Langsung ke konten utama

Usia Baru, Harapan Baru

Minggu (21/10) merupakan perayaan Dies Natalis ke-19 MIPA Universitas Jember. Panitia Dies Natalis menyelenggarakan berbagai kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa dari Jurusan Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi. Kegiatan tersebut meliputi Festival Lingkungan (Penanaman Pohon), Festival Karya Tulis  (Desain Poster Karya Tulis Ilmiah), Perlombaan (Lomba Bakiak dan Lomba Tarik – tambang) dan Pemilihan Putra-Putri MIPA. Perayaan ini pun juga dimeriahkan oleh berbagai penampilan akuistik dari perwakilan ORMAWA yang ada di MIPA Universitas Jember.”Acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan-penampilan dari perwakilan UKM, HMJ, DPM. Kami dari panitia meminta perwakilan dari ORMAWA di MIPA supaya semua turut bersinergi dalam memeriahkan acara ini ” terang Ghifari selaku ketua panitia.


(Ghifari, Ketua Panitia Dies Natalis MIPA ke -19)

   Dengan mengangkat tema “The Most Incredible Party and Art (MIPA)”, Isna salah satu panitia Dies Natalis menjelaskan bahwa konsep tema ini tentang pesta dan seni luar biasa dalam merayakan usia baru MIPA yaitu usia ke-19. Serangkaian acara perayaan Dies Natalis MIPA diisi dengan kegiatan untuk peduli terhadap lingkungan (Festival Lingkungan), kemampuan menciptakan inovasi baru (Festival KTI), kemampuan mengasah softskill (PPM), serta kemampuan seni lainnya.  
            Sedangkan untuk acara puncaknya akan dilaksanakan tanggal 4 November 2018 mendatang, acara ini akan diselenggarakan di Lapangan MIPA Universitas Jember. “Untuk malam puncaknya ini dilaksanakan pada tanggal 4 November, pada malam itu akan ada pengumuman pemenang lomba serta ada penampilan dari guest star. Saya berharap mahasiswa MIPA turut serta dalam memeriahkan acara ini, harapan saya semoga MIPA kedepannya menjadi fakultas yang lebih baik dan menciptakan mahasiswa yang berkompeten” jelas Ghifari.  


(Lomba Tarik Tambang)
(Lomba Desain Poster)
(Finalis Putra - Putri MIPA)

         

ditulis oleh : Resa Miftahatu Yuniar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan Oleh: Nurul Mahmuda K egaduhan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F MIPA ) terkait pelantikan dekan baru periode 2016-2020 sudah tercium sejak akhir 2015. Isu mengenai Rektor Universitas Jember (UNEJ) yang tidak melantik dekan dengan perolehan suara tertinggi menjadi fakta yang harus diterima oleh warga FMIPA. Kamis (14/01) bertempat di Gedung Rektorat Universitas Jember, pelantikan Dekan baru FMIPA telah dilangsungkan. Berdasarkan hasil pemberian pertimbangan oleh senat fakultas yang berupa pemungutan suara menyebutkan bahwa perolehan suara tertinggi adalah Dr. Kahar Muzakhar, S.Si., namun dekan FMIPA yang dilantik yaitu Drs . Sujito , Ph.D . yang memiliki selisih tiga suara. Hal ini menuai protes dari beberapa lini di FMIPA. Beberapa Senat fakultas, dosen, mahasiswa maupun karyawan memprotes dan menyayangkan mengenai kejadian ini. Seperti halnya Itok Dwi, mahasiswa kimia 2012, menganggap bahwa pemu

BUTA AKSARA di JEMBER

Ada tiga hal yang selalu didegungkan pemerintah terkait pembangunan pendidikan di Indonesia, yakni wajib belajar pendidikan dasar, rehabilitasi sekolah dan pemberantasan buta aksara. Namun pada kenyataannya sampai saat ini Indonesia masih belum berhasil  mengatasinya ketiganya, termasuk salah satunya Buta Aksara. Penyadang buta aksara di Indonesia  masih tergolong besar. Kriteria penyandang buta aksara yaitu buta aksara dan angka, buta bahasa Indonesia, dan buta pengetahuan dasar. tingginya angka putus sekolah dasar, beratnya geografis Indonesia. Menurut pemerintah  kesuliatan terbesar dalam pemberantasan buta aksara adalah karena tingginya angka putus sekolah dasar, beratnya geografis Indonesia, munculnya buta aksara baru, dan kembalinya seseorang menjadi buta aksara. a.    Buta aksara di jember Jawa timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi selatan dan Nusa tenggara Barat yang mencapai adalah urutan peringkat dari provinsi yang memiliki penyadang buta akasara terbesar di Indone

LEMAHNYA PENDIDIKAN DI INDONESIA

Oleh : Jihan Febryan Damayanti Generasi muda merupakan harapan negara. Namun, di era globalisasi saat ini masyarakat telah menggunakan cara berfikir yang cenderung meninggalakan budaya ketimuran dan lebih mengacu dengan budadaya barat yang cenderung bebas. Pendidikan merupakan salah satu faktor penting kewibawaan sebuah negara. Dengan mutu pendidikan yang baik pastinya akan melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas dan kompeten di bidangnya. Dari pendidikan seseorang akan belajar menjadi pribadi yang berkarakter dan memiliki ilmu sosial yang tinggi.      Pendidikan di indonesia kembali menjadi sorotan dalam beberapa hari belakangan ini. Salah satu gagasan terbaru menteri pendidikan dan kebudayaan mengenai sistem pendidikan dan kebudayaan membuat mata masyarakat kembali meninjau mutu pendidikan di indonesia. Pada tahun 2014 posisi pendidikan di indonesia sangatlah buruk. The learning gurve pearson 2014, sebuah lembaga peningkatan pendidikan dunia memaparkan bahwa indonesia