Langsung ke konten utama

Puisi: Keadilan dalam Negara Demokrasi

 

Keadilan dalam Negara Demokrasi

Cipt: Anggita Dita Sari

 

 

 

Dimana dia berada

Aku mencarinya namun tak terlihat jua

Dimana dia pergi

Keadilan yang ada di negeri ini

 

Indonesia sudah lepas dari penjajah

Namun mengapa banyak rakyat berkeluh kesah

Indonesia adalah negara hukum dan demokrasi

Namun mengapa seakan dikuasai manusia berdasi

 

Wahai penguasa negeri

Masih ingatkah dengan visi misi

Yang kau lantunkan untuk mendapat suara rakyat

Salah satu isinya mengubah nasib kaum melarat

Namun mana buktinya

Mereka menjerit tak berdaya

 

Keadilan, keadilan, keadilan

Ribuan rakyat turun ke jalan

Mahasiswa, buruh, tani, rakyat miskin kota meminta keadilan

Namun hasilnya sering menyimpang dengan apa yang diharapkan

 

Lihatlah rakyatmu wahai penguasa negeri

Banyak yang tak bermoral, namun lebih banyak yang merintih kesakitan

Aku tak tahan melihat para puan yang menangis karena tuan

Melihat perut yang terus menggema merindukan nasi

Melihat raga tua berjuang kesana sini

Namun pemakan uang rakyat hidup tenang walau dalam jeruji besi

 

Ini bukan seruan aksi yang mengundang kontroversi

Ini juga bukan ujaran benci

Namun hanyalah pertanyaan kecil dari hati

Dimanakah keadilan dalam negara yang katanya demokrasi?

Indonesia, 2022

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan Oleh: Nurul Mahmuda K egaduhan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F MIPA ) terkait pelantikan dekan baru periode 2016-2020 sudah tercium sejak akhir 2015. Isu mengenai Rektor Universitas Jember (UNEJ) yang tidak melantik dekan dengan perolehan suara tertinggi menjadi fakta yang harus diterima oleh warga FMIPA. Kamis (14/01) bertempat di Gedung Rektorat Universitas Jember, pelantikan Dekan baru FMIPA telah dilangsungkan. Berdasarkan hasil pemberian pertimbangan oleh senat fakultas yang berupa pemungutan suara menyebutkan bahwa perolehan suara tertinggi adalah Dr. Kahar Muzakhar, S.Si., namun dekan FMIPA yang dilantik yaitu Drs . Sujito , Ph.D . yang memiliki selisih tiga suara. Hal ini menuai protes dari beberapa lini di FMIPA. Beberapa Senat fakultas, dosen, mahasiswa maupun karyawan memprotes dan menyayangkan mengenai kejadian ini. Seperti halnya Itok Dwi, mahasiswa kimia 2012, menganggap bahwa pemu

Salah Satu Ikon Jember, Tari Petik Kopi

Oleh : Tri Widagdo Tari petik kopi, tentu nama tari ini sudah tidak asing lagi bagi telinga kita. Tari yang satu ini berasal dari kota yang terkenal akan karnaval fashionnya. Ya, kota Jember, kota yang baru - baru ini juga dinobatkan sebagai kota karnaval oleh Menteri pariwisata. Dari namanya sendiri tari ini sudah menunuju k kan suatu identitas tersendiri,   yaitu tarian ini berusaha menggambarkan kondisi masyarakat Jember yang mayoritas komoditasnya pertanian dan perkebunan kopi.   Gerakan-gerakan yang ada dalam tarian ini menggambarkan suka cita masyarakat saat musim panen tiba dan selama proses memanen kopi. T arian yang tergolong masih muda umurnya ini, yaitu diciptakan pada tahun 2013 , digagas oleh U niversitas J ember (UNEJ) yang kala itu mengamati kehidupan masyarakat Jember dimana sebagian besar komoditasnya adalah perkebunan kopi. UNEJ saat itu ingin memunculkan suatu kesenian yang   mencerm

LEMAHNYA PENDIDIKAN DI INDONESIA

Oleh : Jihan Febryan Damayanti Generasi muda merupakan harapan negara. Namun, di era globalisasi saat ini masyarakat telah menggunakan cara berfikir yang cenderung meninggalakan budaya ketimuran dan lebih mengacu dengan budadaya barat yang cenderung bebas. Pendidikan merupakan salah satu faktor penting kewibawaan sebuah negara. Dengan mutu pendidikan yang baik pastinya akan melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan kompeten di bidangnya. Dari pendidikan seseorang akan belajar menjadi pribadi yang berkarakter dan memiliki ilmu sosial yang tinggi.      Pendidikan di indonesia kembali menjadi sorotan dalam beberapa hari belakangan ini. Salah satu gagasan terbaru menteri pendidikan dan kebudayaan mengenai sistem pendidikan dan kebudayaan membuat mata masyarakat kembali meninjau mutu pendidikan di indonesia. Pada tahun 2014 posisi pendidikan di indonesia sangatlah buruk. The learning gurve pearson 2014, sebuah lembaga peningkatan pendidikan dunia memaparkan bahwa indonesia