Langsung ke konten utama

Satgas PPKS: Langkah Universitas Jember dalam Mencegah dan Mengurangi Angka Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus

 

Oleh: Rabi’ah Nur Azizah

Menurut American Psychological Association, kekerasan seksual merupakan kegiatan seksual yang tidak diinginkan, di mana pelaku menggunakan kekerasan, ancaman atau memanfaatkan korban tanpa persetujuan. Pada Undang-Undang Kekerasan Seksual pasal 1 ayat 1 telah dijelaskan bahwa Kekerasan Seksual adalah setiap perbuatan merendahkan, menghina, menyerang, dan/atau perbuatan lainnya terhadap tubuh, hasrat seksual seseorang, dan/atau fungsi reproduksi, secara paksa, bertentangan dengan kehendak seseorang, yang menyebabkan seseorang itu tidak mampu memberikan persetujuan dalam keadaan bebas, karena ketimpangan relasi kuasa dan/atau relasi gender, yang berakibat atau dapat berakibat penderitaan atau kesengsaraan secara fisik, psikis, seksual, kerugian secara ekonomi, sosial, budaya, dan/atau politik.

            Kekerasan merupakan masalah universal yang menjadi permasalahan hampir di seluruh negara. Dampak yang diberikan atas tindakan ini sangat berat bagi korban. Baik ganggguan secara fisik, psikiatrik, dan sosial. Dampak fisik dapat berupa somatis, kesehatan fisik yang buruk, bahkan penyakit kronis. Dampak psikiatrik dapat berupa tekanan psikologis, disosiasi, gangguan stress pasca trauma, dan masih banyak lagi. Sedangkan dampak sosial dapat berupa sulit untuk percaya terhadap orang, sering mengisolasi diri, atau bahkan enggan/takut dalam membangun relasi. Masalah kekerasan seksual bukanlah suatu masalah yang tergolong ringan, dampaknya yang dirasakan korban pun bahkan bisa terjadi seumur hidup. Bahkan di lingkungan pendidikan seperti kampus, kekerasan tidak jarang terjadi. Pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kampus mejadi tanggungjawab semua pihak.

            Universitas Jember membentuk Satgas PPKS (Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Universitas Jember) sebagai langkah untuk mencegah bahkan menghapus kekerasan seksual di lingkungan kampus. Hal terebut perlu kontribusi semua pihak untuk aktif mengambil peran untuk turut mensukseskan program ini. Kemendikbudristek turut mengapresiasi langkah Universitas Jember untuk membentuk Satgas PPKS, hal ini karena menurut pasal lima Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 menyebutkan ada 21 bentuk kekerasan seksual dari yang ringan hingga berat. Merujuk pada data Komnas Perempuan RI, 63 persen korban tidak berani melaporkan kejadian ini. Belum lagi sistem kuasa yang timpang dan budaya patriarki yang mengakar di masyarakat membuat upaya pencegahan kekerasan seksual masih tertatih-tatih. Diharapkan terbentuknya Satgas PPKS dapat mencapai tujuannya yaitu mengurangi angka kekerasan seksual dan mampu memberikan penanganan yang tepat pada kasus kekerasan seksual.

Komentar

  1. Anonim10:35 PM

    Tugas & tanggung jawabnya seperti apa untuk satgas ppks?siapa yg bertugas ataupun sistem pencegahan dari satgasnya kira-kira seperti apa gambarannya?mungkin ada contoh program kerja satgas yg sudah berjalan bisa dinarasikan juga di media ini.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan

Jawaban Rektor UNEJ Terkait Pelantikan Dekan Oleh: Nurul Mahmuda K egaduhan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F MIPA ) terkait pelantikan dekan baru periode 2016-2020 sudah tercium sejak akhir 2015. Isu mengenai Rektor Universitas Jember (UNEJ) yang tidak melantik dekan dengan perolehan suara tertinggi menjadi fakta yang harus diterima oleh warga FMIPA. Kamis (14/01) bertempat di Gedung Rektorat Universitas Jember, pelantikan Dekan baru FMIPA telah dilangsungkan. Berdasarkan hasil pemberian pertimbangan oleh senat fakultas yang berupa pemungutan suara menyebutkan bahwa perolehan suara tertinggi adalah Dr. Kahar Muzakhar, S.Si., namun dekan FMIPA yang dilantik yaitu Drs . Sujito , Ph.D . yang memiliki selisih tiga suara. Hal ini menuai protes dari beberapa lini di FMIPA. Beberapa Senat fakultas, dosen, mahasiswa maupun karyawan memprotes dan menyayangkan mengenai kejadian ini. Seperti halnya Itok Dwi, mahasiswa kimia 2012, menganggap bahwa pemu

Fakultas MIPA selalu sediakan buka Puasa gratis dalam setiap tahunnya

Oleh : Vina Soraya               Marhaban ya Ramadhan, Umat muslim di seluruh dunia tentunya telah menanti datangnya bulan suci ini. Bulan Ramadhan bulan penuh rahmat dan ampunan Allah SWT. Selama bulan suci Ramadhan seluruh umat islam diwajibkan berpuasa penuh selama satu bulan. Tentunya seluruh orang muslim akan berlomba – lomba untuk berbuat kebaikan dalam bulan suci ini. Banyak kegiatan yang bernilai pahala pada saat bulan ini. Salah satu bentuk berbuat kebaikan dalam bulan puasa ini yaitu memberi makan orang yang berpuasa. Memberi makan orang yang berpuasa maka mendapat ganjaran pahala yang setara dengan orang yang sedang berpuasa.             Agenda buka puasa gratis tentunya selalu menjadi agenda tahunan pada setiap masjid – masjid pada saat bulan Ramadhan tak terkecuali Masjid Fakultas Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember. Agenda buka puasa gratis ini telah dilaksanakan rutin setiap tahunnya. Pada Ramadhan tahun ini buka puasa gratis dilaksanakan sejak tanggal 8-17

Manajemen Redaksi

Salam Persma..... Perlu diketahui bahwa....berjalannya suatu lembaga pers ternyata tak hanya menga cu pada proses redaksi , yang dim ulai dari proses hunting sampai printing saja. Sebagai sebuah organisasi, lembaga pers juga mem erlukan pe n gaturan manajemen secara umum. Manajemen redaksi pers mahasiswa sendiri adalah : keseluruhan dari proses pengaturan sumber daya dalam melakukan kinerja penerbitan (menyangkut  bidang tulis-menulis) ataupun pola pengaturan  dari kinerja redaksi  yang terdapat dalam lingkup aktivitas pers mahasiswa. Lembaga pers biasanya di pimpin oleh pimpinan umum ( General Manager ). Dibawahnya terdapat pemimpin redaksi (manajer  redaksi ) dan pemimpin usaha atau koordinator dana usaha ( marketing manajer ).  Kedua bidang ini, memiliki job descriptions yang berbeda dan terpisah. Tapi keduanya saling mempengaruhi  dan saling mengisi. Redaksi dapat dianggap sebagai ”jantung” dari lembaga pers manapun, s edangkan dana usaha atau marketing ,   seba