Langsung ke konten utama

DPR Wakil Siapa?

Oleh : Rizki Gangsar

Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan Rancangan Undang Undang Cipta Kerja menjadi Undang Undang pada Senin, 5 Oktober 2020 di Gedung DPR Senayan, Jakarta. Pengesahan RUU yang terkesan dipaksakan tersebut menyebabkan banyak keresahan di masyarakat. Banyak pasal bermasalah dan penghapusan pasal yang nantinya akan sangat merugikan. Salah satu bentuk pasal yang dihapuskan dari Undang-Undang Ketenagakerjaan sebelumnya adalah penghapusan pasal 169 tentang hak pekerja/buruh untuk mengajukan permohonan Pemutusan Hak Kerja (PHK) jika merasa dirugikan oleh perusahaan. Dengan dihapusnya pasal tersebut, tidak ada alasan untuk pekerja berhenti jika merasa tidak diperkakukan dengan baik. Peraturan yang harusnya dibuat untuk melindungi rakyat berdasarkan asas keadlian malah berganti menjadi peraturan yang hanya melindungi kaum elit.

Pengesahan RUU ditengah pandemi juga menimbulkan kecurigaan. Terlebih lagi Kapolri menerbitkan surat Telegram Rahasia mengenai upaya antisipasi demonstrasi dan mogok kelompok buruh. RUU disahkan saat pemerintah melarang pengumpulan massa untuk menekan penyebaran Covid-19. Hal tersebut dapat berarti pemerintah mengahalangi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Mengapa demikian? Kebebasan mengutarakan pendapat di depan umum telah dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 yang berbunyi “Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-Undang”. Seluruh angggota DPR pasti paham dengan disahkannya RUU Cipta Kerja akan menimbulkan pergerakan massa. Namun DPR tetap mengesahkannya dengan berpayung pada situasi pandemi agar tidak ada demontrasi yang menolak pengesahan RUU tersebut.

Undang-Undang harusnya benar-benar mengayomi semua pihak yang menjadi sasaran produk hukum tersebut. Undang-Undang harus benar-benar diolah dengan matang, bukan hanya karena kejar tayang. Dewan Perwakilan Rakyat yang dipercaya mengemban amanah dari rakyat untuk melindungi hak-hak mereka malah mengkhianati rakyat. Wajar saja bila saat ini banyak petisi yang muncul untuk menolak UU Cipta Kerja. Janji-janji yang diutarakan saat masa kampanye dibuang begitu saja. Tidak berlebihan jika saat ini DPR disebut sebagai “Dewan Pengkhianat Rakyat”.

#JEGALSAMPAIBATAL

#GagalkanOmnibusLaw

#MosiTidakPercaya

#ReformasiDikorupsi

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan Oleh: Nurul Mahmuda K egaduhan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F MIPA ) terkait pelantikan dekan baru periode 2016-2020 sudah tercium sejak akhir 2015. Isu mengenai Rektor Universitas Jember (UNEJ) yang tidak melantik dekan dengan perolehan suara tertinggi menjadi fakta yang harus diterima oleh warga FMIPA. Kamis (14/01) bertempat di Gedung Rektorat Universitas Jember, pelantikan Dekan baru FMIPA telah dilangsungkan. Berdasarkan hasil pemberian pertimbangan oleh senat fakultas yang berupa pemungutan suara menyebutkan bahwa perolehan suara tertinggi adalah Dr. Kahar Muzakhar, S.Si., namun dekan FMIPA yang dilantik yaitu Drs . Sujito , Ph.D . yang memiliki selisih tiga suara. Hal ini menuai protes dari beberapa lini di FMIPA. Beberapa Senat fakultas, dosen, mahasiswa maupun karyawan memprotes dan menyayangkan mengenai kejadian ini. Seperti halnya Itok Dwi, mahasiswa kimia 2012, menganggap bahwa pemu

Fakultas MIPA selalu sediakan buka Puasa gratis dalam setiap tahunnya

Oleh : Vina Soraya               Marhaban ya Ramadhan, Umat muslim di seluruh dunia tentunya telah menanti datangnya bulan suci ini. Bulan Ramadhan bulan penuh rahmat dan ampunan Allah SWT. Selama bulan suci Ramadhan seluruh umat islam diwajibkan berpuasa penuh selama satu bulan. Tentunya seluruh orang muslim akan berlomba – lomba untuk berbuat kebaikan dalam bulan suci ini. Banyak kegiatan yang bernilai pahala pada saat bulan ini. Salah satu bentuk berbuat kebaikan dalam bulan puasa ini yaitu memberi makan orang yang berpuasa. Memberi makan orang yang berpuasa maka mendapat ganjaran pahala yang setara dengan orang yang sedang berpuasa.             Agenda buka puasa gratis tentunya selalu menjadi agenda tahunan pada setiap masjid – masjid pada saat bulan Ramadhan tak terkecuali Masjid Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember. Agenda buka puasa gratis ini telah dilaksanakan rutin setiap tahunnya. Pada Ramadhan tahun ini buka puasa gratis dilaksanakan sejak tanggal 8-17

Manajemen Redaksi

Salam Persma..... Perlu diketahui bahwa....berjalannya suatu lembaga pers ternyata tak hanya menga cu pada proses redaksi , yang dim ulai dari proses hunting sampai printing saja. Sebagai sebuah organisasi, lembaga pers juga mem erlukan pe n gaturan manajemen secara umum. Manajemen redaksi pers mahasiswa sendiri adalah : keseluruhan dari proses pengaturan sumber daya dalam melakukan kinerja penerbitan (menyangkut  bidang tulis-menulis) ataupun pola pengaturan  dari kinerja redaksi  yang terdapat dalam lingkup aktivitas pers mahasiswa. Lembaga pers biasanya di pimpin oleh pimpinan umum ( General Manager ). Dibawahnya terdapat pemimpin redaksi (manajer  redaksi ) dan pemimpin usaha atau koordinator dana usaha ( marketing manajer ).  Kedua bidang ini, memiliki job descriptions yang berbeda dan terpisah. Tapi keduanya saling mempengaruhi  dan saling mengisi. Redaksi dapat dianggap sebagai ”jantung” dari lembaga pers manapun, s edangkan dana usaha atau marketing ,   seba