Langsung ke konten utama

Artikel: Fenomena Citayem Fashion Week Melanda Jember

 

FENOMENA CITAYEM FASHION WEEK MELANDA JEMBER

Oleh

Sona Zanuba Bibi 201810301023

Kimia

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember
sonazanuba22@gmail.com

Citayam Fashion Week adalah aksi peragaan busana di zebra cross kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Layaknya Paris Fashion Week yang terkenal, para model berlenggak-lenggok mengenakan busana khasnya sambil menyeberangi jalan. Bedanya, para model yang meramaikan Citayam Fashion Week adalah remaja dari Depok, Citayam, Bojonggede, dan daerah penyangga Jakarta. Namun kini daerah Dukuh Atas menjadi sangat ramai setelah viral Citayam Fashion Week. Tidak hanya jadi tempat remaja dari penyangga Jakarta nongkrong dan cari hiburan, namun juga pejabat dan kalangan menegah atas hingga artis membuat konten. Nah dari latar belakang inilah istilah “Citayam Fashion Week bermula.

Fenomena Citayam Fashion Week yang viral membuat beberapa daerah mulai mengikuti trend tersebut, salah satunya yaitu di kota Jember. Jember adalah suatu kabupaten yang berada di tengah-tengah wilayah Tapal Kuda dan berbatasan dengan kabupaten Bondowoso dan kabupaten Probolinggo. Fenomena Citayam Fashion Week di Jember bermula dari beredarnya foto pemuda sedang berjalan di zebra cross, yang diduga dilakukan di traffic light Argopuro Jember. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jember Harry Agustriono mengatakan bahwa, “ia ada fotonya, dan ada lokasi yang bertuliskan The Argopuro, itu benar atau hanya iseng saya belum tahu”. Di Jember sendiri jika ingin mengadopsi Citayam Fashion Week sendiri tidak akan dibatasi, tetapi harus mengutamakan beberapa hal. Jika mau berekspresi tentang karya seninya diperbolehkan, tetapi harus sesuai dengan norma dan adab serta culture di Jember. Dirinya juga mengaku mendapatkan informasi bahwa sudah mulai muncul ajang seperti Citayam Fashion Week di jalan-jalan protokol. Jika mereka menggunakan zebra cross sebagai ajang penampilan ekspresinya, maka harus diketahui dan dipahami bahwa fungsi tersebut untuk pengguna jalan.

Fenomena Citayam Fashion Week di kota Jember alangkah baiknya dilakukan ditempat yang lebih aman dan tidak mengganggu pengguna jalan, jangan sampai ingin berekspresi malah menjadi insiden yang tidak diinginkan. Harry menegaskan, untuk masyarakat Jember yang ingin berekspresi seperti Citayam Fashion Week bisa menggunakan ruang-ruang yang lebih aman. Ruang yang dimaksud seperti di ruang terbuka hijau (RTH) di kecamatan atau menggunakan tempat lain agar tidak mengganggu pengguna jalan. Harry juga tidak mempermasalahkan dengan mengadopsi Citayam Fashion Week, karena memang ini menjadi ladang perputaran ekonomi salah satunya. Tetapi yang perlu diperhatikan yaitu fashion yang digunakan tidak mengumbar anggota tubuh, karena seperti yang diketahui Jember sebagai culture santri.

Gambar 1. Fenomena Citayam Fashion Week di Ttraffic Light Argopuro Jember   (Sumber: Zubaidi, 2022)

Bernama Street Fashion Jember, ajang Citayam Fashion Week cabang Jember ini siap digelar di Alun-Alun Jember. Dikutip dari akun Twitter @jembermfs, Street Fashion Jember itu dilaksanakan pada Jumat, 29 Juli 2022 pukul 19.00 WIB hingga 21.00 WIB. Dalam poster yang beredar, Street Fashion Jember ini dibuka untuk umum, mulai dari selebgram, model, youtuber, stand up, pelaku usaha umkm, hingga seluruh masyarakat Jember. Street Fashion Jember ini mengajak warga Jember untuk memamerkan outfit terbaiknya dan mengikuti ajang lenggak lenggok seperti model di Citayam Fashion Week. Tahukah kamu, terkait street fashion seperti Citayam Fashion Week yang lagi hits sekarang ini, Jember dapat dibilang sebagai pemrakarsanya. Adapun yang dimaksud di sini yakni Jember Fashion Carnaval atau sering disebut JFC, sebuah event carnaval tahunan yang di gelar di Jember, Jawa Timur. Bedanya, jika Citayam Fashion Week dilakukan dengan cara catwalk di zebra cross, JFC diselengga dengan konsep carnaval di jalanan. Adapun jenis karnaval yang diusung dalam JFC adalah karnaval busana dengan bermacam tema yang beragam. Mereka akan dibagi dalam 10 defile yang masing-masing mencerminkan tren busana pada tahun yang bersangkutan.

