“Fakir Miskin dan Anak-Anak Terlantar Dipelihara oleh Negara”


Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) didirikan salah satunya yaitu untuk mencapai kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyatnya. Terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia adalah salah satu cita-cita yang telah digagas oleh para pendiri bangsa (founding fathers) sebagaimana diungkapkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Seluruh rakyat Indonesia, tanpa terkecuali, berhak untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 menyebutkan bahwa "Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”.
Kenyataan yang ada di Negara Indonesia saat ini ialah jumlah gelandangan, pengemis, dan anak-anak jalanan yang semakin bertambah menunjukan bahwa dalam hal ini terlihat bahwa pemerintah belum hadir untuk benar-benar mengatasi masalah tersebut. Masyarakat fakir, miskin, dan anak-anak terlantar juga memiliki hak untuk mendapatkan kehidupan yang layak dan itu merupakan sebuah kewajiban negara terhadap warga negara. Namun, kenyataannya di Indonesia yang terjadi malah sebaliknya. Negara tidak banyak melakukan tindakan nyata guna mengentaskan mereka dari kehidupan nestapa tersebut.
Apabila dikaji ulang kata "dipelihara" pada pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 dapat memunculkan berbagai makna. Kata “dipelihara” diperoleh dari kata “pelihara” yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki makna “jaga” atau “rawat”, sehingga jika “pelihara” mendapat imbuhan di- maka akan berarti “dijaga” atau “dirawat”. Mari kita lihat, kata “dipelihara” apabila dalam kalimat “Kambing dipelihara oleh Bambang” atau “Gedung dipelihara oleh pemiliknya”. Kalimat tersebut kata dipelihara memiliki arti agar dapat bertambah atau berkembang biak, agar awet dan keberadaannya tetap eksis. Sekarang pertanyaannya apakah dalam pasal 34 ayat 1 UUD 1545 juga memiliki maksud seperti pada kalimat tersebut? Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara agar keberadaannya tetap ada atau tetap eksis dan semakin berkembang biak. Melihat kondisi yang ada saat ini anda sendiri yang tahu jawabannya.
           Sungguh sangat menyedihkan apabila kita tengok ada berapa banyak fakir miskin dan anak-anak terlantar yang ada di Indonesia. Semakin hari semakin bertambah pula jumlahnya, apabila ada suatu riset yang meneliti hal tersebut, mungkin Indonesia akan menempati peringkat pertama di dunia. Dimanakah Negara berada saat ini ? peran Negara dalam hal ini sangat dibutuhkan namun nyatanya malah hilang entah kemana. Wahai pemimpin bangsa masih adakah nurani hati mu untuk sedikit saja memperhatikan kondisi meraka. Apa cita-cita founding fathers untuk mencapai kehidupan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sudah tak berguna lagi ? atau sekarang kau sibuk dengan cita-cita mu sendiri ?
Oleh : Tri Widagdo – Anggota Magang ALPHA

About the author

Admin
Donec non enim in turpis pulvinar facilisis. Ut felis. Praesent dapibus, neque id cursus faucibus. Aenean fermentum, eget tincidunt.

0 komentar:

Copyright © 2013 LPMM ALPHA and Blogger Themes.