Langsung ke konten utama

Banjir Pendaftar Seleksi UTBK-SBMPTN, 2 Perangkat GeNose disiapkan oleh Panita Pusat UTBK Universitas Jember

 

 

Oleh: Anggita Dita S.

    sumber: memox.co.id

Ada tiga jalur seleksi untuk mengenyam pendidikan S1 di sebuah perguruan tinggi negeri yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Seleksi Mandiri (SM). SBMPTN merupakan salah satu seleksi dalam penerimaan mahasiswa baru di lingkungan perguruan tinggi negeri. Syarat utama untuk mengikuti SBMPT adalah calon mahasiswa mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang telah diselenggarakan oleh LTMPT.

Pada tahun 2021, pelaksaaan UTBK-SBMPTN dibuka menjadi dua gelombang, yaitu gelombang I dan gelombang II. Gelombang I dilaksanakan pada tanggal 12-18 April 2021 dan gelombang II dilaksanakan pada tanggal 26 April-2 Mei 2021. Menurut Budi Prasetyo selaku Ketua Eksekutif LTMPT, hingga penutupan waktu pendaftaran, ada 776.519 orang yang telah mendaftar UTBK-SBMPTN 2021, dari jumlah pendaftar tersebut ada 336.834 pendaftar pilihan Saintek, 378.556 pendaftar Soshum, dan 62.468 pendaftar kelompok Campuran. Dari jumlah pendaftar menunjukkan bahwa ada peningkatan pendaftar UTBK-SBMPTN dari tahun 2020, yaitu sekitar 100 ribu pendaftar. Pelaksanaan UTBK-SBMPT terdapat di berberapa lokasi di Indonesia, salah satunya adalah Universitas Jember (UNEJ), Jawa Timur.

Menurut Prof. Slamin selaku Wakil Rektor I bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Universitas Jember, serta selaku Ketua Pusat UTBK Universitas Jember, ada 14.071 peserta yang akan mengikuti UTBK-SBMPTN di lokasi Pusat UTBK Universitas Jember.  Jumlah peserta tersebut terdiri dari 6.583 pendaftar Saintek, 6.492 pendaftar Soshum, dan 996 pendaftar kelompok Campuran. Peserta UTBK-SBMPTN di pusat UTBK Universitas Jember akan mengikuti ujian di Kampus Tegalboto yang terletak di Jember dan Kampus Bondowoso. Panitia menyiapkan 13 lokasi UTBK yang mampu menampung 575 peserta dalam satu sesi untuk Kampus Tegalboto, sedangkan untuk Kampus Bondowoso hanya menyediakan satu lokasi UTBK saja dengan daya tampung 100 peserta per sesinya. Panitia menggelar dua sesi UTBK, yakni sesi pagi yang dimulai jam 06.50 WIB hingga 10.30 WIB dan sesi siang dari jam 12.35 WIB sampai jam 16.15 WIB.

Pelaksanaan UTBK-SBMPTN 2021 ini, merupakan pelaksanaan UTBK-SBMPTN tahun kedua di masa pandemi, oleh karena itu panitia pusat UTBK Universitas Jember melakukan berbagai persiapan sesuai dengan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh LTMPT dan Kemendikbud. Kapasitas ruang UTBK di Universitas Jember hanya diisi separuh dari daya tampung yang ada. Ruang pelaksanaan UTBK selalu di sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan dan penyinaran dengan lampu UV sebelum dan sesudah digunakan, serta melakukan pengecekan suhu badan peserta UTBK. Peserta UTBK di pusat UTBK Universitas Jember tidak diwajibkan membawa hasil rapid tes, namun cukup membawa surat keterangan dari RT/RW yang menyatakan kondisi status daerahnya. Universitas Jember juga menyiapkan dua perangkat GeNose yang disiagakan di lokasi UTBK di Kampus Tegalboto dan Kampus Bondowoso. 