Fenomena Citayam Fashion Week di Jember juga terjadi di salah satu swalayan di kecamatan Kencong, kabupaten Jember yang bernama “Dira Kencong”. Sejumlah muda-mudi memamerkan gaya berpakaiannya di lahan parkir yang disulap jadi panggung catwalk. Mereka berlenggak-lenggok di lahan parkir kendaraan di pusat perbelanjaan selebar 3 x 15 meter. Kegiatan fashion week bertajuk fashion street itu digelar malam hari pada Sabtu, 30 Juli 2022. “Karena saat ini lagi trend ada fashion street jadi kita mewadahi anak-anak, dan remaja masyarakat Jember pada umumnya, untuk mengikuti kegiatan serupa,” kata Manajer Dira Swalayan Kencong”. Berbeda dengan mempertontonkan busana kreatif di jalanan, kata Dian, kegiatan fashion yang digelar olehnya dilakukan di lahan parkir. “Kita menggunakan halaman parkir kita sendiri untuk disulap jadi tempat ajang fashion street, untuk catwalk itu panjangnya 15 meter dan lebarnya 3 meter, tetapi juga digambar garis-garis putih zebra cross, jadi tidak mengurangi konsep gelaran busana jalanan,” ujarnya.

Gambar 2. Fenomena Citayam Fashion Week di Dira Kencong   (Sumber: Ramadan, 2022)

Fenomena Citayam Fashion Week di Jember dapat menciptakan kreatifitas di bidang busana itu dan dapat ditangkap positif oleh masyarakat, untuk saat ini alhamdulillah animo masyarakat sangat luar biasa, mudah-mudahan di lain waktu atau ke depannya bisa mengadakan lagi dengan event lain yang lebih kreatif,” ucapnya. Ditanya alasan digelar dengan memanfaatkan lahan parkir. Kata Dian, agar memberikan kenyamanan bagi penonton dan tidak mengganggu jalan. “Karena lokasi kita ada di jalur Kencong, kabupaten Jember - kabupaten Lumajang, jadi jangan sampai ganggu kendaraan yang melintas, jadi dipilih di lahan parkir ini dan lebih aman,” ungkapnya. Terkait peserta, Dian menambahkan tidak hanya diikuti dari masyarakat Jember saja, tetapi ada dari Probolinggo, Lumajang, Pasuruan, Malang, dan Banyuwangi karena lumayan banyak peminat. Pendaftaran langsung ke lokasi Dira, gratis tidak ada biaya apapun, tetapi kita menyediakan hadiah, jadi lebih menarik,” ujarnya. Terkait event gelaran fashion ini diketahui diikuti oleh masyarakat dari segala umur. Salah seorang peserta yang menjadi juara kedua dalam event fashion ini diketahui masih berumur 7 tahun dan berasal dari kabupaten Lumajang. “Saya senang ikut event ini, karena memang sama mama juga diarahkan untuk punya bakat dibidang modeling,” kata Hanana Nufi Shakira bocah yang kini duduk di bangku kelas 1 SD itu. Adanya event fashion sebelumnya jarang digelar karena adanya pandemi Covid-19.“Alhamdulillah sekarang ada lagi. Jadi bisa ikut lomba lagi. Alhamdulillah juga juara,” katanya.

 

Daftar Pustaka

 Dzulfaroh, A. N. 2022. Citayam Fashion Week. [Serial Online]. https://www.kompas.com/tren/read/2022/07/25/083718865/citayam-fashion-week awalnya-tempat-nongkrong-rakyat-jelata-kini?page=all. (Diakses pada 14 Agusus 2022).

