Langsung ke konten utama

Wanita juga Manusia, Stop Melecehkannya!

 

Oleh: Anggita Dita Sari


Sumber: tempo.com

            Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) pelecehan dapat didefinisikan sebagai proses, perbuatan, cara melecehkan. Pelecehan juga dapat diartikan sebagai pola perilaku yang menyerang yang bertujuan tidak baik terhadap seseorang, dimana tujuan tersebut untuk mengancam atau mengintimidasi. Pelecehan seksual adalah tindakan bernuansa seksual yang disampaikan melalui kontak fisik atau non-fisik yang menyasar pada seksualitas seseorang. Akhir-akhir ini banyak sekali media yang memberitakan tentang pelecahan seksual yang terjadi pada wanita di berbagai kalangan usia. Media Tempo menyebutkan bahwa pada tahun 2020 Komnas perempuan mencatat lebih dari 299.911 kasus kekerasan seksual terjadi di Indonesia.

            Pelecehan seksual merupakan salah satu tindak kejahatan. Oleh karena itu, penegakan hukum terhadap pelaku pelecehan seksual diatur dalam KUHP. Merusak kesusilaan di depan umum (Pasal 281, 283, 283 bis); Perzinahan (Pasal 284); Pemerkosaan (Pasal 285); Pembunuhan (Pasal 338); Pencabulan (Pasal 289, 290, 292, 293 (1), 294, 295 (1)). Pelaku pemerkosaan diberikan hukuman 12 (dua belas) tahun penjara, hal tersebut karena pemerkosaan dapat menghancurkan masa depan seseorang. Dalam UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang PKDRT maka terhadap pelaku kekerasan seksual diberikan sanksi sebagaimana diatur dalam Pasal 46, Pasal 47 dan Pasal 48 dengan hukuman penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun serta hukuman denda paling sedikit Rp. 12.000.000,00 (dua belas juta rupiah) dan paling banyak Rp. 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah). Pelaku pelecehan terhadap anak perempuan yang akan dikenakan ancaman pidana sebagaimana diatur dalam Perpu No. 1 Tahun 2016 yaitu hukuman mati, penjara seumur hidup, maksimal 20 tahun penjara dan minimal 10 tahun penjara.

Pelecehan seksual tidak hanya tentang pemerkosaan saja. Pada dasarnya pelecehan seksual dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu secara verbal (secara lisan) dan secara nonverbal (secara fisik). Berdasarkan kategorinya pelecehan seksual dibagi menjadi 5 jenis yaitu sebagai berikut.

1.      Pelecehan gender, yaitu perilaku atau perkataan yang menghina perihal gender seseorang. Contohnya: komentar yang menghina gender dari seseorang dan lelucon cabul.

2.      Perilaku menggoda, yaitu perilaku seksual yang tidak pantas dan dapat bersifat memaksa. Contohnya: ajakan kencan yang bersifat memaksa dan melakukan perilaku seksual yang tidak diinginkan.

3.      Penyuapan seksual, yaitu permintaan teentang aktivitas seksual dengan pelaku menjanjikan sesuatu pada calon korban. Contohnya: melakukan aktivitas seksual dengan adanya imbalan uang.

4.      Pemaksaan seksual, yaitu pemaksaan melakukan aktivitas seksual dengan adanya sebuah ancaman. Contohnya: adanya ancaman pembunuhan pada calon korban pelecehan.

5.      Pelanggaran seksual, yaitu ketika seeorang telah menyentuh bagian tubuh orang lain secara paksa dan tanpa adanya persetujuan.

Pelecehan seksual banyak terjadi pada kaula muda, maka dari itu untuk menghindari dan meminimalisir kasus pelecehan seksual, para kaula muda harus saling berhati-hati dalam bergaul, memegang kuat ajaran agama, dan mengisi waktu luang dengan aktivitas-aktivitas yang positif. Apabila terjadi pelecehan seksual pada diri anda atau orang di sekitar anda, sebaiknya segera melaporkan pada pihak-pihak tertentu dan jangan dipendam di sendiri, karena dapat mempengaruhi mental anda.  Love your self !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan Oleh: Nurul Mahmuda K egaduhan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F MIPA ) terkait pelantikan dekan baru periode 2016-2020 sudah tercium sejak akhir 2015. Isu mengenai Rektor Universitas Jember (UNEJ) yang tidak melantik dekan dengan perolehan suara tertinggi menjadi fakta yang harus diterima oleh warga FMIPA. Kamis (14/01) bertempat di Gedung Rektorat Universitas Jember, pelantikan Dekan baru FMIPA telah dilangsungkan. Berdasarkan hasil pemberian pertimbangan oleh senat fakultas yang berupa pemungutan suara menyebutkan bahwa perolehan suara tertinggi adalah Dr. Kahar Muzakhar, S.Si., namun dekan FMIPA yang dilantik yaitu Drs . Sujito , Ph.D . yang memiliki selisih tiga suara. Hal ini menuai protes dari beberapa lini di FMIPA. Beberapa Senat fakultas, dosen, mahasiswa maupun karyawan memprotes dan menyayangkan mengenai kejadian ini. Seperti halnya Itok Dwi, mahasiswa kimia 2012, menganggap bahwa pemu

Salah Satu Ikon Jember, Tari Petik Kopi

Oleh : Tri Widagdo Tari petik kopi, tentu nama tari ini sudah tidak asing lagi bagi telinga kita. Tari yang satu ini berasal dari kota yang terkenal akan karnaval fashionnya. Ya, kota Jember, kota yang baru - baru ini juga dinobatkan sebagai kota karnaval oleh Menteri pariwisata. Dari namanya sendiri tari ini sudah menunuju k kan suatu identitas tersendiri,   yaitu tarian ini berusaha menggambarkan kondisi masyarakat Jember yang mayoritas komoditasnya pertanian dan perkebunan kopi.   Gerakan-gerakan yang ada dalam tarian ini menggambarkan suka cita masyarakat saat musim panen tiba dan selama proses memanen kopi. T arian yang tergolong masih muda umurnya ini, yaitu diciptakan pada tahun 2013 , digagas oleh U niversitas J ember (UNEJ) yang kala itu mengamati kehidupan masyarakat Jember dimana sebagian besar komoditasnya adalah perkebunan kopi. UNEJ saat itu ingin memunculkan suatu kesenian yang   mencerm

LEMAHNYA PENDIDIKAN DI INDONESIA

Oleh : Jihan Febryan Damayanti Generasi muda merupakan harapan negara. Namun, di era globalisasi saat ini masyarakat telah menggunakan cara berfikir yang cenderung meninggalakan budaya ketimuran dan lebih mengacu dengan budadaya barat yang cenderung bebas. Pendidikan merupakan salah satu faktor penting kewibawaan sebuah negara. Dengan mutu pendidikan yang baik pastinya akan melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan kompeten di bidangnya. Dari pendidikan seseorang akan belajar menjadi pribadi yang berkarakter dan memiliki ilmu sosial yang tinggi.      Pendidikan di indonesia kembali menjadi sorotan dalam beberapa hari belakangan ini. Salah satu gagasan terbaru menteri pendidikan dan kebudayaan mengenai sistem pendidikan dan kebudayaan membuat mata masyarakat kembali meninjau mutu pendidikan di indonesia. Pada tahun 2014 posisi pendidikan di indonesia sangatlah buruk. The learning gurve pearson 2014, sebuah lembaga peningkatan pendidikan dunia memaparkan bahwa indonesia