon presiden atau calon Wakil Presiden
b. Anggota tim kampanye yang sudah didaftarkan ke KPU; atau
c. Pelaksana kampanye yang sudah didaftarkan ke KPU.
Aliansi BEM Seluruh Indonesia ini juga menganggap Nasir telah melanggar UU pasal 280 ayat 1 point h yang berbunyi “Pelaksanaan, peserta, dan tim Kampanye Pemilu dilarang : menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan”.
            Dilasir dari keterangan Aliansi BEM Seluruh Indonesia, Nasir sebelumnya juga pernah melakukan kegiatan yang sama yaitu pada 20 Maret 2019 di Universitas Siliwangi. Kegiatan yang dilakukan Nasir ini sama seperti yang dilakukan di Universitas Brawijaya. Nasir menyuruh audience untuk memindah QR code yang berisi situs kinerja Jokowi. Karena kegiatan ini melanggar dan meresahkan mahasiswa sehingga Aliansi BEM Seluruh Indonesia melaporkan kasus ini kepada Bawaslu dengan membawa bukti berupa gambar QR code dari Nasir, gambar dari isi QR code, dan video Menristekdikti ketika meminta mahasiswa memindai QR code yang berada di slide presentasi. Selain hal tersebut BEM Seluruh Indonesia juga melampirkan surat himbauan Bawaslu Nomor 1692/K.Bawaslu/PM.00.00X/2018 tertanggal 15 Oktober 2019 tentang himbauan Netralisas Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Kampanye oleh Pejabat Negara. Pelaporan Nasri selaku Menristekdikti atas dugaan pelanggaran pemilu oleh Aliansi BEM Seluruh Indonesia kepada Bawaslu merupakan salah satu bukti bahwa mahasiswa telah ikut serta dalam pengawasan pesta demokrasi Indonesia tahun ini dengan harapan dapat tercipta pemilu yang bersih. Pihak BEM Seluruh Indonesia menuturkan
“Melalui laporan ini, kami berharap Bawaslu dapat memproses dan memberi tindakan tegas atas pelanggaran ini” Jelas Nurhadiyan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan Oleh: Nurul Mahmuda K egaduhan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F MIPA ) terkait pelantikan dekan baru periode 2016-2020 sudah tercium sejak akhir 2015. Isu mengenai Rektor Universitas Jember (UNEJ) yang tidak melantik dekan dengan perolehan suara tertinggi menjadi fakta yang harus diterima oleh warga FMIPA. Kamis (14/01) bertempat di Gedung Rektorat Universitas Jember, pelantikan Dekan baru FMIPA telah dilangsungkan. Berdasarkan hasil pemberian pertimbangan oleh senat fakultas yang berupa pemungutan suara menyebutkan bahwa perolehan suara tertinggi adalah Dr. Kahar Muzakhar, S.Si., namun dekan FMIPA yang dilantik yaitu Drs . Sujito , Ph.D . yang memiliki selisih tiga suara. Hal ini menuai protes dari beberapa lini di FMIPA. Beberapa Senat fakultas, dosen, mahasiswa maupun karyawan memprotes dan menyayangkan mengenai kejadian ini. Seperti halnya Itok Dwi, mahasiswa kimia 2012, menganggap bahwa pemu

BUTA AKSARA di JEMBER

Ada tiga hal yang selalu didegungkan pemerintah terkait pembangunan pendidikan di Indonesia, yakni wajib belajar pendidikan dasar, rehabilitasi sekolah dan pemberantasan buta aksara. Namun pada kenyataannya sampai saat ini Indonesia masih belum berhasil  mengatasinya ketiganya, termasuk salah satunya Buta Aksara. Penyadang buta aksara di Indonesia  masih tergolong besar. Kriteria penyandang buta aksara yaitu buta aksara dan angka, buta bahasa Indonesia, dan buta pengetahuan dasar. tingginya angka putus sekolah dasar, beratnya geografis Indonesia. Menurut pemerintah  kesuliatan terbesar dalam pemberantasan buta aksara adalah karena tingginya angka putus sekolah dasar, beratnya geografis Indonesia, munculnya buta aksara baru, dan kembalinya seseorang menjadi buta aksara. a.    Buta aksara di jember Jawa timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi selatan dan Nusa tenggara Barat yang mencapai adalah urutan peringkat dari provinsi yang memiliki penyadang buta akasara terbesar di Indone

ANDROMEDA XIX Berlangsung Meriah

ALPHA-Mahasiswa berjoget bersama.(Foto: Maknun Alpha) ANDROMEDA XIX Berlangsung Meriah        ALPHA  - ANDROMEDA XIX  atau  Diesnatalis Himpunan Mahasiswa Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (HIMAFI ) ke-19 berlangsung meriah pada Sabtu (21/05) kemarin. Acara yang mengusung tema APOLLO ( Annual Party With Traditional Style ) itu diadakan di lapangan Fakultas MIPA dari pagi sampai malam. Pagi harinya diadakan jalan santai ( colour run) yang diikuti oleh semua warga fisika baik dosen maupun mahasiswa. Sedangkan pada malamnya merupakan puncak perayaan acara tersebut . Pembukaan puncak acara ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh dosen Jurusan Fisika, Artoto Arkundato. Dengan me nampilkan beberapa lagu beat dan mengundang DJ sebagai guest star , Andromeda berhasil memukau tamu undangan yang sedang menikmati malam minggunya. Tak hanya guest star , malam puncak tersebut juga melibatkan peran aktif mahasiswa dari angkatan 2012 hingga 2015. Mer