Langsung ke konten utama

PERAN MAAHASISWA DALAM PEMILU 2019


Oleh : Jihan Febryan Damayanti
Pesta demokrasi Indonesia akan segera terlaksana. Tepatnya tanggal 17 April 2019 mendatang. Tentunya suara mahasiswa berperan dalam pemilu 2019 ini. Setidaknya 40% dari seluruh suara didapatkan dari suara mahasiswa. Mahasiswa  selalu digadang – gadangkan sebagai agen Perubahan, control moral, dan iron stock. Sebagai agen perubahan dalam bidang politik, mahasiswa tidak harus terjun  langsung ke lapangan dengan para pemangku kepentingan politik. Sebab, mahasiswa sebagai agen perubahan dapat diartikan seorang yang membuat perubahan tanpa menimbulkan dampak negative pada masyarakat.
Adapun bentuk partisipasi seorang mahasiswa dalam menghadapi pemilu 2019 seperti yang tercantum dalam Pasal 44  Ayat 3 UU Nomor 7 Tahun 2017 ada beberapa hal. Misalnya, tidak melakukan keberpihakan, tidak mengganggu jalannya pemilu, meningkatkan partisipasi politik masyarakat dan mendorong terwujudnya suasana pemilu yang kondusif, aman ,damai, tertib serta lancar. Seorang mahasiswa seharusnya bersikap netral dan  lebih mengedepankan sikap independensi dalam menyikapi dinamka politik yang terjadi menjelang perhelatan demokrasi tersebut. Mahasiswa tidak boleh terjebak pada politik pragmatis dan bebas menentukan hak pilihnya masing-masing berdasarkan kualitas. Mahasiswa merupakan pejuang di ujung tombak anti politik uang. Mahasiswa menjadi salah satu contoh yang tidak bisa disuap dengan uang.
Dalam menjalankan pemilu 2019 mendatang,mahasiswa menjadi target utama yang mampu mengawasi jalannya pemilu karena memiliki lingkaran relasi yang baik seperti relasi di jurusan,fakultas maupun universitas. Aliansi BEM SI se Sumbagsel menempatkan diri sebagai bagian dari rakyat yang tidak bisa dipisahkan dalam penyelenggaraan pemilu. BEM SI merupakan aliansi BEM yang tergabung dari berbagai kampus diseluruh Indonesia yang memiliki posisi serta berpihak pada kepentingan rakyat. BEM SI tidak berafilasi dengan kepentingan politik manapun. Didasari atas perhatian yang mendalam serta tanggung jawab moril atas nasib bangsa maka aliansi  BEM SI (Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia ) se sumbagsel atas nama mahasiswa menyatakan sikap melalui presiden mahasiswa universitas bengkulu (UNIB) yaitu :
1.      Akan mengawal kinerja KPU dalam menyelenggarkan pemilu tahun 2019 demi terwujudnya pesta demokrasi yang berintegritas.
2.      Menuntut KPU secara tegas untuk mengumumkan caleg mantan napi kepada masyarakat melalui sosialisai dan media massa.
3.      Menuntut KPU provinsi Bengkulu untuk menjamin partisipasi pemilu minimal 80 persen dari DPT pemilu tahun 2019.
4.      Kami aliansi BEM SI se Sumbagsel siap mendukung secara penuh dalam meningkatkan partisipasi pada pemilu tahun 2019.
Sikap independen mahasiswa memang bukanlah hal yang wajib. Menyatakan keberpihakan pada suatu kepentingan politik baik secara personal ataupun lembaga adalah bagian dari kebebasan berpendapat seorang mahasiswa. Selagi lembaga yang dibawa tidak dilarang untuk terlibat dalam politik praktis. Namun untuk menjaga idealisme dan keilmiahan gerakan mahasiswa, serta guna menjaga nafas gerakan terus berlanjut siapapun nantinya yang memenangkan kontestasi pemilu 2019 independansi gerakan mahasiswa adalah penting untuk tetap dijaga dan dipahami oleh masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan Oleh: Nurul Mahmuda K egaduhan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F MIPA ) terkait pelantikan dekan baru periode 2016-2020 sudah tercium sejak akhir 2015. Isu mengenai Rektor Universitas Jember (UNEJ) yang tidak melantik dekan dengan perolehan suara tertinggi menjadi fakta yang harus diterima oleh warga FMIPA. Kamis (14/01) bertempat di Gedung Rektorat Universitas Jember, pelantikan Dekan baru FMIPA telah dilangsungkan. Berdasarkan hasil pemberian pertimbangan oleh senat fakultas yang berupa pemungutan suara menyebutkan bahwa perolehan suara tertinggi adalah Dr. Kahar Muzakhar, S.Si., namun dekan FMIPA yang dilantik yaitu Drs . Sujito , Ph.D . yang memiliki selisih tiga suara. Hal ini menuai protes dari beberapa lini di FMIPA. Beberapa Senat fakultas, dosen, mahasiswa maupun karyawan memprotes dan menyayangkan mengenai kejadian ini. Seperti halnya Itok Dwi, mahasiswa kimia 2012, menganggap bahwa pemu

Fakultas MIPA selalu sediakan buka Puasa gratis dalam setiap tahunnya

Oleh : Vina Soraya               Marhaban ya Ramadhan, Umat muslim di seluruh dunia tentunya telah menanti datangnya bulan suci ini. Bulan Ramadhan bulan penuh rahmat dan ampunan Allah SWT. Selama bulan suci Ramadhan seluruh umat islam diwajibkan berpuasa penuh selama satu bulan. Tentunya seluruh orang muslim akan berlomba – lomba untuk berbuat kebaikan dalam bulan suci ini. Banyak kegiatan yang bernilai pahala pada saat bulan ini. Salah satu bentuk berbuat kebaikan dalam bulan puasa ini yaitu memberi makan orang yang berpuasa. Memberi makan orang yang berpuasa maka mendapat ganjaran pahala yang setara dengan orang yang sedang berpuasa.             Agenda buka puasa gratis tentunya selalu menjadi agenda tahunan pada setiap masjid – masjid pada saat bulan Ramadhan tak terkecuali Masjid Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember. Agenda buka puasa gratis ini telah dilaksanakan rutin setiap tahunnya. Pada Ramadhan tahun ini buka puasa gratis dilaksanakan sejak tanggal 8-17

Manajemen Redaksi

Salam Persma..... Perlu diketahui bahwa....berjalannya suatu lembaga pers ternyata tak hanya menga cu pada proses redaksi , yang dim ulai dari proses hunting sampai printing saja. Sebagai sebuah organisasi, lembaga pers juga mem erlukan pe n gaturan manajemen secara umum. Manajemen redaksi pers mahasiswa sendiri adalah : keseluruhan dari proses pengaturan sumber daya dalam melakukan kinerja penerbitan (menyangkut  bidang tulis-menulis) ataupun pola pengaturan  dari kinerja redaksi  yang terdapat dalam lingkup aktivitas pers mahasiswa. Lembaga pers biasanya di pimpin oleh pimpinan umum ( General Manager ). Dibawahnya terdapat pemimpin redaksi (manajer  redaksi ) dan pemimpin usaha atau koordinator dana usaha ( marketing manajer ).  Kedua bidang ini, memiliki job descriptions yang berbeda dan terpisah. Tapi keduanya saling mempengaruhi  dan saling mengisi. Redaksi dapat dianggap sebagai ”jantung” dari lembaga pers manapun, s edangkan dana usaha atau marketing ,   seba