   Ramadan, A. A. M. 2022. Citayam Fashion Week menular ke Jember. [Serial Online]. https://malang.suara.com/read/2022/07/31/200724/citayam-fashion-week-menular ke-jember-sulap-lahan-parkir-jadi-panggung-catwalk. (Diakses pada 4 Agustus 2022).

    Zubaidi, Z. 2022. Fenomena Citayam Fashion Week juga Melanda Jember. [Serial Online]. https://jatimnow.com/baca-47986-latah-fenomena-citayam-fashion-week-juga-melanda-jember. (Diakses pada 4 Agustus 2022).


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan Oleh: Nurul Mahmuda K egaduhan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F MIPA ) terkait pelantikan dekan baru periode 2016-2020 sudah tercium sejak akhir 2015. Isu mengenai Rektor Universitas Jember (UNEJ) yang tidak melantik dekan dengan perolehan suara tertinggi menjadi fakta yang harus diterima oleh warga FMIPA. Kamis (14/01) bertempat di Gedung Rektorat Universitas Jember, pelantikan Dekan baru FMIPA telah dilangsungkan. Berdasarkan hasil pemberian pertimbangan oleh senat fakultas yang berupa pemungutan suara menyebutkan bahwa perolehan suara tertinggi adalah Dr. Kahar Muzakhar, S.Si., namun dekan FMIPA yang dilantik yaitu Drs . Sujito , Ph.D . yang memiliki selisih tiga suara. Hal ini menuai protes dari beberapa lini di FMIPA. Beberapa Senat fakultas, dosen, mahasiswa maupun karyawan memprotes dan menyayangkan mengenai kejadian ini. Seperti halnya Itok Dwi, mahasiswa kimia 2012, menganggap bahwa pemu

Salah Satu Ikon Jember, Tari Petik Kopi

Oleh : Tri Widagdo Tari petik kopi, tentu nama tari ini sudah tidak asing lagi bagi telinga kita. Tari yang satu ini berasal dari kota yang terkenal akan karnaval fashionnya. Ya, kota Jember, kota yang baru - baru ini juga dinobatkan sebagai kota karnaval oleh Menteri pariwisata. Dari namanya sendiri tari ini sudah menunuju k kan suatu identitas tersendiri,   yaitu tarian ini berusaha menggambarkan kondisi masyarakat Jember yang mayoritas komoditasnya pertanian dan perkebunan kopi.   Gerakan-gerakan yang ada dalam tarian ini menggambarkan suka cita masyarakat saat musim panen tiba dan selama proses memanen kopi. T arian yang tergolong masih muda umurnya ini, yaitu diciptakan pada tahun 2013 , digagas oleh U niversitas J ember (UNEJ) yang kala itu mengamati kehidupan masyarakat Jember dimana sebagian besar komoditasnya adalah perkebunan kopi. UNEJ saat itu ingin memunculkan suatu kesenian yang   mencerm

LEMAHNYA PENDIDIKAN DI INDONESIA

Oleh : Jihan Febryan Damayanti Generasi muda merupakan harapan negara. Namun, di era globalisasi saat ini masyarakat telah menggunakan cara berfikir yang cenderung meninggalakan budaya ketimuran dan lebih mengacu dengan budadaya barat yang cenderung bebas. Pendidikan merupakan salah satu faktor penting kewibawaan sebuah negara. Dengan mutu pendidikan yang baik pastinya akan melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan kompeten di bidangnya. Dari pendidikan seseorang akan belajar menjadi pribadi yang berkarakter dan memiliki ilmu sosial yang tinggi.      Pendidikan di indonesia kembali menjadi sorotan dalam beberapa hari belakangan ini. Salah satu gagasan terbaru menteri pendidikan dan kebudayaan mengenai sistem pendidikan dan kebudayaan membuat mata masyarakat kembali meninjau mutu pendidikan di indonesia. Pada tahun 2014 posisi pendidikan di indonesia sangatlah buruk. The learning gurve pearson 2014, sebuah lembaga peningkatan pendidikan dunia memaparkan bahwa indonesia