Pemeriksaan STNK Melengkapi Tempat Parkirku

Send all: Tertanggal 19 maret 2010, untk motor yg dparkir parkiran MIPA, WAJIB bw STNK, cz ada pemeriksaan STNK, trims kerjasamax.. SBRIN KE SLURUH MIPA..

Mungkin anda juga menerima sms tersebut. Apa yang melatarbelakangi peraturan tersebut? Nah, temukan jawabannya disini.

Rabu, 24 maret 2010.
Saiful Badri, salah satu mahasiswa kimia F.MIPA mengaku pada hari tersebut terjadi kejanggalan dengan sepeda motornya. “Kejadiannya sekitar pukul 11.00 WIB. Tempat kunci motorku rusak, untung kunci stir masih berfungsi”, paparnya. Namun, ia mengaku tidak melapor ke petugas keamanan F.MIPA. Ia pikir beliau sudah mengetahui kejadian tersebut, karena pada waktu itu Badri sempat memperbaiki motor di tempat parkir hingga sore hari dan kebetulan memang sudah ada petugas keamanan disana.

Kamis, 25 maret 2010.
Kejadian serupa terulang kembali. Sekarang menimpa seorang mahasiswi biologi bernama Anzi. Namun, kejadiannya lebih parah. Kunci setirnya juga ikut bobol. Mujur, korban datang disaat yang tepat, jadi hal yang tak diinginkan pun gagal.

Kejadian tersebut tak ayal memaksa Bapak Taufik dkk selaku petugas kemanan F.MIPA mengambil tindakan tegas. “ Keputusan pemeriksaan STNK ini kita ambil untuk mencegah terjadinya pencurian motor di lingkungan F.MIPA lagi. Dengan adanya peraturan tersebut diharapkan akan tercipta suasana yang kondusif dan mahasiswa menjadi konsentrasi dalam proses belajarnya”, tegasnya.

Sebenarnya pemeriksaan STNK ini mulai berlaku sejak tanggal 26 maret 2010. Karena waktu itu petugas keamanan masih belum sempat berkoordinasi dengan dosen olah raga, maka untuk hari tersebut masih dianggap “pengecualian”. Pada waktu itu tempat parkir masih dijadikan sebagai tempat senam bagi yang menempuh mata kuliah olahraga sehingga kendaraan mahasiswa masih banyak ditempatkan di sepanjang jalan lingkungan F.MIPA. Tentunya, hal ini membuat petugas keamanan bekerja ekstra demi menjaga keamanan tersebut.

Pemberlakuan pemeriksaan STNK ini hanya pada hari-hari aktif kuliah saja, yaitu hari senin sampai dengan hari jumat. Itupun hanya berlaku pada pukul 07.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Setelah itu, dianjurkan bagi mahasiswa untuk menempatkan motornya di tempat parkir dosen atau di depan gedung fakultas agar pengawasan lebih efisien. Bagi mahasiswa yang lupa membawa STNK, harap lapor kepada petugas yang ada sekaligus mengisi jurnal yang telah disediakan. Selanjutnya, diharuskan untuk mengambil STNK-nya terlebih dahulu dengan diantar teman. Jika STNK telah ditunjukkan, barulah ia dapat membawa kendaraannya.

Untuk mahasiswa yang tidak menempatkan kendaraannya di tempat yang telah disediakan, akan mendapat teguran dari petugas dan diminta kesadarannya untuk tidak mengulanginya lagi. Ketika ditanya tentang bagaimana seandainya terjadi tindak kriminalitas, seperti pencurian kendaraan bermotor di lingkungan F. MIPA, Bapak Taufik menjawab “kami akan langsung melapor kepada yang berwajib (polisi) dengan memberikan keterangan secukupnya yang mereka butuhkan dan kami tidak akan mengganti apapun, karena disini kami hanya menyediakan tempat parkir bukan tempat penitipan”.

Tempat parkir memang beda dengan tempat penitipan. Untuk tempat penitipan, segala barang yang hilang akan diganti sesuai perjanjian yang telah ditentukan. Beda dengan tempat parkir, pemilik lahan tidak akan mengganti barang yang hilang. Kalaupun ada petugas parkir, beliau hanya bertugas membantu keamanan lahan parkir tersebut tanpa beban tanggung jawab apapun.

Memang, dulu pernah ada pencurian sepeda motor di lingkungan F. MIPA sendiri. Hal tersebut ditengarai akibat kurangnya kesadaran dari mahasiswa yang bersangkutan. Salah satu sumber mengatakan bahwa orang yang kehilangan sepeda motor tersebut akibat ketidaksadaran dari si empunya. Pada waktu itu ia menyimpan kendaraannya di sebelah selatan kantin F.MIPA. Padahal di sana adalah tempat yang memang tidak dapat dipantau langsung oleh SATPAM dan pada waktu itu suasana di sekitar kantin tersebut tampak sepi sehingga mendukung proses pencurian. Dari kejadian tersebut petugas langsung melapor dan menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian dengan memberi keterangan secukupnya guna kelancaran proses penyidikan.

Pada awalnya semua orang yang berkunjung ke F.MIPA bebas menempatkan kendaraannya dimanapun. Tapi demi menjaga keamanan bersama, diberlakukanlah peraturan untuk tempat parkir. Pihak fakultas sudah menyediakan lahan parkir beserta petugasnya untuk kenyamanan kita bersama. Namun, masih banyak mahasiswa yang menempatkan kendaraannya diluar ketentuan yang ada. Misal, tempat belakang gedung biologi. Sudah jelas-jelas bukan tempat parkir, masih saja ada kendaraan mahasiswa yang parkir disana dengan alasan yang tidak karuan yang sebenarnya alasan mereka masih bisa dihindari.

Peraturan/tata tertib yang ada dibuat untuk kenyamanan kita bersama. Terlalu bodoh jika kita tidak menaati tata tertib tersebut. Semua sudah tahu, kita ini adalah mahasiswa, telah cukup umur untuk mengerti tentang hal ini. Jadi, tak perlu lagi untuk ditegur atau dimarahi agar taat pada peraturan. Sungguh ironis bila mahasiswa yang dijadikan “tunas harapan bangsa” sudah tidak menaati aturan kecil seperti itu.

Keamanan bukan hanya tanggung jawab petugas keamanan ataupun kepolisian semata, namun juga tanggung jawab kita bersama. Sudah cukup kita kebobolan, Jangan biarkan kita mengulangi kesalahan untuk kedua kalinya. Jika ada orang tak dikenal yang mencurigakan, laporkan segera kepada petugas keamanan yang ada. Dengan begitu, lingkungan F. MIPA akan aman dan kegiatan akademik pun menjadi nyaman. Mari jaga keamanan ini demi kita sendiri khusunya dan orang lain pada umumnya.[Eko W dan Avan]

About the author

Admin
Donec non enim in turpis pulvinar facilisis. Ut felis. Praesent dapibus, neque id cursus faucibus. Aenean fermentum, eget tincidunt.

0 komentar:

Copyright © 2013 LPMM ALPHA and Blogger Themes.