Perangkat GeNose disiapkan sebagai antisipasi jika ada peserta UTBK-SBMPTN di Kampus Universitas Jember yang tidak membawa surat keterangan dari RT/RW setempat, dan atau tidak membawa hasil pemeriksaan rapid test. Berbagai persiapan telah dipersiapkan oleh panitia UTBK di pusat Universitas Jember, oleh karena itu peserta UTBK diharapkan juga mematuhi protokol Kesehatan seperti memakai masker, membawa handsanitizer, mencuci tangan sebelum masuk ruang UTBK dan menjaga jarak. Peserta UTBK juga dihimbau untuk menjaga kesehatan, mengingat pelaksanaan UTBK di bulan ramadhan dan apabila pendaftar dalam kondisi sakit atau suhu tubuhnya melebihi 37,3 ᴼC maka akan ditolak masuk oleh panitia UTBK.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan Oleh: Nurul Mahmuda K egaduhan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F MIPA ) terkait pelantikan dekan baru periode 2016-2020 sudah tercium sejak akhir 2015. Isu mengenai Rektor Universitas Jember (UNEJ) yang tidak melantik dekan dengan perolehan suara tertinggi menjadi fakta yang harus diterima oleh warga FMIPA. Kamis (14/01) bertempat di Gedung Rektorat Universitas Jember, pelantikan Dekan baru FMIPA telah dilangsungkan. Berdasarkan hasil pemberian pertimbangan oleh senat fakultas yang berupa pemungutan suara menyebutkan bahwa perolehan suara tertinggi adalah Dr. Kahar Muzakhar, S.Si., namun dekan FMIPA yang dilantik yaitu Drs . Sujito , Ph.D . yang memiliki selisih tiga suara. Hal ini menuai protes dari beberapa lini di FMIPA. Beberapa Senat fakultas, dosen, mahasiswa maupun karyawan memprotes dan menyayangkan mengenai kejadian ini. Seperti halnya Itok Dwi, mahasiswa kimia 2012, menganggap bahwa pemu

BUTA AKSARA di JEMBER

Ada tiga hal yang selalu didegungkan pemerintah terkait pembangunan pendidikan di Indonesia, yakni wajib belajar pendidikan dasar, rehabilitasi sekolah dan pemberantasan buta aksara. Namun pada kenyataannya sampai saat ini Indonesia masih belum berhasil  mengatasinya ketiganya, termasuk salah satunya Buta Aksara. Penyadang buta aksara di Indonesia  masih tergolong besar. Kriteria penyandang buta aksara yaitu buta aksara dan angka, buta bahasa Indonesia, dan buta pengetahuan dasar. tingginya angka putus sekolah dasar, beratnya geografis Indonesia. Menurut pemerintah  kesuliatan terbesar dalam pemberantasan buta aksara adalah karena tingginya angka putus sekolah dasar, beratnya geografis Indonesia, munculnya buta aksara baru, dan kembalinya seseorang menjadi buta aksara. a.    Buta aksara di jember Jawa timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi selatan dan Nusa tenggara Barat yang mencapai adalah urutan peringkat dari provinsi yang memiliki penyadang buta akasara terbesar di Indone

LEMAHNYA PENDIDIKAN DI INDONESIA

Oleh : Jihan Febryan Damayanti Generasi muda merupakan harapan negara. Namun, di era globalisasi saat ini masyarakat telah menggunakan cara berfikir yang cenderung meninggalakan budaya ketimuran dan lebih mengacu dengan budadaya barat yang cenderung bebas. Pendidikan merupakan salah satu faktor penting kewibawaan sebuah negara. Dengan mutu pendidikan yang baik pastinya akan melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan kompeten di bidangnya. Dari pendidikan seseorang akan belajar menjadi pribadi yang berkarakter dan memiliki ilmu sosial yang tinggi.      Pendidikan di indonesia kembali menjadi sorotan dalam beberapa hari belakangan ini. Salah satu gagasan terbaru menteri pendidikan dan kebudayaan mengenai sistem pendidikan dan kebudayaan membuat mata masyarakat kembali meninjau mutu pendidikan di indonesia. Pada tahun 2014 posisi pendidikan di indonesia sangatlah buruk. The learning gurve pearson 2014, sebuah lembaga peningkatan pendidikan dunia memaparkan bahwa indonesia